
Kevin berjalan menuju kamar mandi yang tertutup dan menempelkan telinganya pada pintu kamar mandi , karena setelah teriakan dari Rara , hanya terdengar pekikan pelan seperti sedang kesakitan.
Dulu di kampus Kevin sudah terbiasa keluar masuk kamar mandi perempuan , entah ajakan dari mahasiswi yang ia goda , namun rata rata Kevin melancarkan aksinya sebagai playboy kampus di kamar mandi , semenjak dekat dengan Intan ia menjadi tobat dari perilaku nya .
“ tolongin Akh “ ucap rara yang Nampak kesakitan .
“ gua boleh masuk ?” tanya Kevin yang ragu untuk masuk ke kamar mandi .
“ masuk aja tolongin , pintunya ga ke kunci itu “ ucap Rara menahan sakit menjawab pertanyaan Putra .
“ eh kamu kenapa ?” tanya Kevin .
Kevin melihat rara duduk di samping bath up memegangi kakinya dan meringis kesakitan . Baju Rara juga terlihat basah karena keran samping WC duduk yang menyala , Putra segera mematikan keran .
“ tolongin saya ,kaki saya keseleo kayaknya , tadi saya kepleset akh” ucap Rara mengeluh kesakitan pada kaki yang Ia pegangi .
“ mm sini awas ati ati “ ucap Kevin menjulurkan tangannya .
Rara meraih tangan Kevin tapi pinggulnya juga sakit karena terbentur bathup , mungkin sekarang pinggulnya lebam .
“ akh ga bisa hiks hiks “ ucap Rara menangis kesakitan .
“ eh eh jangan nangis ya udah , saya gendong “ ucap Kevin yang panik karena Rara menangis
Kevin takut orang berfikir buruk jika melihat mereka berdua di kamar mandi , apa lagi kondisi Rara yang sedikit berantakan , Kevin memutuskan menggendong Rara dan membawanya ke ranjang rumah sakit .
“ gua panggilin dokter” ucap Kevin mendapat anggukan dari Rara yang masih tak menyangka Kevin memperlakukannya seperti itu .
__ADS_1
mungkin bagi Kevin itu hanya terbawa rasa panik , tapi bagi Rara yang belum pernah jatuh cinta sebelumnya itu sedikit istimewa . Kevin dengan panik keluar ruangan dan berlari mencari dokter . Kevin berpapasan dengan Lek Mimi dan suaminya yang baru datang dengan Pak Slamet sekeluarga (mbak ismi , mas adi , anak anak anak mbak ismi , bu yuli maksudnya) .
“ eh nak kevin sudah ketemu sama intan ?” tanya Pak Slamet yang sudah tahu kejadian yang terjadi .
Padahal Kevin ingin menyembunyikannya , karena takut kehilangan pekerjaannya , beruntung Pak Slamet memberinya kesempatan lagi .
“ sudah pak intan lagi di taman , bang jo lagi mau ngadain piknik , ya sudah saya mau cari dokter dulu “ ucap Kevin .
“ loh ada apa emang?” tanya Lek Mimi
Lek Mimi kenal dengan Kevin karena sering bertemu saat Kevin mulai bekerja dengan Pak Slamet beberapa bulan terakhir .
“ itu anak mbak kepleset dari kamar mandi , gapapa cuma keseleo , kalian duluan aja ke taman biar saya yang jaga anak mbak , eh dok ikut saya “ ucap Kevin melihat dokter yang sedang lewat dan memanggilnya lalu mengajaknya ke ruangan Rara .
”bau baunya rara ketularan intan “ ucap Bu Yuli pelan .
“ ha maksudnya , rara hamil “ ucap Lek Mimi dengan mata melotot karena gagal mencerna maksud omongan kakaknya yaitu Bu Yuli .
“ udah ayo jangan gibah di sini , mana ga ngajak aku “ ucap Mbak Ismi yang menguping omogan Bu Yuli dan Lek Mimi.
“ ga mau lihat rara dulu kah “ tanya Mas Adi .
“ ga usah biarin aja , rara emang ceroboh , langsung ke taman aja “ ucap Lek Mimi pada orang orang.
Rara pun selesai di tangani , tulang pergelangan kakinya ada yang tergeser karena terbentur closet duduk , membuat kakinya di pasangkan gips .
“makasih mas , mas temennya mbak intan kan “ ucap Rara .
__ADS_1
“ iya , kamu sepupunya intan yang katanya di suruh bantuin saya buat ngurus bisnisnya pak slamet kan “ ucap Kevin .
“ iya mas masih belajar , tapi Alhamdulillah lumayan bisa , eh ada apa ya mas kok tadi mas panggil saya “ ucap Rara .
“ itu intan ngadain piknik di taman belakang rumah sakit “ ucap Kevin.
“yah kaki pinggul gua masih sakit , gapapa deh mas tinggal aja” ucap Rara .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
__ADS_1
HADIAH boleh
MAKASIH SEMUANYAAAA