
flashback on
Johnny sampai di rumah intan dan menghampiri pak slamet di kamarnya yang sedang menangis .
" maaf kan saya pak , saya janji bawa anak bapak balik " ucap johnny bersimpuh di depan pak slamet .
" saya maaf kan kamu kalau kamu berhasil membawa anak saya kembali , jika tidak anggap saja kita tidak pernah bertemu " tegas pak slamet .
" baik pak saya janji akan membawa intan kembali , doakan saya pak " ucap johnny lalu pergi .
" om sini " ajak nadia menarik tangan johnny ke kamar intan .
" mbak intan dulu pernah bilang kalo boneka nya ga ada di kamar berarti mbak intan di culik sama namanya dimas , aku inget mbak intan nyuruh aku nginget nama DIMAS , dan mbak intan selalu pake cardigan ini , ini tuh turun temurun dari nenek , jadi kalo cardigan ini di sini berarti mbak intan pernah kesini " jelas nadia .
" berarti dia sendiri yang ngambil bonekanya , tunggu disini pasti ada petunjuk lain " ucap Johnny.
Johnny melihat tulisan yang di buat intan di meja rias .
" ini aksara jawa kamu bisa baca ini ? " tanya johnny .
" bentar , biar aku coba" ucap nadia .
"Mansion di hulu sungai busan " ucap nadia mengartikan kalimat dalam aksara jawa. setelah mendengar itu johnny langsung pergi .
Flashback off
Keesokan harinya , johnny datang membawa sekuntum mawar merah ,di dalamnya terdapat alat perekam yang super kecil .
" boleh aku meminjam kemejamu?" tanya intan sambil perlahan melepas kemeja vero untuk ia pakai .
" baik lah jangan sampai ada yang melihat tubuhmu " ucap vero .
Karena intan hanya memakai croptop dan celana jeans pendek .
" buka lah pintunya biarkan dia melihat dirimu " pinta intan setelah mengacak ngacak rambut vero .
" kau nakal " ucap vero pada intan sambil membuka pintu .
""deg"" rasanya hati johnny sangat sakit mendengarnya .
__ADS_1
"masuklah , tunggu aku lagi oke " ucap intan menyuruh vero masuk.
Johnny melihat intan memakai kemeja , sepertinya kemeja itu milik vero dan mencium bau alkohol dari tubuh vero .
Intan melakukan itu agar vero percaya padanya ,Namun Johnny malah juga percaya . setelah menemui johnny ,ia melihat alat perekam pada bunga mawar .
" kau sudah bermain sangat nakal , aku hanya ingin memberikan ini , jika kau masih ingin bersama nya buang saja ini " ucap johnny.
Johnny menarik intan mendekat dan naruh alat perekam yang menempel di kelopak bunga mawar di dada intan . Intan dengan cepat menarik tengkuk johnny dan mencium nya , untuk menutupi gerakan tangan johnny .
"maaf " ucap johnny, ia takut Intan risih dengan perbuatannya .
"tak apa , oh ya nanti malam pernikahanku , besok datanglah ke pesta nya " ucap intan , sambil matanya melirik ke arah CCTV .
Johnny pun pergi dengan perasaan dilema , ia tak menyangka intan telah berbuat seperti itu , di sisi lain johnny telah berjanji untuk membawa intan kembali ke pada pak slamet ayah intan .
Intan juga bingung kenapa johnny terlihat pasrah dengan ucapannya tadi dan sekarang ia bingung mencari tempat yang tepat untuk menaruh alat perekam .
Di saat kebingungan ia berpapasan dengan vero yang sudah mabuk berat dan menunggu jatahnya . Intan dengan cepat memasukan alat perekam pada belahan dada nya .
" kenapa kamu menciumnya ? " tanya vero .
" em aku hanya ingin memberikan ciuman terakhirku sebelum mengundangnya ke pernikahan " ucap intan .
Johnny yang mendengarkan dari earphonenya , reflek meneteskan air mata dan hampir melepas earphonenya, namun tiba tiba .
" Oke lo denger gua kan , mulai sekarang lo rekam , gua akan cari bukti dengan ini " ucap intan .
Johnny yang mendengarnya langsung menghubungkannya dengan monitor . Saat intan berkeliling memeriksa kebaradaan CCTV , ia berpapasan dengan dimas dan tian .
" sebaiknya lo puasin vero , mungkin aja dia bakal ngubah keputusan , dia di kamar lagi mabuk parah " ucap intan sambil melemparkan kemeja vero .
" thanks ide lo , mungkin ini waktunya upacara cinta , Kamu panggil semua anggota blue and red kita akan ngelakuin upacara cinta , dan jangan lupa ramuan cintanya " perintah dimas pada tian.
" gua boleh ngajak tian nggak? " tanya intan .
" bawa aja , seme nya udah mati gua buang " ucap dimas lalu pergi , intan melihat tian sangat lega dengan ucapan dimas .
" baik tuan , mari nyonya ikut saya " ajak tian .
__ADS_1
" kalian di panggil untuk upacara cinta , bentar sekalian bawa ramuan cintanya , saya ambilkan dulu " ucap tian lalu memasuki gudang penyimpanan .
" bentar kenapa lo seneng banget pasanganlo mati " tanya intan kebingungan .
" nanti saya jelaskan " jawab tian singkat lalu memberikan satu teko berisi cairan yang di sebut ramuan cinta .
" emang apa itu ? Ah gua boleh ngajak lo lunch di taman " ajak intan .
Intan tau taman adalah satu satunya tempat dengan sedikit CCTV , tapi tempat itu selalu di jaga banyak bodyguard , Namun sekarang semua bodyguard di ruang utama sedang melakukan upacara cinta , entah apa yang di maksud upacara cinta .
" mau masak apa nona ? " tanya tian .
" sambel terasi , tempe penyet yang pedes , pala gua pusing , kebetulan gua bawa terasi dari indo , lo mau kan , gua tau lo orang jawa pasti mau lah " ucap intan .
" kenapa nona mau ngajak saya lunch , sedangkan saya bukan laki laki baik " ucap tian .
" udah yok ke taman " ajak intan.
.
.
.
.
.
setelah kejadian malem rabu kemarin , Gua di karantina , katanya sih hukuman. haha lucu padahal gua gapapa .... ya udah deh
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
__ADS_1
HADIAH boleh
TERIMA KASIH:)