
“ yah pah browniesnya , iya pah biar johnny ngomong sama intan nanti “ ucap Johnny hanya pasrah kue buatannya di makan oleh Papa Seo .
“oh yah kalo emang rumahnya kurang gede , biar nanti papa renovasi sekalian jadiin mansion aja , nanti pegawainya pindah sementara ke sini “ ucap Papa Seo masih sambil menikmati per potongan brownies buatan Johnny .
“ jangan deh kasian bi sayu rumahnya jauh dari sini “ ucap Johnny .
“ yaudah , saran papa kamu juga harus bisa bikin keputusan kamu sendiri , papa tau intan itu bisa bedain mana yang benar dan tepat buat keluarganya , tapi kamu sebagai kepala rumah tangga harus bisa jagain keluarga kamu , jagain intan , dia anak cewek kesayangan papa , yaudah papa ke atas dulu “ ucap Papa Seo mengambil potongan terakhir brownies .
“ manis sih omongannya papa , tapi yah gitu abis juga nih brownies , bikin spoonscake aja deh , masih nutuk lah “ ucap johnny memperkirakan waktunya sambil melihat jam dinding .
Sementara di rumah sakit .
Lek Mimi sedang bermain HP dan bersantai di sofa , Intan sedang menonton acara idol korea kesukaannya di TV yang tersedia di ruangannya .
“”tring tring tring”” suara nada dering telfon yang terdengar samar .
“HP siapa?” tanya Lek Mimi masih berfokus pada layar HPnya.
“lah emang ada HP siapa aja “ tanya Intan balik , karena HP Intan sudah di serahkan ke polisi tadi siang .
sedangkan di ruangan itu hanya ada Intan dan Lek Mimi . Nadia dan Mbak Ismi membawa HPnya saat ke kantin tadi
“ga ada HP lu kali “ucap Lek Mimi setelah melihat sekeliling tak menemukan HP lain .
“ bentar , coba deketin HP lek ke telinga, gimana “ ucap Intan menaikkan satu alis saat Lek Mimi mendengarkan nada dering panggilan masuk dari HPnya .
“eh iya , oh rara” ucap Lek Mimi cengengesan .
“nah itu , padahal di pegang sendiri loh , uhgg” ucap Intan lalu terpotong karena merasakan mulas pada perutnya .
__ADS_1
“ASSALAMULAIKUM MA!!, INI GIMANA MONTY ANAKNYA DI AJAK LARI LARI “ ucap Rara saat telfonya baru di angkat .
“WAALAIKUM SALAM , MAKSUDNYA GIMANA ?” tanya Lek Mimi berteriak juga .
“augh lek kenapa teriak juga “ ucap Intan masih menahan sakit .
“hehe reflek maap , kata rara monty lahiran , anaknya masih nyantol , tapi monty udah panik di bawa lari lari “ ucap Lek Mimi setelah menutup telfon .
“ pulang aja lek gapapa , bentar lagi mas johnny kesini , kasian rara bingung itu, monty emang baru pertama lahiran “ ucap Intan .
”lah emang baru pertama gitu , lu nggak bakalan lari lari kan kalo anaknya udah keluar “ ucap Lek Mimi .
“ astaga , ga lah masih manusia ini “ ucap Intan .
“ya kirain , orang dulu bilangnya mau nikah sama miko aja kucing jantan kesayangan kamu “ ucap Lek Mimi .
“ga jadi , udah sana kasian rara , om masih di kantin kan ?” ucap Intan .
“ iya lek , itu kebetulan dokternya dateng lagi “ ucap Intan melihat Dita memasuki ruangannya .
“ dok titip bentar yah “ ucap Lek Mimi lalu pergi .
“ kemana semua , perasaan tadi rame “ ucap Dita mulai memeriksa keadaan Intan dan kandungannya .
“ yah mangkanya jangan pake perasaan hihihi “ ucap Intan .
“ huft udah deh lo , dari kapan lo nahan huh , pembukaan ke 3 , lo mau ngelahirin tan, ini bukan kesakitan yang biasa lo tahan , keluarga lo berhak tau kesakitan lo ini “ ucap Dita .
setelah omelan Dita , barulah Intan menunjukan rasa sakitnya karena kontraksi di pembukaan ketiga yang Ia tahan sejak bersama Lek Mimi tadi , Intan tak ingin merepotkan Lek Mimi , karena Ia sedang hanya bersama dengan Lek Mimi .
__ADS_1
“akh dit aa” ucap Intan menggenggam erat tangan Dita .
“ rileks tarik nafas buang “ ucap Dita memandu Intan untuk menenangkan diri .
“ dita gua boleh minta tolong temenin gua di sini “ ucap Intan .
“ kenapa masih minta? “ ucap Dita .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
__ADS_1
MAKASIH SEMUANYAAAA