
Kevin dan Angga pun menghampiri Nadia dan Rara yang berada di kursi penumpang mobil pick up . belum sempat mereka membuka pintu mobil, mereka saling bertatapan di jendela mobil yang terbuka di samping kanan kiri .
" cantik banget calon gua kalo tidur " ucap Kevin memandangi Rara
" calon gua juga " ucap Angga melakukan hal yang sama namun pada Nadia
“ tega ga lo bangunin ?” tanya Kevin .
“ ya gimana , badan nadia sama gua tuh sama sama gede , ya kali lo sama rara kan mungil “ ucap Angga .
“ ga laki lo! “ ucap Kevin .
Kevin pelan pelan menarik tubuh Rara , lalu berhati hati menggendongnya ke dalam rumah .
“ masih tidur rara ?, biarin aja , taruh di kamar , kasian dia lagi sakit juga “ ucap Mbak Ismi yang berpapasan dengan Kevin .
“ kenapa tuh muka asem banget “ tanya Mbak Ismi melihat Nadia yang masih belum penuh kesadarannya bejalan gontai ke dalam rumah .
“ tau , cape gua “ ucap Nadia menjatuhkan diri ke sofa panjang di ruang tamu dengan posisi telungkup .
“ ga romantis banget lo! “ ucap mbak ismi yang sebenarnya ingin menertawakan wajah adiknya yang terlihat sangat kesal .
“ romantis juga harus sadar badan dong “ ucap Angga menggaruk tengkuknya .
“”bugh”” sebuah bantal melayang ke wajah Angga .
“mampus ngambek tuh “ ledek Mbak Ismi lalu pergi keluar rumah .
“ yang , jangan ngambek dong “ bujuk Angga berjongkok di depan wajah Nadia .
“ ya” jawab Nadia yang tiba tiba bangun dan berjalan melewati Angga .
__ADS_1
“ udah ngga ngamuk ?” tanya Angga .
“ ngga udah kedepan bantuin mas adi sama mbak ismi” ucap Nadia lanjut meninggalkan Angga . Nadia pergi ke kamar tamu tempat Rara di tidurkan .
“ ekhem , jangan di lihatin mulu , sama aja , awas nanti kebablasan , inget tonjokan mbak intan “ tegur Nadia pada Kevin yang sedang berjongkok di samping kasur tempat Rara berbaring .
“eh iya “ ucap Kevin yang menjadi canggung .
“ ya terus , gih “ ucap Nadia memberi kode pada Kevin untuk meninggalkan kamar , Kevin pun meninggalkan kamar , Nadia masuk ke dalam kamar dan duduk di samping Rara .
“HUAA” teriak Rara yang tiba tiba terbangun . “ kenapa ra?” tanya nadia yang kaget bercampur panik karena tadinya Nadia sudah ingin memejamkan matanya .
“ masa gua mimpi nikah sama duda” ucap Rara menjawab Nadia .
“ ya emang “ jawab Nadia .
“ lah iya ?” tanya Rara kebingungan , dan mungkin tak ingat kalau ia kemarin malam di lamar oleh duda yaitu Kevin .
Rara pun menyusul Nadia ke ruang keluarga untuk memasang pita pita pada baju bayi .
“ udah bangun ra , ya udah yang cowo , dekor kamar bayi , yang cewe biar handle bawah “ ucap Mbak Ismi meberi perintah pada para laki laki .
para laki laki yang di maksud yaitu Mas Adi , Angga dan Kevin pun menurutinya , lalu naik ke atas membawa barang yang mereka ambil dari pick up . Mbak Ismi bergabung membantu Nadia dan Rara .
“ eh iya , ini semua kan kado buat key , kalo kado buat ibu nya , ngga ada ?” tanya Rara
“ sebenernya ini semua udah lebih dari cukup buat intan ,jadi terserah deh mau beli kado buat intan atau nggak “ ucap Mbak Ismi .
“ gua udah ada , mbak kayaknya udah “ ucap Nadia melirik Mbak Ismi .
“ ya iya dong , yang gampang aja ra” ucap Mbak Ismi
__ADS_1
“ eh udah jam 4 bukannya anak anak udah pulang “ ucap Rara mengingatkan kalau jam pulang anak anak sudah terlewat.
“ tadi udah minta tolong sama bang jo buat jemputin anak anak “ ucap Nadia .
“ tapi kan rumah kosong , ntar mereka sama siapa , kalo mika udah gua titipin ke adiknya adi , di rumah mertua , kalo mia gimana dong , johnny kaga tau rumah mertua gua “ ucap Mbak Ismi khawatir .
“ assalamualaikum “ ucap seseorang yang baru datang .
“ eh suara mama , gimana dong “ ucap Nadia takut rencananya gagal
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
__ADS_1
MAKASIH SEMUANYAAAA