
Akhirnya setelah menyelesaikan tugasnya di Korea , Intan mendapatkan ketenangan , ya walaupun itu hanya sementara , karena setelah menyelesaikan KKN nya ia harus menyerahkan diri pada Dimas .
Intan tak tahu apa yang akan di lakukan dimas padanya , ya mungkin saja ia akan di bun*h , karena itu ia akan memanfaatkan 1 minggu sebelum ia berangkat KKN untuk berkumpul dengan keluarga .
" kalo ini terakhir mbak ngajak kamu keluar , gimana perasaan kamu ?" ucap intan pada adiknya .
"oh pantesan kok tumben mbak ngajak aku ke gunung , secara mbakku kan nak pantai ,ternyata mau loncat dari tebing ?" ucap nadia mengusili kakaknya .
"ga gitu lah woi , ih ngeselin , mbak lempar kamu dari sini " ucap intan .
"lagian ngapain bilang kaya gitu kalau ada masalah sama si om lupain dulu aja lagi , bentar lagi mbak KKN nanti tambah stres " ucap adiknya .
Intan yang mendengarnya menjadi sedikit terharu karena adik kecilnya yang dulu ia selalu lindungi , kini menjadi dewasa . Tak terasa air matanya menetes , ia membayangkan bahwa ini memang terakhir ia mengajak adiknya berlibur .
"tumben perhatian ,bocil!, ya gapapa bentar lagi mbak KKN di luar kota pasti jarang ke sini , kita juga ga tau kan apa yang terjadi kedepannya ? " ucap intan sambil menghapus air matanya , ia takut nadia tau kalau ia menangis .
" hust mbak kalo ngomong ini gunung loh ? udah udah emang nak pantai emang ga cocok di gunung , udah yok ke pantai aja " ucap nadia .
Nadia mengalihkan omongan , sebenarnya ia memiliki perasaan tidak enak untuk keberangkatan kakaknya KKN .
"kamu bisa aja , yaudah yok ngejar Sunset yok" ajak intan .
"eh bentar ada yang mau aku omongin " ucap adiknya menghentikan langkah kakaknya .
" apa?" tanya intan singkat .
" MAS JOHNNY CEPET NIKAHIN MBAKKU , BIAR GA GALAU ORANGNYA " teriak nadia tiba tiba di sisi jurang .
Intan yang mendengarkannya pun malu dengan kelakuan adiknya . Orang orang disana spontan memperharikan itu .
Intan segera mengajak adiknya ke pantai dekat kota . Mereka sampai di waktu dan suasana yang tepat , suasananya sepi dengan ombak yang cukup tenang , angin yang bertiup dan tak lupa matahari yang mulai terbenam . Intan berlari tanpa alas kakai menghampiri ombak di bibir pantai .
"AAAAAAAAA LO TAU KAN ISI HATI GUA , GUA SENDIRI GA BISA NGOMONG AAAAHHHG " teriak intan mencurahkan isi hatinya pada suasana pantai .
"UDAH TERIAKNYA MEREKA UDAH CAPE DENGERNYA , SINI MINUM ES KELAPA " teriak nadia memanggil intan , intan menghampiri adiknya dan duduk di sampingnya .
"makasehh" ucap intan lalu meminum minumannya .
"sekarang suasananya pas buat anak pantai , coba kenapa ?" tanya nadia sambil melihat kakaknya melamun dan menangis .
" oh ya , apa maksud mbak ngomong kaya tadi di gunung , kayak bukan mbakku si pemimpi besar , bukan mbak yang nyemangatin dan slalu kasih motivasi walaupun sering aku jailin , ey cerita calon nya om Johnny " ucap adiknya lagi.
"hiks hiks mbak ga tau harus gimana , mbak udah terlalu jauh ngambil keputusan , mbak ga tau resiko dan apa yang bisa terjadi ke mbak " jelas intan
sambil mencoba menghentikan airmatanya agar terlihat tenang di depan adiknya , ia tak mau adiknya merasa khawatir .
"hey mana mbak ku yang dulu selalu ada ide walaupun mendadak , ayo dong mbak pasti dapet ide buat nyelesain ini " ucap nadia
yang mencoba menyemangati kakaknya , ia yakin kakaknya adalah orang yang kuat dan mampu menghadapi masalahnya .
"udah yuk nanti tambah malem " ajak intan pada nadia untuk pulang, dan tak terlalu berlarut pada kegalauannya .
