CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)

CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)
Tilang


__ADS_3

mereka bertiga bersantai sambil menikmati makanan .setelah menghabiskan makanan dan membersihkan tempat laundry Nadia dan Mbak Ismi mengusung beberapa baju yang telah mereka kemas lagi setelah mereka cuci ke depan , sembari Rara mengunci pintu tempat laundry .


" eh kunci mobil mana " tanya Nadia mengangkat kantong plastik di masing masing tangannya .


" ga ada di gua , bukan gua yang bawa " ucap Mbak Ismi .


" yang pasti ga mungkin di Rara " ucap Nadia mendapat gelengan kepala dari Rara .


" masa di gua ? " ucap Nadia


" cek aja coba " ucap Mbak Ismi .


Nadia merogoh saku celana nya dan tak menemukan kunci mobil . juga pada saku jaketnya . Nadia menoleh ke arah Mbak Ismi dan rara lalu memberikan gelengan .


“ eh wait , kok ga ada mobil “ ucap Nadia melihat ke halaman tempat loundry yang hanya ada mobil pick up .


“ lah iya , mobilnya kan di bawa kevin sama adi ke rumah intan “ ucap Mbak Ismi .


“ jangan bilang kita harus naik pickup “ ucap Rara .


“gua bisa nyetir mobil pickup , gampang deh “ ucap Mbak Ismi .


“ seriusan , trus ini barang barang gimana bawanya “ ucap Nadia .


“ udah deh percaya , sekarang ra ayo naik , gua bantu “ ucap Mbak Ismi .


Rara naik ke mobil pickup dan duduk di kursi penumpang yang posisinya sediki di tengah dekat dengan kursi supir .


“ lo bantu gua ngangkat ini masukin ke belakang pickup “ ucap Mbak Ismi menunjuk kantong plastik berisi pakaian yang telah mereaka cuci tadi .


Nadia menuruti Mbak Ismi dan membantu mengangkat kantong plastik lalu menaruhnya di bagian belakang mobil pick up .

__ADS_1


“ trus ?” tanya Nadia .


“ ya naik aja di samping rara , gua yang nyupir “ ucap Mbak Ismi berjalan di sisi kanan menuju kursi supir . setelah semuanya baik Mbak Ismi mengecek tombol tombol yang ada di depan .


“ oke sama aja “ ucap Mbak Ismi memastikan kalau ia tau semua tombol yang ada di depannya .


“ mbak yakin mbak bisa “ ucap Nadia ragu kalau kakaknya dapat mengendarai mobil pickup .


“ dulu gua pernah belajar nyupir ginian , tapi udah lama juga gak nyoba lagi “ ucap Mbak Ismi menyalakan mesin mobil .


“ udah gas aja “ ucap Rara yang berada di tengah yang terlihat eksited berbeda dengan nadia yang sedikit ragu dengan Mbak Ismi .


“lo kenapa kelihatannnya seneng banget ra ?” tanya Nadia .


“ udah lama ga naik pick up dulu sering sama ayah ikut naik puck up waktu ayah di suruh panda ngangkut tanah buat ratain tanah kavlingan punya panda “ ucap Rara dengan kegirangan .


“ ha panda ?” tanya Mbak Ismi .


“ oh ya masih ingat gua , masih manggil panda lo ra , padahal orangnya udah bercucu “ ucap Mbak Ismi yang ikut tersenyum mengingat panggilan yang di gunakan rara untuk Pak Slamet .


“ yah gimana lagi udah biasa “ ucap Rara .


“ iya mau manggil ayah juga , rara manggil ayahnya sendiri juga ayah “ ucap Nadia .


“ ya iya sih kaya ga ada yang lain aja “ ucap Mbak Ismi .


“ mbak yakin mau lewat jalan raya , kenapa ga lewat dalem aja “ ucap Nadia mengingat hari ini adalah hari senin yang biasanya polisi oprasi lalu lintas .


“ kalo lewat dalem , muternya jauh nad , kan rumahnya deket pantai , jadi harus nyisir pantai sepanjang pinggiran kota dong, kalo lewat jalan raya tinggal lurus aja “ ucap Mbak Ismi .


“ kalo ada polisi gimana dong ?” tanya Nadia.

__ADS_1


“ itu di depan “ ucap Rara yang melihat polisi diperempatan di depannya .


“yah gimana dong , mbak puter balik mbak , cepet mbak “ ucap Nadia yang panik .


“ udah serahin deh sama gua “ ucap Mbak Ismi menggampangkan ucapan Nadia yang terlihat sangat panik .


Mbak Ismi dengan santai nya masih melajukan pick up yang ia kendarai lurus ke depan , yang akan melewati gerombolan polisi yang sedang melakukan oprasi , disana juga sudah ada beberapa pengendara yang di tilang , namun Mbak Ismi tanpa ragu ingin melewatinya .


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


FAVORIT boleh


VOTE boleh


HADIAH boleh


MAKASIH SEMUANYAAAA

__ADS_1


__ADS_2