
Angga menoleh ke Nadia yang terlihat bad mood , Angga sudah Biasa dengan mood Nadia yang kadang berubah dengan cepat , sedangkan ia juga berada di tengah Nadia dan Rara yang sedang kebingungan dengan ucapan Nadia .
“ ra please yah , masa iya gantung diri nyari tali yang estetik , niat banget , kan tadi udah bilang buat di gantung di dinding , masa ada orang gandung diri nemplok di dinding “ ucap Angga mencoba membuat Rara mengerti .
“ telaten banget ngga jelasinnya “ ucap Nadia yang sepertinya cemburu .
“ ah tau deh , gua diem aja “ ucap Angga yang pusing berada di antara upin upinnya keluarga Slamet .
Angga pun melajukan mobilnya menuju toko hiasan untuk mencari tali sesuai permintaan Nadia , setelah sampai mereka pun turun tak sampai masuk hanya sampai di depan kasir , karena mereka tak ingin lama lama di luar ruangan saat siang hari dengan udara yang cukup panas .
“ mbak tali rami yang ukurannya agak tebelan ada ?” tanya Nadia pada pegawai yang berjaga di dekat kasir .
“ ada , butuh berapa meter kak?” tanya pegawai tersebut .
“ eh berapa yak , kan dri pintu depan ke pintu ruang bayi letaknya kan di lantai atas lumayan , rumahnya kan gede banget “ tanya Nadia berdiskusi dengan Rara dan Angga .
“ 15 meter , nanti kalo ga cukup yah balik lagi “ ucap Angga memperkirakan jarak antara kamar ke pintu depan .
“ ih yang sekalian dong , ini kan nempel di dinding bukan ngegantung biar ga ganggu jalan , 30 meter lah mbak “ ucap Nadia pada pegawai .
“ wah , baik kak saya ambilkan “ ucap pegawai terkejut lalu pergi ke gudang persediaan untuk mengambil tali yang Nadia pesan .
“ tuh ra , masa iya gua gantung diri pake tali rami “ ucap Nadia .
__ADS_1
" ya kali kan “ ucap Rara .
“ ya lo pikir gantung diri talinya 30 meter , emang mau gantung diri di pesawat gitu , keren ngga tuh detik detik kematiannya lihat pemandangan “ ucap Nadia .
“omongin apa sih kalian berdua , yang di bahas creepy banget “ ucap Angga .
setelah pegawai kembali dari gudang dan membawa barang yang Nadia inginkan mereka pun membayar dan langsung melanjutkan perjalanan ke rumah Intan yang berada di pinggiran kota dekat pantai .
mereka pun sampai Nadia turun dari mobil dahulu untuk membuka pintu gerbang dan berjalan masuk untuk membuka pintu rumah .
“ ra lo bukain semua kamar tamu yang di lantai bawah , trus kalo udah cek di dapur ada bahan buat di masak nggak , gua sama angga mau beresin kamar buat bayi sama mau pasang pasangin talinya “ ucap Nadia .
lalu Angga dan Nadia pergi kelantai atas meninggal rara yang di lantai bawah , karena pasti Rara kesulitan untuk menaiki tangga saat kakinyadi gips.
Rara membuka kamar tamu di rumah Intan ada 3 kamar tamu dan hanya satu yang bisa di buka , namun kamar itu telah di alih fungsikan menjadi gudang .
“ GAMPANG DEH RA , SEKARANG CEK AJA , ADA YANG BISA DI MASAK GAK , KALO ADA , MASAK AJA YANG LO BISA , BENTAR LAGI GUA SELESAI “ jawab Rara .
“ RA NAD LAIN KALI GA PERLU TERIAK TELFON AJA , BUDEG GUA LAMA LAMA “ ucap Angga yang sedang memasang tali di tangga .
“LO JUGA TERIAK “ ucap Rara dan Nadia .
Rara memeriksa kulkas ada sedikit bahan makanan yang bisa di masak namun Rara bingung mau memasak apa , lantaran Rara jarang masak saat di rumah biasanya di masakkan oleh mama nya yaitu Lek Mimi , Rara pun memutuskan untuk membuat minum untuk mereka dan hanya membuat sandwich .
__ADS_1
“buat apa ra ?” tanya Angga yang sedang memasang tali di dinding ruang tamu .
“ cuma sandwich , bingung mau buat apa “ ucap Rara .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
__ADS_1
HADIAH boleh
MAKASIH SEMUANYAAAA