"Oh yah cuma mau ngingetin mbak belum nglakuin mimpi terbesar mbak , ayah ibu naik haji" ucap Nadia
lalu berjalan mendahului Intan yang mendadak mematung mendengar itu .Mereka berdua sampai di rumah pada jam 7 malam dan langsung membersihkan diri .
" ey calon nya om johnny mau tanya emang keputusan mbak ada hubungannya ama si om , apa mbak sama si om marahan soalnya si om ga pernah ke sini " tanya nadia yang duduk di samping kakaknya di kasur .
" stop panggil mbak calonnya johnny , mbak cuma temenan aja sama dia , ya keputusan ini ada hubungannya juga sama dia , cuma ini kemauan mbak sendiri , mungkin sekarang dia lagi bahagia di korea sana , oh ya ingat kalo ada apa apa sama mbak dalam waktu dekat itu sepenuhnya tanggung jawab Dimas, mbak minta tolong kamu inget nama DIMAS oke udah mbak cape mau istirahat , sana ke kamar kamu " jelas intan mendorong adiknya
Lalu ,memeluk boneka domba kesayangannya .
"dih aku kira 2 bulan di luar negri udah lupa sama embe(domba) gembelnya ternyata masih suka tidur meluk tuh gembel " ejek nadia
"enak tau meluk nih boneka " ucap intan .
"trus kalo lagi ga di rumah gimana , masak kemana mana harus bawa si gembel" ucap adiknya .
tiba tiba intan berpikir suatu rencana yang dapat membantunya nanti .
"nggak , kalo tidur sama nih boneka enakan kalo di kamar ini , kalo gua ga ada di rumah trus nih boneka juga ga ada fiks mbak udah di bawa sama si dimas selamanya " ucap intan .
"ha maksudnya " ucap nadia kebingungan .
"udah pokoknya kalo nih domba ga ada di kamar ini gara gara DIMAS oke udah sana istirahat " ucap intan lalu memeluk adiknya .
"kenapa?" tanya nadia lagi .
__ADS_1
"udah cukup ingat yang mbak bilang " ucap intan lalu menutup pintu kamarnya .
.
.
.
.
.
ini sebenernya eps beda cuma gara gara akun gua eror , terus kehapus eps , yaudah gua gabung biar nyambung jadi eps ini sama selanjutnya ekstra panjang , cuss lanjut
KKN
2 minggu kemudian
Intan dan kevin yang terkenal sebagai musuh bubuyutan menjadi satu kelompok , karena mereka tidak hadir saat rapat kelas . Intan terpaksa menerima dan bersikap profesional .
"gua harap lo ga bikin masalah disana , jangan sangkutin masalah pribadi !" ucap intan tegas .
"ga gua paling bakal godain lo sepuasnya " bantah kevin dengan santainya .
"LO , GA PUAS UDAH NGAMBIL MITA DARI GUA " bentak intan .
" sabar tan sabar , tahan tan kita satu kelompok harus kompak " ucap astrid melerai pertengkaran mereka .
"huftt gimana kabar mita , kenapa dia berhenti ngampus " tanya intan menenangkan suasana .
" mm mita eh mita gapapa kok " jawab kevin dengan sedikit gugup , karena jika intan tau yang terjadi sebenarnya ia akan habis di amuk intan .
"Serius lo !" tanya intan lagi .
" eh udah bentar lagi nyampe , gelud mulu lo berdua ati ati nanti suka loh " celetuk dino teman kevin .
" cih ga mungkin lah selera kevin itu bukan kayak intan tau " ucap tiwi cabe cabean kampus .
Yup , selama KKN intan di terpa banyak masalah mulai dari dino dan tiwi yang jarang masuk karena mereka selalu mojok , sekalinya masuk tiwi hanya membuly intan .
namun intan tidak memperdulikan itu , ia hanya sedikit kesal karena kevin selalu mengikutinya dan astrid yang ambis hanya mementingkan nilai pribadinya .
" nggak gua udah " jawab astid singkat .
" gua boleh liat , bentar , gua mau kerjain sendiri kok" ucap intan meyakinkan astrid .
" nggak lo kan bisa cari contoh lainnya , ga boleh sama tau " tolak astrid .
" eh kita tuh kelompok , namanya kelompok yang pasti ada samanya lah " ucap kevin yang sedari tadi mengikuti intan .
" lo ngapain ngikutin gua mulu sih , udah sana lo sama dino " usir intan .
" jangan bilang dia mojok lagi sama tiwi , astaga !" ucap intan menepuk jidat nya .
