
pagi hari itu matahari masih belum terlalu tinggi , Intan bergerak gusar di dalam pelukan Johnny , beruntung sekali Key tidak memberi ganguan pada kedua orang tuanya
dari ibu nya yang di cap bumil ajaib saat mengandung dirinya , kini mungkin bayi itu mendapat warisan cap sebagai bayi ajaib .
“ babe … bangun ,sholat subuh , ajak cio juga , ayoo bangun “ ucap Intan tangannya mengelus elus wajah Johnny .
“ hmm bentar ngumpulin nyawa “ ucap Johnny dengan suara seraknya .
“ babe , aku ga denger suara nangisnya key , atau emang ga nangis “ ucap Intan .
“ emang pinter anak kita , babe “ ucap Johnny lalu menarik wajah Intan dan memberinya kecupan .
“ aku ke cio dulu yah , kamu kalau mau pake kamar mandinya pake aja , aku pakai kamar mandinya cio , lagi pula kerja di rumah , males mandi hihi“ ucap Johnny beranjak dari ranjang dan pergi ke ruang ganti untuk mengambil celana panjang dan kaos .
“ pumpung masih tidur anaknya , aku ganti dulu deh “ ucap Intan pergi kekamar mandi .
Intan menyiapkan air hangat dan perlengkapan mandi Key setelah dirinya membersihkan diri . sambil menunggu air hangat mengisi bak mandi tempat Key mandi , Intan berganti pakaian .
“ oek oek oek “ tangisan Key yang entah kenapa tiba tiba memecah suasana sepi pagi itu .
“ sebentar sayang “ ucap Intan menyahuti tangisan Key seolah Key paham dan tahu apa yang harus di lakukan .
dengan bergegas Intan sedikit berlari menghampiri Key di box bayi .
“ hush hush hush cup cup cup ini mama udah di sini , key nyariin mama hmm , key kok sendirian pas bangun yah , minum dulu deh baru kita mandi yah “ ucap Intan lalu duduk di pinggiran ranjang untuk memudahkannya memberikan Key ASI .
di sisi Johnny , setelah membangunkan Cio dan mengajaknya sholat subuh , Johnny mengantarkan Cio kembali ke kamarnya untuk membantunya mempersiapkan alat alat sekolah dan juga seragam , Johnny juga menyuruh Cio untuk segera mandi agar tidak terlambat ke sekolah .
__ADS_1
“ cio ada yang mau di bawa lagi gak ?” tanya Johnny sedikit teriak karena Cio sedang berada dikamar mandi .
“ ga ada kayaknya pa , nanti cio cek lagi sebelum turun “ jawab Cio dari kamar mandi .
“ ya udah papa tinggal , lihat mama sama adik kamu dulu yah , kalau ada perlu ke kamar aja “ ucap Johnny .
“ siap papa “ jawab Cio lagi .
setalah berpamitan pada anak laki lakinya itu Johnny pergi ke kamar , sebenarnya tadi saat di musholla johnny sempat mendengar suara tangisan dari Key , dan saat setelah sholat ia melewati kamar Intan untuk ke kamar Cio , tapi saat itu tangisannya samar samar .
“loh kok ga ada , di kamar mandi juga ga ada “ ucap Johnny kebingungan karena tak menemukan Intan dan Key di kamar .
Johnny yang khawatir belari keluar dan mengecek semua ruangan yang berada di lantai 2 , bahkan Johnny juga mengecek rooftop rumah mereka dan tetap tak menemukan keberadaan Intan dan Key .
“ mungkin di bawah “ ucap Johnny mencoba tetap tenang padahal nafasnya sudah memburu karena pencariannya .
Intan mengahangatkan makanan yang ada di dalam kulkas sesuai porsi orang yang ada di rumah itu , seperti menikmati pekerjaannnya Intan juga menyanyikan lagu sambil menggoyang goyangkan kepalanya .
Johnny tersenyum karena melihat Intan yang baik baik saja , ia menuruni tangga santai seolah mencoba menyembunyikan kepanikannya tadi . tepat saat kakinya menuruni anak tangga terakhir sebuah alat pembersih menabrak kakinya . alat pembersih lantai yang bergerak dengan sensor , Johnny tau Intan yang mengaktifkan alat itu .
mereka berdua kini benar benar di tuntut mandiri merawat kedua anak mereka dan mengurus rumah juga , jadi mereka juga harus bisa bekerja sama di setiap pekerjaannnya . Johnny memeluk Intan dari belakang dan menaruh dagunya pada bahu Intan .
“ morning “ ucap Johnny .
“ morning to “ ucap Intan .
“ aku belum dapet morning kiss ,dari tadi aku mulu yang kasih kiss “ ucap Johnny di samping telinga Intan .
__ADS_1
“ udah kan “ ucap Intan setelah memberikan ciuman hangat pada bibir Johnny dan berakhir dengan sedkit menyesap bibir bawah Johnny .
“ aaa kurang lama “ ucap Johnny merengek seperti anak kecil .
“ sama spatula mau ? udah aku mau masak dulu “ ucap Intan menggerakkan bahunya agar kepala Johnny berhenti bertengger di sana
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
__ADS_1
MAKASIH SEMUANYAAAA