
“ ya udah neng makasih , istirahat aja , biar saya bilang ke yang lain biar ga rame , saya turu dulu yah neng “ ucap bi Sayu berpamitan , lalu hendak kembali turun ke bawah .
“ eh bi , dari kamar ?” tanya Johnny yang baru saja keluar dari kamar Key dan berpapasan dengan bi Sayu yang hendak berjalan menuruni tangga untuk turun ke lantai 1
“ iya tuan , habis ngambil kunci tamu sama kamarnya den cio di suruh nyonya , soalnya den cio mau di tidurin “ ucap bi Sayu .
“ oh ya udah bi sayu bersihin kamar yang mau di pake cio , sama minta tolong sama pak supri , listrik di paviliun belakang masih bisa atau nggak , biar saya yang bawa kunci tamu ke bawah “ perintah Johnny .
“ oh ya baik tuan , ini kuncinya , saya pamit di dulu “ ucap bi Sayu memberikan kunci kamar tamu . setelah menerima kunci dari bi Sayu, Johnny turun ke bawah .
” ini kunci kamar tamunya , mama papa , sama ayah ibu kalau mau istirahat pakai paviliun yang di belakang aja , kayanya masih bisa , sisanya bagi aja sendiri “ ucap Johnny memberikan kunci pada mama seo .
“ kalian berempat jangan tidur sekamar dulu , ismi sama adi pakai kamar yang udah buka , ini nadia sama rara , ini kevin sama angga , udah yuk anak anak waktunya tidur sama oma “ ucap Mama Seo lalu mengajak semua anak anak ke lantai atas untuk tidur siang .
rumah Johnny memang di lengkapi dengan paviliun pribadi , seperti villa tempat bersantai di belakang rumah , hanya ada 3 ruangan yaitu dapur , ruang bermain yang di lengkapi dengan sofa yang bisa di gunakan untuk tidur dan ruang santai yang berisi kasur rendah , semua ruangan memiliki luas yang sama hanya saya ruang bermain sedikit padat karena terdapat banyak mainan milik Cio . pavilion biasanya hanya di buka saat acara keluarga biasa atau saat intan dan Johnny ingin melakukan qualitytime .
“mbak kado buat mbak intan “ bisik Nadia pada Mbak Ismi .
“ oh yah , john pinjem adek gua dulu yah , lo di sini aja dulu “ ucap Mbak Ismi .
“ ayo ra “ ucap Nadia
Nadia mengajak Mbak Ismi dan Rara untuk naik ke lantai atas . Johnny hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku para saudari iparnya , Johnny dan para laki laki lainnya (mas adi , angga , kevin) , bergabung dengan para orang tua untuk berbincang bincang .
__ADS_1
“”tok tok tok tok tok tok “” Nadia mengetuk pintu kamar Intan beruntun .
“ hmm apa nad , masuk aja mager gua ” saut Intan yang sudah hapal dengan cara mengetuk pintu Nadia yang memang sangat menjengkelkan .
“ kok tau sih , tapi bukan cuma aku , nih jeng jeng jeng “ ucap Nadia membuka pintu kamar Intan dan menunjukan Rara dan Mbak Ismi yang baru saja memasuki kamar Intan .
“ astaga ada apa kok rame rame “ ucap Intan bangun dari posisi tidurnya .
“ buka kadonya buka kadonya buka kado nya sekarang juga “ ucap Nadia dan Mbak Ismi menunjukkan kado yang mereka bawa .
“ kado dari aku bentar lagi nyampe tenang aja “ ucap Rara .
Di depan . Putra baru saja datang , ia berpapasan dengan tukang paket yang mengantarkan barang pesanan Rara .
“ makasih mas “ ucap kurir paket lalu memberikan barang yang Rara pesan dan pergi .
“ lah gua lupa tanya atas nama siapa ini , biar lah tanya orang rumah aja “ ucap Putra lalu lanjut melajukan mobilnya memasuki halaman rumah Intan .
“ assalamualaikum “ ucap Putra yang baru saja memasuki rumah johnny dengan membawa paket .
“ waalaikum salam “ jawab orang orang yang sedang berbincang di ruang tamu .
“ bang bawa barang gua “ tanya Kevin .
__ADS_1
“ bawa , nih ini juga kado gua, trus ini tadi ada kang paket nganter barang udah di bayar katanya “ ucap Putra .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
__ADS_1
MAKASIH SEMUANYAAAA