Malam harinya
Mereka berlima tinggal di mess dekat kantor kelurahan desa tempat mereka KKN , hanya ada 2 kamar , intan mengajak tiwi sekamar namun tiwi menolak dan memilih sekamar dengan dino dan kevin .
namun kevin jarang di kamarnya ,ia lebih sering ke kamar intan dan astrid , dan selalu menolak thresome saat tiwi dan dino melakukan **** hampir setiap hari.
"kamu ikut gak nanti malem " ajak tiwi menggoda kevin .
" ga , gua mau nemenin intan ngerjain laporan , bentar lagi evalusi bulanan , KKN kita tinggal 2 bulan lagi " jelas kevin .
"tumben bijak lo , oh ya laporan kalian mana ? Jangan skidipapap mulu kita ini lagi di kota orang kita cuman ngampung disini di grebek warga mampus lo" ucap intan .
" ya lo jangan ember , oh ya tugas kita lo aja yang kerjain , gua mau balik kamar dulu , yuk yang " ucap tiwi menjambak rambut intan lalu melepaskannya dan pergi ke kamar .
[aku mau kau kesini sekarang ] chat dari dimas.
[ gua KKN , kata lo 2 bulan ini masih 1 bulan ] balas intan .
[ lebih cepat maka hidup lo aman ] balas dimas lagi .
[ gua KKN ini kelompok trus gimana kelompok gua ? Mereka ga tau apa apa ] balas intan lagi .
[oke tunggu aja besok ] balas dimas lalu off .
__ADS_1
"anj*ng " ucap intan lalu mematikan HP nya .
" jadi nggak kita ngerjain laporannya , gua bela belain cuma demi lo tau " tanya kevin .
" maksud lo " tanya intan heran dengan ucapan kevin .
" ya mungkin bener kata dino dulu , kalo berantem lama lama jadi suka " jelas kevin .
"ga ga , gua kan udah bilang jangan sangkut pautin masalah pribadi selama KKN " ucap intan .
" ya gimana namanya juga rasa " celetuk kevin dengan santai nya .
" ah udah udah gua mau ngerjain tugas , kalo lo masih mau bahas itu mending lo pergi " ucap intan
. " tapi gua serius , iya iya deh " ucap kevin . Mereka berdua pun mengerjakan tugas di rooftop sampai tengah malam .
Pagi harinya
" LEPASIN !" teriak kevin .
" jangan banyak bacot lo " ucap seseorang bertubuh kekar .
" tunggu aja bentar lagi kakak gua pasti kesini awas lo " ucap kevin .
" abisin aja deh dari pada berisik " ucap orang bertubuh kekar , hendak melayang kan pisau ke kevin , namun tiba tiba intan datang dan menggenggam pisau nya .
"dia ga ada urusan sama dimas , iya gua akan segera menyerahkan diri lepasin dia " ucap intan namun malah ia di dorong ke kamar mandi dan di kunci di sana .
Sementara kevin trus di keroyok oleh dua orang asing .
" LEPASIN GUA " ucap intan menggebrak gebrak pintu kamar mandi , sehingga meninggalkan banyak cap tangan dari darahnya di pintu dan dinding kamar mandi .
Saat kevin di bawa keluar untuk di bun*h , putra dan polisi datang dan menggerebek mereka . Sedangkan warga pergi mencari keberadaan intan , warga menemukan intan dalam kondisi selamat dan membawanya ke klinik terdekat .
" ini semua gara gara lo , lo itu ga bisa apa apa emang" ucap putra .
" gua cuma mau nyelametin dia , gua sayang sama dia " bantah kevin .
" lo inget mita di rumah kayak gitu juga gara gara lo , lo ga bisa ninggalin dia " ucap putra mengingatkan adiknya .
" tapi sekarang dia dalam bahaya , karena dimas , gua ga tau dimas siapa tapi dia yang udah buat semua kekacauan ini " jelas kevin .
" maksud lo " tanya putra
kevin pun menceritakan kejadian penculikannya saat tengah malam dan percakapan intan dengan 2 orang asing .
" gua ga tau maksudnya apa co ba lo tanya intan " ucap kevin .
Mereka berdua pun pergi ke klinik tempat intan di rawat , namun saat sampai disana , mereka tidak bertemu dengan intan , menurut warga intan sudah di bawa oleh om nya .
.
.
.
.
.
oke eps selanjutnya juga ekstra , soalnya yang kehapus 2 eps , jadi gua bagi di dua eps ini
maaf judulnya jadi rada ga pas
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
TERIMA KASIH:)
__ADS_1
SEMANGAT SEMUANYAAAAAAAA