
mereka bertiga bersantai sambil menikmati makanan .setelah menghabiskan makanan dan membersihkan tempat laundry Nadia dan Mbak Ismi mengusung beberapa baju yang telah mereka kemas lagi setelah mereka cuci ke depan , sembari Rara mengunci pintu tempat laundry .
" eh kunci mobil mana " tanya Nadia mengangkat kantong plastik di masing masing tangannya .
" ga ada di gua , bukan gua yang bawa " ucap Mbak Ismi .
" yang pasti ga mungkin di Rara " ucap Nadia mendapat gelengan kepala dari Rara .
" masa di gua ? " ucap Nadia
" cek aja coba " ucap Mbak Ismi .
Nadia merogoh saku celana nya dan tak menemukan kunci mobil . juga pada saku jaketnya . Nadia menoleh ke arah Mbak Ismi dan rara lalu memberikan gelengan .
“ eh wait , kok ga ada mobil “ ucap Nadia melihat ke halaman tempat loundry yang hanya ada mobil pick up .
“ lah iya , mobilnya kan di bawa kevin sama adi ke rumah intan “ ucap Mbak Ismi .
“ jangan bilang kita harus naik pickup “ ucap Rara .
“gua bisa nyetir mobil pickup , gampang deh “ ucap Mbak Ismi .
“ seriusan , trus ini barang barang gimana bawanya “ ucap Nadia .
“ udah deh percaya , sekarang ra ayo naik , gua bantu “ ucap Mbak Ismi .
Rara naik ke mobil pickup dan duduk di kursi penumpang yang posisinya sediki di tengah dekat dengan kursi supir .
“ lo bantu gua ngangkat ini masukin ke belakang pickup “ ucap Mbak Ismi menunjuk kantong plastik berisi pakaian yang telah mereaka cuci tadi .
Nadia menuruti Mbak Ismi dan membantu mengangkat kantong plastik lalu menaruhnya di bagian belakang mobil pick up .
__ADS_1
“ trus ?” tanya Nadia .
“ ya naik aja di samping rara , gua yang nyupir “ ucap Mbak Ismi berjalan di sisi kanan menuju kursi supir . setelah semuanya baik Mbak Ismi mengecek tombol tombol yang ada di depan .
“ oke sama aja “ ucap Mbak Ismi memastikan kalau ia tau semua tombol yang ada di depannya .
“ mbak yakin mbak bisa “ ucap Nadia ragu kalau kakaknya dapat mengendarai mobil pickup .
“ dulu gua pernah belajar nyupir ginian , tapi udah lama juga gak nyoba lagi “ ucap Mbak Ismi menyalakan mesin mobil .
“ udah gas aja “ ucap Rara yang berada di tengah yang terlihat eksited berbeda dengan nadia yang sedikit ragu dengan Mbak Ismi .
“lo kenapa kelihatannnya seneng banget ra ?” tanya Nadia .
“ udah lama ga naik pick up dulu sering sama ayah ikut naik puck up waktu ayah di suruh panda ngangkut tanah buat ratain tanah kavlingan punya panda “ ucap Rara dengan kegirangan .
“ ha panda ?” tanya Mbak Ismi .
“ oh ya masih ingat gua , masih manggil panda lo ra , padahal orangnya udah bercucu “ ucap Mbak Ismi yang ikut tersenyum mengingat panggilan yang di gunakan rara untuk Pak Slamet .
“ yah gimana lagi udah biasa “ ucap Rara .
“ iya mau manggil ayah juga , rara manggil ayahnya sendiri juga ayah “ ucap Nadia .
“ ya iya sih kaya ga ada yang lain aja “ ucap Mbak Ismi .
“ mbak yakin mau lewat jalan raya , kenapa ga lewat dalem aja “ ucap Nadia mengingat hari ini adalah hari senin yang biasanya polisi oprasi lalu lintas .
“ kalo lewat dalem , muternya jauh nad , kan rumahnya deket pantai , jadi harus nyisir pantai sepanjang pinggiran kota dong, kalo lewat jalan raya tinggal lurus aja “ ucap Mbak Ismi .
“ kalo ada polisi gimana dong ?” tanya Nadia.
__ADS_1
“ itu di depan “ ucap Rara yang melihat polisi diperempatan di depannya .
“yah gimana dong , mbak puter balik mbak , cepet mbak “ ucap Nadia yang panik .
“ udah serahin deh sama gua “ ucap Mbak Ismi menggampangkan ucapan Nadia yang terlihat sangat panik .
Mbak Ismi dengan santai nya masih melajukan pick up yang ia kendarai lurus ke depan , yang akan melewati gerombolan polisi yang sedang melakukan oprasi , disana juga sudah ada beberapa pengendara yang di tilang , namun Mbak Ismi tanpa ragu ingin melewatinya .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
MAKASIH SEMUANYAAAA
__ADS_1