CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)

CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)
Darurat


__ADS_3

Intan pun turun dari mobil dan menutup kasar pintu .


“ bye , oh tidak kita akan bertemu lagi setelah bayimu lahir , aku akan bertemu dengan suamimu sebentar lagi “ ucap Ayah Novi berkedip lalu melajukan mobilnya .


“ pelaku utama di jalan jendral soedirman , markasnya di pusat kota , dekat dengan pusat perbelanjaannya , disana ada ruko 2 lantai , korbannya 2 tahun yang lalu mita temanku dia ada di basemen , lebih baik tangkap pelaku utamanya sebelum dia keluar kota , untuk bertemu suamiku karena mereka akan ada meeting partnership , suamiku tak tau kalau aku mengungkapkan ini , aku telah berkata jujur , terima kasih karena tidak menutup telfonnya “ ucap Intan .


“ bisa beri tahu kami nama nyonya “ ucap Polisi .


“ akh intan , segera temukan jasad temanku , aku punya video temanku “ ucap Intan meringis karena merasakan mulas pada perutnya .


“ baik nyonya terima kasih untuk kerja samanya , kami akan segera mengirim dokter untuk menjemput nyonya “ ucap Polisi .


“akh a aku tak apa “ ucap Intan mematikan telfon .


Di kantor polisi .pasukan polisi sudah berangkat untuk mengepung jalan soedirman dan markas Ayah Novi , sementara polisi juga menghubungi rumah sakit terdekat .


Rumah sakit memang terbuka 24 jam namun untuk dokter biasanya datang saat pagi sedangkan saat ini baru pukul 1 malam , hanya ada suster dan beberapa dokter yang lembur .


“ kirimkan dokter kandungan dan jemput pasien atas nama intan di jalan jendral soedirman , pasien telah meminum obat induksi kandungan di usia kandungan 7 atau 8 bulan” ucap Polisi saat menghubungi rumah sakit .


“ semua dokter disini sudah pulang “ ucap Resepsionis rumah sakit yang mengangkat telefon dari polisi .


“baiklah kirimkan ambulan saja , lalu panggil darurat dokter “ ucap Polisi lalu menutup telfon .


Kebetulan Dita berada di resepsionis untuk memberikan kartu identitas kerjanya pada resepsionis , Dita hanya menyimak saat resepsionis menerima panggilan . Ah sayangnya Dita sedikit telat menyadari kalau Ia juga dokter walau magang .


“ kenapa ?” tanya Dita memberikan id card nya pada resepsionis .


“ butuh ambulan , ada panggilan dari kepolisian , pasien ibu hamil yang meminum obat induksi kehamilan pada usia kandungan 7 bulan , di jalan jendral soedirman , atas nama intan , sementara aku akan memanggil dokter kandungan“ ucap Resepsionis berbicara pada divisi ambulan namun juga menjawab pertanyaan Dita

__ADS_1


“ intan? HEY bukannya aku dokter kandungan “ ucap Dita menyadari profesinya .


“ ha tidak ada ambulan “ ucap Resepsionis .


“ baik lah aku yang berangkat , percaya padaku , aku mengenal pasien dia temanku yang tadi siang kesini , mungkin sekarang dia sedang pembukaan pertama , proses itu membutuhkan waktu yang cukup lama , mungkin pasien bisa menahannya , aku tau dia orang yang kuat , baik lah aku berangkat “ ucap Dita .


Dita segera berlari keluar rumah sakit untuk mengambil mobilnya , mungkin Dita terlalu panik hingga lupa kalau mobilnya sudah di ambil oleh suaminya , dan Dita rencananya akan di jemput oleh suaminya saat pulang kerja .


“ dita bodoh , gimana dong , ayo dita mikir , tadi siang kevin sama intan kan , mungkin kevin tau , ganggu gak yah “ ucap Dita mengeluarkan HP nya dan hendak menelfon Kevin .


Kenapa dita tak menelfon suaminya yang seorang tentara , karena Ia takut suaminya marah , bahkan untuk magang di rumah sakit Dita harus membujuk suaminya .


“ mmm assalamualaikum vin , mbak ganggu gak “ ucap Dita saat Kevin mengangkat telfonnya .


“ nggak mbak saya masih di tempat kerja , ada apa ya ?” tanya Kevin


“ jemput mbak di rumah sakit , trus anter mbak ke jalan jendral soedirman buat jemput intan , intan lagi di posisi darurat “ ucap Dita .


“nanti aja sekarang cepet berangkat “ ucap Dita .


“ baik mbak “ ucap Kevin menutup telfonnya , lalu segera mengambil mobilnya untuk menjemput Dita .


Beberapa saat kemudian Kevin sudah sampai di rumah sakit untuk menjemput Dita , sepanjang perjalan Kevin terus bertanya ada apa dengan Intan , namun Dita tak menjawabnya hingga Kevin menurunkannya di tempat Intan turun


“kamu punya nomor suaminya intan ?” tanya Dita .


“ ga mbak , tapi telfon bang putra aja , tadi siang bang jo berangkat bareng bang putra keluar kota “ ucap Kevin .


“ buat apa dia keluar kota , bukannya meetingnya di tunda nanti kata intan waktu di telfon “ ucap Dita .

__ADS_1


“ bang jo marah sama intan , gara gara intan lebih milih ngatasin masalahnya sendiri “ ucap kevin .


“(what , tahan mulutmu untuk mencela dita , kenapa intan mendapatkan orang macam itu )” batin Dita .


“ baik lah telfon kakakmu dan bilang langsung berikan pada suami intan “ perintah Dita .


“ halo bang , lagi sama bang jo kan , kasih telfonya ke bang jo , temennya intan mau ngomong “ ucap Kevin .


.


.


.


.


.


maap keun telat kawan


JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


FAVORIT boleh


VOTE boleh

__ADS_1


HADIAH boleh


__ADS_2