
“aku juga bersyukur, aku banyak lewatin dan dapetin hal yang tak terduga bareng kamu yang juga selalu sabar dengan semua sikap aku , dan jauh dari dugaan aku, aku dapet orang yang mau dukung semua mimpi besar aku , yang kedengarannya konyol , tapi kamu mampu dengar semuanya dan tamping semuanya “ ucap Intan .
“ syukur Alhamdulillah buat kita berdua, eh itu key kayanya udah tidur lagi , aku mau ambil boxnya dulu yah , dari pada nanti ganggu key lagi “ ucap Johnny melihat Key yang sudah lumayan pulas namun belum melepas hisapannya .
“ iya ambil aja , udah lumayan kakiku kok “ ucap Intan lalu mengelus ngelus kepala Key .
“hiyak huh “ ucap Johnny menurunkan box berisi barang yang akan mereka rakit .
“ berat babe ?” tanya Intan .
“ lumayan , kayanya efek kelamaan ga ke gym , atau emang factor umur yah “ ucap Johnny membuka box
“ jarak umur kita cuma 8 tahun loh , jadi ga terlu tua lah hihi “ ucap Intan .
“ itu key udah lepas ?” tanya Johnny .
“ belum , key udah yuk nanti kamu kekenyangan “ ucap Intan dan berhasil membuat Key melepas hisapannya .
“ mana sini , aku taruh ke kamarnya , gitu dong pinter kan papa juga mau nyicipin “ ucap Johnny menggendong Key kembali ke kamarnya .
“ dasar “ ucap Intan yang hanya bisa menggeleng gelengkan kepala mendengar ucapan Johnny .
Intan menurunkan kakinya ke lantai tanpa mengubah posisi duduknya , ia meraih box yang telah Johnny buka , lalu mengeluarkan semua isi dan membaca buku petunjuk perakitan box bayi .
“ serius banget babe bacanya “ ucap Johnny yang baru saja keluar dari kamar Key .
__ADS_1
“oke paham , yuk babe kamu yang pasang aku yang nunjukin “ ucap Intan .
“ iya , ini di barangnya juga ada stiker nomornya , mungkin ini urutan buat masang “ ucap Johnny melihat ada nomor di setiap benda .
“ iya emang , tapi kan di baut bautnya ga ada nomornya “ ucap Intan .
“ hahaha iya iya , aku rakit nanti tinggal masang baut bautnya “ ucap Johnny mulai merakit box bayi untuk Key .
“ ukurannya cukup gede wahh , bahkan aku kayaknya cukup di sana “ ucap Intan .
“ oke baut terakhir , udah sini kamu “ ucap Johnny memasang baut terakhir pada box bayi Key lalu berdiri dan menghampiri Intan yang berada di kasur .
Johnny menggendong Intan dan menaruhnya di box bayi milik Key , namun Intan menarik Johnny untuk tidur dengannnya di box itu .
“ iya tahan getaran juga tuh “ ucap Johnny menjatuhkan satu kakinya untuk membuat posisinya sangat pas untuk mengungkung Intan .
“ terus maksudnya kamu , kita harus buat bayi di kasur bayi gitu , ada ada aja “ ucap Intan mendorong tubuh Johnny .
” hahaha tumben kamu pura pura ga tau , haha babe ngomong ngomong soal tadi , kan menurut kamu aku ga terlalu tua , aku tadi waktu gendong key bayangin , gimana gitu kalo aku udah kepala 4 tapi aku punya anak anak yang masih kecil haha emang itu yang bakalan terjadi , aku dulu dua selama 5 tahun bahkan ga bayangin bakalan nikah lagi , karna ya gitu aku mungkin akan ngerusak masa masa antara orang tua sama anak kalo aku punya anak “ ucap Johnny meluapkan pikirannya , memang itu biasa di lakukan olehnya dan Intan saat bersama .
“ dan saat itu tiba aku dengan bangga bakalan dukung kamu , aku yakin kamu jadi ayah yang baik , jadi kepala keluarga yang baik , kamu ga sendirian lagi , ada aku , kita jalani ini bareng , nanti kita rawat anak anak kita bareng , kita didik mereka bareng , kamu jangan merasa lemah , kamu tau babe , orang pada umumnya bakalan nikmatin masa tua dengan ketenangan tapi kamu malah pilih aku yang punya banyak mimpi ini , tapi aku tau kok , aku bakalan nempatin mimpi aku di kamu , aku istri kamu , meskipun aku pemimpi besar tapi tetep aku punya kamu “ ucap Intan memeluk tubuh Johnny .
“ makasih “ ucap Intan dan Johnny bersamaan .
“ ih bareng hahaha , jadi kita mau tidur di sini ?” ucap Johnny .
__ADS_1
“ iya hihi uji ketahanan beban dan tekanan “ ucap Intan
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
MAKASIH SEMUANYAAAA
__ADS_1