
Mereka berdua pun menghabiskan 2 minggu mereka dengan tenang , selama disana mereka saling menyembunyikan saat mereka latihan lagu dan nada untuk rekaman .
Dimas memang sengaja membuat mereka saling mengorbankan diri satu sama lain dan memainkan perasaan mereka . Sebenarnya dimas hanya berniat membalaskankan dendam pada johnny saja , Namun setelah intan menawarkan diri , Dimas bertambah senang .
Johnny pun tidak tahu kalau setelah menghabiskan waktu dengannya. intan akan menyerahkan diri ke dimas dan mengorbankan diri , yang ia tahu setelah ia menyetujui perjanjian karina , ini adalah awal dari akhir penderitaan intan .
Begitu pun sebaliknya , Intan mengira setelah ia menyerahkan diri , Hidup johnny akan tenang , Namun intan tidak tahun rencana licik apa yang akan terjadi pada nya dan johnny . Intan juga tak tahu apa yang akan terjadi padanya setelah menyerahkan diri , mungkin mati ?
Intan pun berpamitan pada keluarga seo dan cio juga . Intan sengaja menolak tawaran putra untuk menghantarkannya ke bandara , karena intan bukan mau pulang tetapi ia masih harus rekaman lagu . Saat di ruang latihan intan menyanyi sekeras kerasnya untuk melampiaskan kekesalan dan kesedihannya .
" jika suasana hatimu sedang tidak pas , kau bisa menunda rekamannya " ucap produser lagu .
" oh mianhe sajangnim , andwe , andwe , naneun gwechanha" ucap intan .
(oh maaf pak , tidak , tidak , saya baik baik saja-artinya ) .
" tidak tidak aku bisa bahasa inggris " ucap nya .
" hum ok " ucap intan singkat .
" ya sudah ayo mulai rekaman " ajak produser intan pun mengikutinya ke studio.
Setelah rekaman produser mngajaknya makan siang bersama .
"heol , kamu tadi melakukan nya sangat baik , kamu cepat belajar , hebat " puji produser.
" terima kasih pak" ucap intan .
" oh kamu kelahiran tahun berapa ? " tanya produser .
__ADS_1
" 03 line pak , kalau bapak? " tanya intan balik .
" saya 99l , aku tidak mau ini terus menjadi canggung , namaku rey " ucap rey .
"oh aku intan , bapa seumuran dengan kakakku di indonesia , apa bapa sudah menikah ? " tanya intan .
Namun tiba tiba ia teringat kakaknya yang sudah melahirkan namun ia belum melihat keponakannya .
" oh kamu merindukan kakakmu , anggap saja aku kakakmu , jadi panggil aku Oppa saja " ucap rey .
" ya aku inggin tahu kabarnya setelah melahirkan , aku belum melihat keponakanku " jelas intan .
" oh kakak mu sudah menikah dan mempunyai anak wahh , aku seumurannya tapi aku belum menikah " ucap rey dengan canggung .
" oh maaf Oppa , aku telah membahas itu " ucap intan dengan canggung.
" oh tak apa memang itu faktanya , tapi apa kamu ada waktu untuk jalan denganku , siapa tau pertemuan ini adalah akhir status singgleku " ajak rey memberanikan diri .
" Oh tak apa , aku akan menunggu mu kembali ke korea dan kita akan berjalan jalan bersama " ucap rey mencoba mengerti .
" um aku merasa tidak enak jika Oppa harus menunggu , jadi jangan terlalu menungguku " ucap intan .
" oh apa kamu punya pacar , atau kau melakukan ini untuk pacar mu ? " tanya rey .
" sebenarnya bukan pacar , aku hanya membantunya agar dia bisa bebas dari masalah ini , oh Oppa tau masalah ini ? " ucap intan .
" ya sebenarnya aku tahu , aku mengamati berita kalian , dan aku bekerja di agensi milik Pak dimas , tapi melihatmu aku sangat tidak tega , mungkin saat ini berakhir aku akan lebih memilih mendukungmu dan jika bukan pacar siapa laki laki itu" jelas rey .
intan pun menjelaskannya semua dan meminta rey untuk tutup mulut . Mereka pun saling berpamitan untuk pulang.
__ADS_1
" Hmm aku harap ini memang awal dari akhir penderitaan sahabatmu , dan oh ya jangan lupakan aku ya" ucap rey .
" ne Oppa , See you" ucap intan lalu menaiki taxinya menuju bandara .
(ya kakak , jumpa lagi-artinya)
.
.
.
.
.
ciee yang senin udah *** lagi , walaupun online tapi pusingnya nyata wkwk
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
__ADS_1
TERIMA KASIH:)