
Di dalam ruangan
Johnny menghampiri box incubator dan rasanya kebahagiaan seperti petasan yang meletup letup dari dalam tubuh nya , Johnny bersimpuh menyamakan tinggi tubuhnya dengan incubator , dia melihat malaikat kecil yang sangat cantik sedang tertidur dengan pulas Johnny hanya bisa menyentuh bayinya dari lubang yang tersedia di bagian samping incubator .
Hanya cukup 2 jari Johnny yang dapat masuk dari lubang yang ada di Incubator untuk menyentuh bayinya , Johnny memainkan jari jari bayinya , mungkin bayinya tau kalau ayahnya sedang menyapanya , sehingga ia meresponnnya dengan memberikan genggaman kecil pada tangan Johnny yang ber kali kali lipat lebih besar dari jari bayi .
“ aww , tau yah ini papa” ucap Johnny merasa senang dengan respon yang di berikan bayinya .
“ permisi tuan , apakah sudah menyiapkan nama bayi “ tanya seorang suster dari belakang Johnny membawa papan nama yang biasanya di letakkan di bawah box bayi .
Johnny menoleh ke Intan yang sedang berbaring di ranjang yang letaknya tak jauh dari box incubator bayi.
“ tunggu istri saya bangun saja sus , biarin dia kasih nama kembaran kecilnya” ucap Johnny yang tersenyum setelah menoleh ke Intan dan menyamakan wajah Intan dan bayinya .
“ baik pak , bayinya sangat mirip dengan ibunya , saya permisi dulu pak , setelah nyonya sadar saya akan kembali untuk memeriksa keadaannya nyonya juga” ucap suster dengan sedikit membungkuk lalu pergi meninggalkan Johnny dengan bayinya .
“papa adzanin yah “ ucap Johnny
Johnny mulai mengadzani bayinya sambil 2 jarinya masih di genggam oleh bayinya .
“ bismillah semoga kamu jadi anak yang berbakti sama orang tua , papa ga bisa banyak kasih katanya natanya , di dalam hati papa udah banyak ucapin banyak doa yang terbaik buat kamu “ ucap Johnny setelah adzan .
“ amiin “ ucap Intan lirih
__ADS_1
Johnny tak dapat mendengar ucapan Intan namun mungkin sang bayi punya ikatan khusus dengan ibunya , sehingga dapat mendengar suara ibunya dan membuat senyuman yang manis pada bibir merahnya .
“ aihh anak papa senyumnya kenapa manis banget , cantiknya papa “ ucap Johnny yang menjadi salah tingkah karena senyumannya anaknya sendiri .
“ dia senyum babe ?” tanya Intan yang sekarang dapat di dengar oleh Johnny karena suaranya mulai pulih .
“ kamu udah bangun babe , iya dia senyum babe , lucu hihi , oh bentar yah aku panggilin susternya “ ucap Johnny melepas genggaman pada bayinya dan beranjak untuk memanggil suster .
Tak lama Johnny kembali dengan di ikuti suster di belakangnya , suster mulai memeriksa Intan dan memberikan isyarat bahwa Intan baik baik saja dengan memberikan anggukan , lalu suster beralih mengecek kondisi bayi Intan dan Johnny .
“ sekarang waktunya bayi mendapatkan asi pertamanya, tuan bisa bantu nyonya untuk posisi duduk “ ucap suster mengeluarkan bayi dari incubator .
“ udah boleh keluar incubator sus ?” tanya Intan yang sedang di bantu Johnny untuk duduk .
“ oh yah babe , kita belum kasih nama buat anak kita” ucap joyhnny mengelus pipi bayinya namun elusannya bertambah ke atas dan mengenai dada Intan .
“ eh eh tangannya “ ucap Intan menatap tajam Johnny yang tidak tahu tempat karena di sana masih ada perawat yang akan menulis nama bayi mereka pada name board yang ia pegang .
“ ah , ya sudah diskusikan dulu saja , nanti kalau bayinya sudah tidur , bisa di pindahkan kan ke box bayi ,saya permisi dulu “ ucap perawat keluar dari ruangan mendorong box incubator .
“ loh suster , bayinya mana “ tanya Mama Seo yang melihat perawat keluar membawa box incubator kosong .
“ bayinya di dalam sedang di beri asi pertamanya , kondisi bayinya sudah optimal , di sarankan , menjenguknya 2-3 orang bergantian , ya sudah saya permisi dulu “ ucap perawat lalu meninggalkan orang orang .
__ADS_1
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
MAKASIH SEMUANYAAAA
__ADS_1