CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)

CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)
Kkakkung


__ADS_3

Johnny keluar dari ruang ganti dan melihat Intan berbicara dengan seseorang di telfon dengan wajah yang kesal .


“ kenapa babe ?” tanya Johnny .


“ tadi dari perusahaan yang kemarin kamu batalin partnershipnya , ada yang mau di bicara in , suruh telfon balik “ ucap Intan memberikan HP johnny . Johnny menerima HPnya dan mulai menekan tombol untuk menelfon .


“ selamat pagi , apakah ada yang perlu di bicarakan , bukannya perusahaan bapak sudah loss untuk partnershipnya “ ucap Johnny .


“ maafkan kesalahan anak saya pak , saya rasa memang belum pantas untuk menjadi manager perusahaan saya , jadi beri perusahaan saya kesempatan untuk membuka tendernya lagi “ ucap seseorang yang ternyata adalah Ayah dari Novi yang kemarin saat acara 7 bulanan hampir ribut dengan Intan .


“ nanti saya hubungi lagi untuk keputusannya , saya akan membicarakan dengan sekretaris saya , Karena bapak dan anak bapak sudah membuat istri yang juga sekretaris saya sedikit terganggu” ucap Johnny .


“ tapi pak itu hanya masalah di luar perusahaan “ ucap Ayah Novi .


” lebih baik saya pikirkan lagi , atau saya tolak untuk sekarang juga “ ucap Johnny .


“ baik pak saya tunggu “ ucap Ayah Novi.


“kenapa?” tanya Intan .


“ ternyata ayahnya cewe yang kemarin ribut sama kamu di acara kita , kan tendernya udah aku putus , orang si cewe yang mau , ayahnya minta tolong buat di kasih kesempatan kedua , percuma juga , sama aja gak anak gak bapak kayaknya sama sama ngeselin “ ucap Johnny .


“ gapapa deh babe kasih aja kesempatan kan yang ada masalah sama kita cuma anaknya “ ucap Intan .


“ nanti deh aku pikirin lagi , soalnya proyeknya di luar kota jadi kalo aku setuju kan , harus hari ini juga keluar kota “ ucap Johnny .

__ADS_1


“ gapapa kok , ambil aja siapa tau itu rezekinya dedek , semangat dong pa , abis ketemu adek gitu “ ucap Intan . Johnny tersenyum dan mengacak acak rambut Intan .


“ iya deh , semoga aja proyeknya gak mengecewakan , yaudah kamu baik baik yah di rumah , apa aku telfon mama buat nginep sini “ ucap Johnny .


“ ga deh babe mama papa juga sibuk di luar kota , lagian kamu cuma bentar kan di luar kotanya “ ucap Intan .


“ya udah, sekarang kamu siap siap temenin aku rapat buat persetujuan tendernya , aku mau pamer istri aku orang yang hebat , dan bakalan mutus asumsi mereka terbantahkan soal anak cewe itu ga bisa jadi pewaris yang hebat , tunjukin babe buat mereka tersepona“ ucap Johnny .


“haha terpesona kamu bisa aja , iya udah lama juga ga debat “ ucap Intan .


Intan dan Johnny pun berangkat menuju kantor dan mempersiapkan untuk meeting , seraya menunggu klien mereka datang .


“selamat pagi pak , kita lihat nanti , apakah anak bapak bisa menghadapi sekretaris saya “ ucap Johnny sambil menjabat tangan Ayah Novi .


“ ya saya mengakui istri bapak memang orang yang hebat dan tentunya sangat menarik , walaupun saya hanya tau dari panggilan pagi tadi , tapi dari suaranya dapat menarik banyak orang , jika di bandingkan dengan anak saya , tentu anak saya sangat salah dalam memilih lawan , tapi ambisi perusahaan saya lebih besar di setiap kesalahannya “ ucap Ayah Novi .


“ sayangnya aku sangat suka bersenang senang dengan sebuah perdebatan , mungkin bayiku akan tahu sejak dini mana orang yang tak baik dari apa yang aku rasakan , agar esok dia jadi yang lebih baik dari aku , oh ya lebih baik simpan suaramu , aku takut kalau ada pengajuan kedua kali karena tuan johnny tidak setuju “ ucap Intan .


Semua karyawan yang di bawa oleh perusahaan Ayah Novi langsung merasa terintimidasi oleh perkataan Intan dan Johnnny , walaupun mereka berbicara dengan senyum ramahnya , tapi Intan selalu menang dengan tatapan mematikannya dan Johnny yang selalu membawa penekannan di setiap ucapannya .


Selama rapat Intan menjelaskan dengan sangat teliti dan terlihat sangat anggun dengan perkataannya , tak jarang Intan juga menambahkan guyonan pada karyawan lawan perusahaannya yang satu persatu menjelaskan konsep partnership .


Beberapa menit suasana sudah mulai ringan , namun Johnny masih selalu menatap lekat wajah istrinya yang menjelaskan pada klien seakan terpesona . Intan menyadarinya .


“ semua data sudah jelas untuk beberapa difisi dan saya harapkan ""KKAKKUNG"" heh semua tugas juga dapat berjalan sesuai penjelasan dari bapak CEO terkait persetujuan juga “ ucap Intan yang memberi cilukba pada Johnny yang sedang melamun dan menatapnya sedari tadi .

__ADS_1


Bukan sekedar cilukba , tapi dengan kedipan satu mata saat intan tiba tiba menoleh .membuat Johnny menjadi sedikit salting dan menutupi mukanya . Ia seperti mendapat tembakan pesona istrinya .


.


.


.


.


.


jadi kan beberapa episode belakangan damai banget yah Hidupnya , ga seru ihhh ya kan mwehehehe


JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


FAVORIT boleh


VOTE boleh


HADIAH boleh

__ADS_1


TERIMA KASIH:)


__ADS_2