CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)

CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)
Privasi


__ADS_3

Nadia sedikit menegang saat Johnny menanyakan apa yang akan terjadi sehingga Nadia menawar waktu kepulangan Intan dari rumah sakit .


" lah bang Jo , tau dari mana aku mau ada acara ? " tanya Nadia mencoba tidak panik .


"ya nebak aja " jawab Johnny


" oh , ya udah tebak aku mau ada apa hayoo" ucap Nadia memberi tebakan .


" emang apa?" tanya Johnny .


" privasi jigeum, no kepo " ucap Nadia menjahili Johnny .


" sia sia gua nanya " ucap Johnny pasrah di jahili adik ipar nya


“ mmm bang boleh minta kunci rumah yang deket pantai nggak ?” tanya Nadia .


“ oh bentar , bi sayu , bi” panggil Johnny pada Bi Sayu .


“ ya tuan ada apa ?” ucap Bi Sayu yang baru saja datang dari halaman rumah .


“ minta tolong ambilin kunci rumah yang di meja riasnya intan “ perintah Johnny .


“ baik tuan “ ucap Bi Sayu lalu pergi ke kamar Johnny yang berada di lantai 2 .


“ loh emang semua pekerja , di bolehin keluar masuk kamar , setau aku mbak itu jaga kamar banget , pokoknya kamar itu privasi “ ucap Nadia setelah kepergian Bi Sayu .


“ ya kan mau ga mau bukan privasi , orang udah ada suami , ga sendirian lagi “ ucap Angga .


“ masih kok , pekerja di sini boleh masuk kamar kalau di suruh aja , jarang ada yang masuk , kalo kamar lain kaya kamar mama papa itu masih boleh , soalnya mama masih minta tolong bi sayu buat bantuin bersihin kamarnya , khusus kamar gua sama intan , intan sendiri yang bersihin , bahkan kamarnya cio udah mulai jarang di bersihin sama pekerja di sini “ ucap Johnny menjawab pertanyaan Nadia .


“ ngga heran sih “ ucap Nadia .


“ emang segitunya ?” tanya Rara .

__ADS_1


“ ya bukan berlebihan , kadang sifat intan yang selalu terbuka juga butuh ruang sendiri , gua juga selalu berusaha buat jaga privasinya , tapi sebisa mungkin buat sering share , ada manfaatnya juga , jaga privasi kamar , apa lagi buat suami istri kan “ ucap Johnny .


“ iya bang paham gua” ucap Nadia .


“ tuh ngga udah paham dia , gas ngga “ ucap Johnny menyenggol lengan Angga .


“ ya syukur deh , kalo gitu , nanti udah nikah ga perlu kode kode an “ ucap Angga .


“ yee kode kode , di kira kode morse pramuka apa “ ucap Nadia .


” bahas apa sih “ tanya Rara.


“ ini tuan kuncinya “ ucap Bi Sayu yang baru saja turun dari tangga .


“ ini, emang mau buat apa ?” tanya Johnny memberikan kuncinya .


“ mmm anu , mau buat pesta kecil kecil an aja “ ucap Nadia mencari alasan , dan memutuskan untuk merahasiakan juga pada Johnny .


“ oh ya udah “ ucap Johnny .


“ ya silahkan , asal jangan masuk ke kamar utama , semua kamar kuncinya sama , kecuali kamar gua “ ucap Johnny .


”beres deh , oh ya bang nanti jangan ada yang boleh ke sana yah “ ucap Nadia .


“ kenapa?” tanya Johnny .


“ pokoknya jangan deh “ ucap Rara .


“ ya udah bang dari pada tambah panjang kita balik dulu yah bang “ ucap Angga berpamitan pada Johnny lalu kedua tangannya menarik tangan Nadia dan Rara bersamaan .


“eh eh wasalamualaikum bang “ ucap Nadia dan Rara bersamaan .


“ waalaikum ssalam wah gila juga si angga sekali gandeng dapet dua “ ucap Johnny lalu melanjutkan pekerjaannya .

__ADS_1


“ ke rumah mbak dulu survey lokasi , nanti mampir ke toko hiasan , mau cari tali yang estetik buat gantungan dinding “ ucap Nadia memasuki mobil lalu duduk di samping kursi supir .


“ siap “ ucap angga yang duduk di samping Nadia .


“ buat apa tali ?” tanya Rara yang baru saja masuk mobil karena kesulitan saat kakinya sulit di tekuk .


“ buat gantung diri “ ucap Nadia yang sedang enggan untuk menjelaskan lagi pada Rara .


“ eh beneran , astaghfirullah istighfar nad baru tunangan loh “ ucap Rara .


Nadia yang mendengarnya menjadi malas dan memutar kedua bola matanya , sedangkan Angga yang berada di antara Rara dan Nadia hanya bisa mengelus dadanya.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


FAVORIT boleh


VOTE boleh


HADIAH boleh

__ADS_1


MAKASIH SEMUANYAAAA


__ADS_2