
Intan hanya bisa menuruti permintaan Johnny, lagi pula itu tidak memberatkan , setelah memakai dress yang di siapkan Johnny , ia keluar dari ruang ganti , tepat saat itu juga Johnny terlihat sangat terpesona , Intan terlihat anggun dan cantik walaupun dress yang ia pakai cukup sederhana .
“ kita kan , cuma mau di rumah kan , tumbenan kamu minta aku pakai ini “ ucap Intan berjalan ke meja rias untuk menyisir rambutnya .
“ gapapa pengen aja , lagi pula kamu ternyata cocok kalo pakai dress , kamu kan jarang punya dress “ ucap Johnny berdiri di belakang Intan dengan menggendong Key .
“ kamu suka kalo aku pakai dress , kalo kamu suka mungkin aku mau belajar pake dress aja nanti “ ucap Intan menyisir rambutnya .
“ ga usah gitu juga sih , kalo sehari harinya senyaman kamu aja , lihat key mama kamu kelihatan cantik kan “ ucap Johnny memiringkan gendongan dan menghadapkan Key ke kaca tempat Intan bercermin .
“ babe kalo bisa key di ajak main dulu , ga bagus kalo dia tidur sore , takutnya malah pola tidurnya ga teratur , malah malamnya ga bisa tidur , ya walaupun bayi emang suka bangun tengah malem , tapi lebih baik di biasain aja “ ucap Intan memakai make up tipis
ya Intan yang terkenal tomboy sebelum menikah dan anti makeup , kini harus terbiasa memakai make up , meskipun Johnny meminta Intan tetap menjadi dirinya , namun Intan tahu itu adalah salah satu hal yang di butuhkan setelah menikah , juga sebagai bentuk hadiah dari istri ke suami .
Flashback on
mungkin karena efek kehamilan membuat Intan sedikit lebih sensitive , tadi siang saat di kantor Intan mendengar omongan dari pegawai perempuan yang sedang membahas pasangan mereka yang menyukai karena mereka pandai memakai riasan .
Intan seperti otomatis berkaca dengan dirinya sendiri yang belum terbiasa memakai make up . Intan hanya termenung sampai di rumah , setelah selesai mandi Intan melihat Johnny sedang mengerjakan tugas , karena mereka berdua yang sering pulang lebih awal , jadi terkadang masih ada tugas yang harus di kerjakan di rumah .
Intan memutuskan hanya duduk di tepi ranjang dan memperhatikan Johnny sedang berkutik dengan laptop di meja belajarnya , mereka berdua menginap di rumah Pak Slamet sekarang .
__ADS_1
“ kamu udah selesai babe ? , aku udah buatin susu , itu di atas meja di minum yah , bentar lagi aku selesai , aku temenin katanya kamu mau lihat acara kesukaan kamu “ ucap Johnny tanpa menoleh ke Intan .
Intan melihat kearah meja dan benar memang ada susu untuk ibu hamil yang biasa di buatkan oleh Johnny , sebenarnya bukan baru sekarang Johnny sering sibuk dengan tugasnya , namun situasinya sekarang sangat mendukung untuk ibu hamil yang satu ini berfikir negative .
“(mungkin mas johnny juga mau kan di kasih hadiah biar ga bosen lihat aku yang ga bisa make up , apa iya mas johnny udah mulai gak perhatian )” batin Intan sambil meminum susu buatan Johnny .
“ babe “ panggil Intan .
“ hmm?” sahut Johnny .
“ babe ihh “ ucap Intan yang tidak sabar dan menghampiri Johnny lalu menarik kursi putar yang Johnny duduki menjadi mengahadap ke dirinya dan ia langsung duduk di pangkuan Johnny juga memeluknya manja .
“eh lagi mau cuddle hmm , maaf yah , tapi aku masih ada meet sama kantor lain , aku minta tolong tunggu sebentar aja “ ucap Johnny mengelus punggung Intan lalu kembali sibuk dengan pekerjaannya.
“nak lihatkan papa kamu udah mulai bosen sama mama “ ucap Intan lirih .
Johnny mendengar itu , Johnny menghembuskan nafas kasar , ia sadar mungkin sudah mengacuhkan Intan karena pekerjaannya , namun itu sudah menjadi kewajibannya .
“ kamu kenapa ?” ucap Johnny setelah menyudahi pekerjaannnya dan memutar kursinya menghadap Intan .
perlahan bahu Intan terlihat bergetar , Johnny harus ekstra bersabar menghadapi bumil ajaibnya . ia beranjak dari kursi dan beralih duduk di tepian ranjang , Johnny memegang lengan Intan , namun kembali di tarik oleh Intan . Johnny kembali hanya bisa menghembuskan nafas , ia berpindah ke depan Intan dengan sedikit memaksa
__ADS_1
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
__ADS_1
MAKASIH SEMUANYAAAA