
Putra pun pasrah dan pergi mencari pinjaman karpet dengan langkah gontai penuh kemalasannya , lagi pula ia juga sedikit patah hati ketika perasaannya secara tidak langsung tertolak oleh buaya Betina , tak lain dan tak bukan yaitu Nadia .
"(emang yah bocil itu labil , lah gua kok bisa ngarep sama buaya anakan )" batin Putra di sepanjang koridor rumah sakit
beralih ke taman lagi
“ mama mana ya“ ucap Nadia menoleh ke arah parkiran dekat taman , lalu menunduk melihat jam tangannya .
“ nyariin mama atau nyariin terang bulannya “ ucap Intan yang mengerti apa yang sebenarnya Nadia cari .
“ ya itu juga hehe “ ucap Nadia .
“ padahal katanya tadi abis makan sama putra “ ucap Intan .
“ kan beda , ini makanan penutup hehe “ ucap Nadia mengeles dari ucapan kakaknya .
” ilih nanti di kasih bakso double aja masih di makan tuh “ ucap Intan sedikit Julid .
“ boleh tuh kalo ada “ ucap Nadia dengan mata yang membola menoleh ke Intan .
“ gentong lo “ ejek Intan .
“ assalamulaikum “ ucap Kevin dan Angga serta orang tua Angga yang baru datang .
“ waalaikum salam “ jawab Intan , Nadia dan Johnny . Intan menatap malas Kevin .
“ eh pah buahnya mana “ ucap Mama angga alias Bu Dosen menyenggol suaminya
sebenarnya Bu Dosen sudah tau masalah Kevin dan Intan , Bu dosen melihat tatapan Intan yang terlihat mendominasi walaupun dengan muka yang datar .
“ eh dimobil mah , lupa tadi “ ucap Ayah Angga mengerti kode dari istrinya
__ADS_1
Ayah Angga juga kenal dekat dengan Intan , karena Intan adalah teman sepermainan caturnya di kampung Intan .
“ yasudah ayo pah ambil buahnya “ ucap Bu Dosen .
“ permisi dulu tan yah tadi kelupaan “ ucap Ayah Angga mendapat anggukan dari Intan dan Johnny .
“jasad mita udah di kubur?” tanya Intan menahan amarahnya
Bagi Intan maaf adalah hal yang mudah dan Ia sangat susah untuk melupakan suatu kejadian, ingat Intan adalah pemendam yang baik sampai kapan pun .
“ udah tadi habis di autopsi , langsung di kubur , mama lagi sakit di rumah lagi dijagain ayah , jadi terpaksa ga nerima orang melayat “ jelas Kevin tak berani menatap Intan .
Johnny takut Intan teringat temannya dan merasa sedih lagi , karena kehadiran Kevin, terutama pertanyaan yang di ajukan Intan setelah melihat Kevin menjenguknya di hari kematian temannya yang juga istri Kevin .
“eh bentar lagi lagi ada piknik dadakan , panggilin rara kasihan sendiri “ ucap Johnny mengalihkan pembicaraan .
“ yaudah biar saya panggil rara nya “ ucap Angga hendak berbalik pergi , namun di cegat oleh tangan Nadia .
Terlihat jelas kalau Ia cemburu jika Angga berdekatan dengan Rara sepupunya sendiri , padahal Angga bukan siapa siapanya , karena niat awalnya yang hanya ingin menjadikan angga layaknya laki laki lain yang banyak ia dekati hanya untuk bermain main , tapi tak ada yang bisa menolak rasa dari kisah teman sekampung .
“ kenapa adik kamu ?” tanya Johnny yang menyadari perilaku aneh Nadia yang terlihat protektif pada Angga .
“ tadi siang hampir ribut di kamar babe gara gara nadia cemburu liat rara sama angga yang deket padahal angga cuma dosennya rara “ ucap Intan mengingat kejadian tadi siang .
“ oh yaudah lo aja yang jemput sepupunya intan di kamar VVIP nomor 02 blok teratai “ ucap Johnny menunjuk Kevin .
“ tapikan gua ga kenal “ ucap Kevin .
“ ya kenalan , kan juga bentar lagi rara jadi asisten lo ngurusin bisnisnya ayah“ ucap Intan .
“udah sana “ usir Johnny .
__ADS_1
kevin pun mencari keberadaan kamar VVIP yang ditempati Intan . sampai di depan pintu ruangan Kevin terdiam sebentar dan ragu masuk .
“ siapa tadi namanya, ah iya rara . gimana ini “ ucap Kevin seperti gugup.
“ ah tau ah , assalamualaikum mm ra” ucap Kevin memasuki kamar .
“aauh kamar mandi , tolongin “ jawab Rara dari kamar mandi .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
MAKASIH SEMUANYAAAA
__ADS_1