
“ mama , tadi cio habis dari kamar , cio ini nyiapin baju buat cio sendiri , bagus nggak ma ?” ucap Cio yang baru saja datang dan menunjukan setelan baju yang ia bawa dari kamar .
“ wah beneran , bagus banget , cio hebat banget sekarang bisa siapin baju sendiri , tos dulu , ya udah kamu ke kamar mandi aja , di sana udah ada papa , kalo minta bantuan bisa sama papa , nanti kalo minta keramasin bisa minta tolong mama , sana jangan jailin papa lagi yah “ ucap Intan memberi respon pujian pada Cio .
“ hihihi , siap mama “ ucap Cio lalu berlari menuju kamar mandi .
Intan menyiapkan baju untuknya dan Johnny , lalu membawa Key ke kamar mandi .
” kamu ga bantuin cio mandi “ tanya Intan .
“ ga mau, mandi sendiri katanya “ ucap Johnny .
“ ma , minta tolong keramasin cio, please “ ucap Cio dari ruang shower .
“ hihihi baru juga , mau bilang tumben , ya udah babe minta tolong kamu lepasin baju key “ ucap Intan lalu menyerahkan Key kepada Johnny .
“kalo gitu bukan mau mandi sendri , tapi emang nungguin kamu , lihat kakak kamu key “ ucap Johnny .
Intan membantu Cio untuk keramas , bukan tak mandiri , buktinya Cio hampir 4 tahun sekolah asrama , jadi otomatis dia juga terlatih untuk mandiri . tapi Cio tak ingin menyiakan kesempatan ,di keramasi oleh Intan adalah salah satu hal kesukaan Cio .
bahkan mulai dari saat Intan belum menjadi istri ayahnya yaitu Johnny , tapi saat ia tinggal dengan Intan di Chicago , Intan sudah menjadi ibunya terlebih dahulu , itu juga yang membuat Cio mudah bangkit dari rasa traumanya .
“ huu katanya mandiri” ejek Johnny saat melihat Cio yang baru saja keluar dari ruang shower .
“ biarin wle ” ucap Cio .
“ oh udah berani nakal yah , awas kamu papa gelitikin “ ucap Johnny .
__ADS_1
“ udah babe , gantian kamu mandi sana , cio kamu tunggu bentar di kamar yah sayang “ ucap Intan melilitkan handuk ke tubuh Cio .
giliran Intan kini harus memandikan Key , sementara Johnny pergi ke ruang shower untuk mandi , tak lama Johnny keluar dengan handuk yang menutupi pinggang ke bawah .
“ key tinggal apa babe ?” tanya Johnny yang tiba tiba memeluknya dari belakang .
“ kamu tanya key atau minta keramasin , ayo “ ucap Intan mengangkat Key dari bak mandi dan menyelimutinya dengan handuk , lalu menarik Johnny ke ruang shower .
“ hehe , tau aja “ ucap Johnny yang hanya bisa tersenyum malu .
“ kamu ngejek cio , tapi kamu sendiri malah gini , “ ucap Intan mengeramasi Johnny sambil duduk di pinggiran bathup .
“ hehe , ouh yah maaf tadi “ ucap Johnny .
“ maaf kenapa ?, sandaran ke bathup babe , merem “ ucap Intan menaruh kepala Johnny di bathup dan mulai membilas rambut Johnny .
“ putra ? , udah , nanti aku keringin , kamu bawa key ke kamar , gantian aku mau mandi dulu “ ucap Intan menutupi rambut basah Johnny dengan handuk .
“ kamu baik banget “ ucap Johnny mengecup kedua pipi Intan.
“ iyaa aku tau hihi , udah sana oh yah buangin air bekas buat mandiin key “ ucap Intan lalu masuk ke ruang shower untuk pergi mandi .
Tak lama Intan keluar memakai handuk bermodel kimono . Intan melihat Johnny dan Cio yang sama sama hanya memakai handuk di bagian bawah dan di bagian kepala mereka sedang bermain atau berusaha menghibur Key yang menangis di atas kasur .
“ kenapa ?, sini , pake baju dulu , sabar yah anak mama “ ucap Intan perlahan mulai memakaikan rangkaian perawatan untuk Key lalu mekaikannnya baju
di belakang Intan. Johnny dan Cio hanya bisa melihat Intan yang dengan telaten merawat Key , mereka juga menunggu bagian untuk di urus oleh Intan .
__ADS_1
“tan , kamu udah mandiin key , kamu bisa kan , mama masuk yah “ ucap Mama Seo dari luar kamar .
mama seo hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat keluarga kecil di depannya , bagaimana tidak Intan seperti mempunyai bukan hanya satu bayi tapi juga 2 bayi besar yang sama sama bersikap sangat manja pada menantunya itu .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
MAKASIH SEMUANYAAAA
__ADS_1