
Johnny dan nadia panik , karena Johnny teringat kejadian di halaman belakang rumahnya beberapa bulan yang lalu , saat Intan ingin memanjat pohon mangga milik tetangga beruntung saja para pegawai Johnny melarangnya .
“ nad telfon mbak ismi” ucap Johnny menyetir mobil dengan kecepatan tinggi karena panik .
“ halo mbak , mbak lagi sama mbak intan gak “ ucap Nadia .
“ gak gua lagi nidurin anak gua rewel , emang intan kesini , BTW kecilin suara lo , anak gua rewel “ ucap Mbak Ismi di balik telfon.
“ what serius mbak ga sama mbak intan , mbak intan tadi di titipin di sana sama bang jo , waktu bang jo mau cari mangga muda buat mbak intan “ ucap Nadia .
“se nekat nekatnya intan dia juga tau mana yang ga baik buat dia , jangan panik dulu , paling dia lagi di pohon kesukaannya “ ucap Mbak Ismi .
“ yaudah ,mbak ini udah sampe depan rumah mbak “ ucap Nadia .
“ yaudah mbak ga bisa nengok in intan , anak mbak rewel “ ucap Mbak Ismi lalu menutup telfonnya .
Nadia langsung berlari menuju kebun pohon jati yang di sana hanya ada 1 pohon mangga , pohon itu pohon kesukaan Intan , karena tidak terlalu tinggi dan kadang berbuah di luar musim mangga pada umumnya .
Johnny mengikuti Nadia dengan perasaan yang panik , namun yang Ia lihat malah hal yang tidak sesuai dengan yang Ia khawatirkan .
Flashback on
Intan berjalan ke rumah Mbak Ismi setelah mobil Johnny meninggalkan nya di depan pagar rumah . Intan mendengar Mia anak kedua Mbak Ismi yang sedang rewel ,menjadi tak enak untuk bertamu .
Ia teringat pohon kesukaannya yang berada di dekat sana . Intan memutuskan untuk kesana , untuk ke tempat itu Intan harus melewati garasi mobil yang mempunyai pintu yang menghubungkannya langsung ke kebun pohon jati .
Saat di garasi Intan bertemu dengan Mas Adi dan Mika anak pertama Mbak Ismi yang bersiap hendak pergi .
“ eh mas adi , mikaa mau kemana” tanya Intan .
“ mau beli obat buat mia , kapan kesini , udah ketemu mbakmu” ucap Mas Adi .
“oh yaudah , kasian mia , rewel aku mau ke kebun dulu hati hati yah “ ucap Intan .
setelah Mas Adi dan Mia meninggal kan Intan , Intan langsung menuju kebun .
“ haii udah lama ga kesini “ ucap Intan .
__ADS_1
Intan berusaha menaiki dahan pohon yang lumayan pendek dan hendak duduk di sana . setelah beberapa menit akhirnya Intan berhasil duduk di dahan pohon dan bersandar pada dahan lainya .
“ kamu berbuah gak “ ucap Intan sambil mendongak ke atas mencari buah mangga .
Seakan alam menjawab pertanyaan Intan , tiba tiba angin yang tidak terlalu kencang meniup daun daun dan menampakan 2 buah mangga yang sebelumnya tersembunyi di balik daun daun .
“ wah ada , yakkk huhh dikit lagi , hiyakk dapet aku cuma mau satu aja , makasih “ ucap Intan yang mencoba menjangkau buah mangga dan angin bertiup lagi membuat mangganya mendekat , membuat Intan mudah memetiknya .
“ternyata masih sama , kamu ga kekeringan kan , sungai kecil deket sini ga kering kan “ ucap Intan lalu berdiri di salah satu dahan pohon untuk melihat sungai .
“ ga ternyata , semoga pohonnya masih ada , biar nanti aku sama anak aku bikin rumah pohon di sini , yakan nak “ ucap Intan menyenderkan kepalanya di dahan pohon dan tangannya mengelus perut besarnya .
Flashback off
Johnny melihat intan berdiri di salah satu dahan pohon mangga , sambil menyenderkan kepalanya ke dahan pohon dan memejamkan matanya .
Walaupun dahannya tak terlalu tinggi Johnny tetap khawatir , apalagi saat melihat tangan kiri Intan memegang buah mangga , Johnny khawatir kalau Intan mendapatkan buahnya dari memanjat pohon.
“babe, kamu ngapain “ panggil johnny .
” kamu tuh yah udah ayo turun “ ucap Johnny . Intan pun turun di bantu oleh Johnny .
"maaf babe" johnny ucap Intan pelan . namun Johnny masih diam tak membalas permintaan maaf Intan .
Di tempat lain
Nadia menunggu di depan rumah Mbak Ismi sambil mencoba menelfon Angga untuk menjemputnya , namun HP Angga malah tak aktif .
“eh gimana udah ketemu intan “ ucap Mbak Ismi yang baru saja keluar rumah karena anaknya sudah tidur .
“ udah mbak gapapa , cuma yah gitu bumil ajaib suka luar biasa tingkahnya “ ucap Nadia .
“ trus mana intan “ ucap Mbak Ismi .
“ pulang aku di tinggal , ini nelfon si tangga kaga di angkat angkat “ gerutu Nadia .
“ya emang lo siapanya angga , sok mau di pentingin banget “ julid Mbak Ismi .
__ADS_1
tiba tiba ada mobil yang berhenti di depan halaman rumah Mbak Ismi , mobil itu ternyata mobil Putra .
“ eh tadi johnny kesini “ ucap Putra .
“ iya gua di tinggal “ucap Nadia .
“ yaudah balik sama gua aja , sekalian mau ke rumah johnny , tapi gua mau ke café dulu sekalian nunggu malem trus makan malem “ ucap Putra .
“ gapapa deh ayoo “ ucap Nadia menarik tangan Putra .
“yah ngambek dia “ ucap Mbak Ismi .
“(ga biasanya dia , ga ngangkat telfon )” batin Nadia melamun saat di mobil Putra
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
TERIMA KASIH:)
__ADS_1