
" eh gimana gendongnya " ucap Johnny kebingungan karena biasanya cukup mudah untuk menggendong Intan dari depan , namun sekarang terhalang perut besar Intan.
" ya kayak biasanya , dari samping , ala pengantin baru gitu" ucap Intan .
" nah gini , kan enak " ucap Johnny menggendong Intan seperti yang di katakan Intan.
" ya udah cuss , kesana " ucap Intan pada Johnny untuk membawanya ke lahan dekat kolam , tempat mereka saling pukul , Johnny pun menurutinya .
“ eh udah turunin , biar luwes “ ucap Intan memberontak dari gendongan Johnny lalu Johnny menurunkan Intan di depan kevin .
“ anu vin gua sebenernya emang udah maafin lo , udah kok “ ucap Intan sambil membantu Kevin berdiri dan membuat Johnny kebingungan .
“ huh syukur “ ucap Kevin membenarkan bajunya yang berantakan.
“vin “ panggil Intan .
“ ap-“ ucapan Kevin terpotong .
“"BUAGHhh””
Pukulan keras dari Intan membuat Kevin tersungkur kebelakang karena belum siap menerima itu .
“ tan astaghfirullah “ ucap semua orang melihat tingkah laku ibu hamil dan juga menghawatirkan kandungannya juga.
“hehe , hiihh , sebenernya dalem ati gua banyak kata kata kasar hihhh” ucap Intan berusaha menahan emosinya agar tak bergejolak lebih .
“ mbak masih belum lega ?” tanya Rara .
“ ya menurut lo , dia gampang banget mau sama lo “ ucap Intan .
“ satu lagi aja mbak itung itung restu “ usul Rara membuat Kevin hanya bisa pasrah .
“thanks “ ucap Intan berterima kasih pada Rara karean sudah mengizinkan .
__ADS_1
“”BUAGHH””
Satu lagi pukulan keras mendarat pada wajah kevin .
“akh” pekik Kevin kesakitan karena pukulan terakhir Intan yang cukup keras .
“AKKHH” teriak Intan tiba tiba karena merasakan kesakitan pada perutnya .
“ intan masih belum lega itu padahal emosinya “ ucap Mbak Ismi yang mengerti emosi adiknya , namun Intan sudah jatuh di pangkuan Johnny .
” PERAWAT BRANKAR , CEPAT “
teriak dita memberikan perintah pada para perawat setelah melihat kaki Intan yang basah karena air ketuban yang pecah , Intan sudah memasuki pembukaan ke 4 nya . Johnny menggendong intan ke atas brankar .
“ lo ! kenapa lo ninggalin gua , gua butuh lo , kenapa ikut emosi , AKHH” ucap Intan penuh emosi setelah menjambak rambut Johnny .
Selama perjalan ke ruangan , Intan terus menjambak Johnny. Johnny hanya bisa pasrah karena merasa bersalah juga . Dita hendak memasang infus pada tangan Intan .
“5-7 jam lagi kemungkinan lahiran “ ucap Dita setelah memeriksa Intan .
“ kenapa dia sesakit itu , apa emang kayak gitu “ ucap Johnny yang khawatir melihat kondisi Intan yang sangat lemah karena merasakan kesakitan .
“ dia di induksi …, oh ya , sementara temenin dia dulu “ ucap Dita yang teringat sesuatu lalu pergi meninggalkan ruangan .
“mianhae, jambak aku lagi “ ucap Johnny yang kembali duduk di dekat ranjang Intan dan mengarahkan tangan Intan ke kepalanya untuk menjambaknya lagi .
“nih , gak gak , babe Akh , uhh umur ga ada yang tahukan “ ucap Intan yang sudah mereda emosinya dan masih merasakan kesakitan .
“ jangan gitu babe , maaf” ucap Johnny menciumi kedua tangan Intan .
Hampir setengah jam berlalu , mereka masih di posisi yang sama , bahkan Johnny mempererat genggaman tangannya saat tahu Intan sudah masuk pembukaan ke lima .
Keluarga tidak di perbolehkan masuk semua orang menunggu dengan perasaan cemas di depan termasuk saat Dita keluar dan kembali lagi dengan sedikit berlari .
__ADS_1
“ oke suster 2 botol todicsin , dosis rendah , dokter utama mengizinkan penggunaan obat itu , rumah sakit ini juga melegalkan tindakan induksi untuk memperlanjcar persalinan “ ucap Dita , suster memberikan 2 botol obat todicsin sesuai permintaan Dita , Dita hanya menyuntikkan satu botol .
“ kemungkinan , proses persalinan akan lebih singkat , apa perlu anestesi” ucap Dita .
“ ga usah dit udah ga terlalu sakit “ ucap Intan .
“ oke , gua ada disini buat mantau keadaan lo “ ucap Dita duduk di sofa depan ranjang Intan .
“ gua ijin kemar mandi sebentar” ucap Johnny dengan mata sembab mendapat anggukan dari dita dan intan .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
MAKASIH SEMUANYAAAA
__ADS_1