CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)

CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)
Di Jalani Saja


__ADS_3

“aku yang ngisi rap yah , papa gitaran aja “ ucap Cio duduk membelah Intan dan Johnny .


" yah kan rencana awalnya yang duet mama sama papa , mama juga ngajak papa bukan kamu " ucap Johnny.


" ya udah sih babe , kamu juga udah sering nyanyi sama aku " ucap Intan .


" ya tapi kan , ga " ucap Johnny masih menolak untuk Cio ikut serta .


" mau nyanyi bertiga , atau Intan nyanyi sama gua aja " ucap Putra .


" paan Lo!! " ucap Johnny lalu mulai memainkan gitar , dan di ikuti Intan dan cio yang menyanyi secara bergantian .


Rara melamun sepanjang nyanyian meratapi nasibnya yang sedikit sama dengan arti dan bahkan music videonya sama seperti yang Rara alami .


Intan selesai menyanyi dan mendapat tepuk tangan dari para penonton yang ada , ya banyak orang yang ikut bergabung , beberapa suster yang sedang beristirahat ikut bergabung .


“ mmm mbak mulai sekarang yang ngajarin aku , biar mas kevin aja , mas angga biar focus sama pekerjaannya “ ucap Rara yang berniat berbicara pelan namun Rara lupa jika Intan memegang mic , yang akhirnya di dengar oleh orang orang .


“ iya juga mas kevin kan kerja sama ayah dapat beberapa bulan , lumayan paham lah dan bisa ngajarin rara , lagi pula angga kan dosen bahasa , bukan management “ saut Nadia dari barisan belakang penonton.


“ kan aku udah S1 managemen pemasaran juga nad “ ucap Angga.


“ iya juga kamu mahasiswa akselerasi di kelas saya kan “ ucap Johnny membenarkan kalau Angga adalah alumni mahasiswa yang Ia ajar .


” ya tujuan awal kamu kuliah manajemen kan buat ngurus perusahaan papa kamu , apa ga riweh” ucap Nadia masih mencoba meyakinkan Angga .

__ADS_1


“ ga, sejauh ini masih bisa ngatur waktu , rara juga ga nyusahin sama sekali “ ucap Angga .


“ angga ga boleh murka satu aja “ ucap Bu Dosen alias Mama Angga yang sepertinya tau kalau Nadia mempunyai perasaan terhadap anaknya .


Lagi pula Bu Yuli dan Bu Dosen juga sering membicarakan kedekatan anak mereka dan berencana menjadi besan 5 langkah dari rumah .


“ ya gapapa kalau kevin ga keberatan “ ucap Intan karena pemegang keputusan tertinggi ada di Intan dan Pak Slamet kalau soal mengatur bisnis keluarga .


“ gapapa kok , biar bisa kenal dekat juga “ ucap Kevin membuat pipi Rara memerah .


” emang raranya mau lo deketin ?” tanya Johnny .


“ kalo soal mau , yah mau mau aja , tapi ga tau lama kelamaannya , jadi di jalani aja “ ucap Rara .


“ biasanya vin kalo kata di jalani aja itu ujungnya jadi juga , 3 tahun lalu ada karyawan yang diajak nikah sama bossnya awalnya nolak trus bilang di jalani aja , eh sekarang jadi “ sindir Putra karyawan yang di maksud adalah Intan .


“ ketemu juga kamu sama om om , ga usah cari deh kevin juga lumayan mapan “ ucap Lek Mimi


Lek Mimi yang cukup kenal dengan Kevin yang beberapa bulan ini berkerja dengan kakak iparnya yang otomatis sering bertemu dengan Lek Mimi , karena laundry yang di kelola Lek Mimi juga bagian dari bisnis keluarga Pak Slamet .


“ lah mama ngebolehin ?” tanya Rara yang terkejut mendengar perkataan mamanya .


“ ya gapapa kalo niat serius “ ucap Ayah Rara .


“ tuh nad rara aja udah langsung serius , kamu ga bosen main main mulu , bukannnya kamu rencana mau nikah muda” ucap Mbak Ismi mengingatkan Nadia dengan wishlistnya .

__ADS_1


Nadia menoleh ke Angga dengan menaikkan alisnya seolah mengode kalau Angga lah yang ia tunggu .


“oke fine , akhirnya jinak juga nih buaya betina , kata mbak intan buaya betina itu ga bisa di biarin , jadi gua gamau pacaran , tapi gua ngertiin lu , lo belum setahun jadi pramugari dan setau gua pramugari ga boleh nikah selama kontrak “ ucap Angga lalu bersimpuh di hadapan Nadia .


“ so wil you marry me “ ucap Angga mengeluarkan cincinnya dari saku celananya . Nadia kaget dan menganguk bahagia .


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


FAVORIT boleh


VOTE boleh

__ADS_1


HADIAH boleh


MAKASIH SEMUANYAAAA


__ADS_2