CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)

CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)
Ga Romantis


__ADS_3

Kevin dan Angga pun menghampiri Nadia dan Rara yang berada di kursi penumpang mobil pick up . belum sempat mereka membuka pintu mobil, mereka saling bertatapan di jendela mobil yang terbuka di samping kanan kiri .


" cantik banget calon gua kalo tidur " ucap Kevin memandangi Rara


" calon gua juga " ucap Angga melakukan hal yang sama namun pada Nadia


“ tega ga lo bangunin ?” tanya Kevin .


“ ya gimana , badan nadia sama gua tuh sama sama gede , ya kali lo sama rara kan mungil “ ucap Angga .


“ ga laki lo! “ ucap Kevin .


Kevin pelan pelan menarik tubuh Rara , lalu berhati hati menggendongnya ke dalam rumah .


“ masih tidur rara ?, biarin aja , taruh di kamar , kasian dia lagi sakit juga “ ucap Mbak Ismi yang berpapasan dengan Kevin .


“ kenapa tuh muka asem banget “ tanya Mbak Ismi melihat Nadia yang masih belum penuh kesadarannya bejalan gontai ke dalam rumah .


“ tau , cape gua “ ucap Nadia menjatuhkan diri ke sofa panjang di ruang tamu dengan posisi telungkup .


“ ga romantis banget lo! “ ucap mbak ismi yang sebenarnya ingin menertawakan wajah adiknya yang terlihat sangat kesal .


“ romantis juga harus sadar badan dong “ ucap Angga menggaruk tengkuknya .


“”bugh”” sebuah bantal melayang ke wajah Angga .


“mampus ngambek tuh “ ledek Mbak Ismi lalu pergi keluar rumah .


“ yang , jangan ngambek dong “ bujuk Angga berjongkok di depan wajah Nadia .


“ ya” jawab Nadia yang tiba tiba bangun dan berjalan melewati Angga .

__ADS_1


“ udah ngga ngamuk ?” tanya Angga .


“ ngga udah kedepan bantuin mas adi sama mbak ismi” ucap Nadia lanjut meninggalkan Angga . Nadia pergi ke kamar tamu tempat Rara di tidurkan .


“ ekhem , jangan di lihatin mulu , sama aja , awas nanti kebablasan , inget tonjokan mbak intan “ tegur Nadia pada Kevin yang sedang berjongkok di samping kasur tempat Rara berbaring .


“eh iya “ ucap Kevin yang menjadi canggung .


“ ya terus , gih “ ucap Nadia memberi kode pada Kevin untuk meninggalkan kamar , Kevin pun meninggalkan kamar , Nadia masuk ke dalam kamar dan duduk di samping Rara .


“HUAA” teriak Rara yang tiba tiba terbangun . “ kenapa ra?” tanya nadia yang kaget bercampur panik karena tadinya Nadia sudah ingin memejamkan matanya .


“ masa gua mimpi nikah sama duda” ucap Rara menjawab Nadia .


“ ya emang “ jawab Nadia .


“ lah iya ?” tanya Rara kebingungan , dan mungkin tak ingat kalau ia kemarin malam di lamar oleh duda yaitu Kevin .


Rara pun menyusul Nadia ke ruang keluarga untuk memasang pita pita pada baju bayi .


“ udah bangun ra , ya udah yang cowo , dekor kamar bayi , yang cewe biar handle bawah “ ucap Mbak Ismi meberi perintah pada para laki laki .


para laki laki yang di maksud yaitu Mas Adi , Angga dan Kevin pun menurutinya , lalu naik ke atas membawa barang yang mereka ambil dari pick up . Mbak Ismi bergabung membantu Nadia dan Rara .


“ eh iya , ini semua kan kado buat key , kalo kado buat ibu nya , ngga ada ?” tanya Rara


“ sebenernya ini semua udah lebih dari cukup buat intan ,jadi terserah deh mau beli kado buat intan atau nggak “ ucap Mbak Ismi .


“ gua udah ada , mbak kayaknya udah “ ucap Nadia melirik Mbak Ismi .


“ ya iya dong , yang gampang aja ra” ucap Mbak Ismi

__ADS_1


“ eh udah jam 4 bukannya anak anak udah pulang “ ucap Rara mengingatkan kalau jam pulang anak anak sudah terlewat.


“ tadi udah minta tolong sama bang jo buat jemputin anak anak “ ucap Nadia .


“ tapi kan rumah kosong , ntar mereka sama siapa , kalo mika udah gua titipin ke adiknya adi , di rumah mertua , kalo mia gimana dong , johnny kaga tau rumah mertua gua “ ucap Mbak Ismi khawatir .


“ assalamualaikum “ ucap seseorang yang baru datang .


“ eh suara mama , gimana dong “ ucap Nadia takut rencananya gagal


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


FAVORIT boleh


VOTE boleh


HADIAH boleh

__ADS_1


MAKASIH SEMUANYAAAA


__ADS_2