CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)

CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)
Pengganggu


__ADS_3

intan heran ,bukannya dia tadi hanya menyiapkan satu boxer untuk suaminya , ucapan itu membuat Johnny terkejut .


“ bentar bentar aku berubah , bentar bentar “ ucap Johnny bergegas menutup semua gorden dan berlari menuju ruang ganti .


“ nah gitu sip “ respon yang diberikan Intan saat Johnny keluar dari ruang ganti hanya memakai boxer dan bertelanjang dada , Intan memang sudah terbiasa .


“hahaha aku tahu ini kesukaan kamu kan , ayoo sini tidur sama om “ ucap Johnny tersenyum menyeringai dan mendorong pelan tubuh Intan untuk berbaring .


Intan hanya tertawa dan membalas pelukan Johnny sambil berbaring .


“ aku tadi habis nyuruh pak supri tutup semua pintu gerbang , sama kasih tahu bi sayu buat istirahat aja , karena kita juga udah capek kan , ya masa aku bagi bagi asset kamu , om cuma punya kamu “ ucap Johnny yang agak menggelikan .


“ jangan gitu ah babe” ucap Intan dalam dekapan Johnny .


“ emang iya kan , aku itu sugar daddy halalnya kamu , dan special banget anggep aja hadiah selama masa nifas kamu , kamu ratunya , jadi my queen , jangan kerja, di rumah aja , kalau bosen bilang kita jalan jalan , kamu fokus sama Key dulu , mungkin juga kamu bakalan nemu berbagai cara buat hadapin keadaan yang akan datang “ ucap Johnny seraya mengelus elus rambut Intan .


“ huuummm” jawab Intan yang hanya pasrah di beri perintah sedangkan ia dalam pelukan yang amat erat .


sebenarnya mereka tak langsung tidur , karena belum terlalu larut , Johnny memeriksa email lewat hp yang ia pegang diatas kepala intan dan Intan yang sedang menonton acara idola koreanya di dada Johnny .


“ babe kalo aku ketiduran , minta tolong matiin hpku yah “ ucap Intan dengan suara lemas setengah mengantuk .


“ hihihi huum iya “ ucap Johnny mengintip wajah istrinya yang terbaring di atas dadanya .


Pagi harinya


ini hari ketiga Intan di rumah itu sebagai seorang ibu , hanya saja pekerjaannya lebih ringan , bukan hanya karena kepindahan Cio yang hanya bersifat sementara sehingga mengurangi pekerjaan Intan .


tapi para pekerja Johnny yang sudah di pindahkan , juga sangat banyak meringankan pekerjaan Intan yang kemarin bahkan harus membuka pintu dan gerbang sendiri , hal yang membuat Johnny khawatir kini berkurang .

__ADS_1


“ babe sini bentar “ panggil Intan dari dapur .


Johnny tak menjawab panggian Intan , namun ia langsung bergegas menuju dapur , diikuti dengan bi Sayu .


“ ada yang perlu di bantu neng ?” tanya bi Sayu yang berfikir Intan kesulitan melakukan sesuatu di dapur .


“ enggak, bibi sama yang lain aja temenin key , bentar lagi kita sarapan “ ucap Intan .


“ babe cobain deh , pas nggak rasanya , ini makanan yang dari resto , sebenernya berkuah , cuman kuahnya udah ngga enak rasanya , tapi lauknya masih enak , gimana rasanya ?” tanya Intan yang memberi Johnny suapan lauk yang ia masak .


“ pas enak , kamu tambahin apa , rasanya jadi beda , tapi lebih enak “ ucap Johnny .


“ daun jeruk , sama merica , syukur deh nggak ke asinan “ ucap Intan memindah makanan ke mangkuk saji .


“ kok bisa nggak ke asinan , padahalkan tadinya berkuah , terus kamu anggetin kuahnya berkurang “ tanya Johnny .


“ aku buang , trus sisain dikit aja kuahnya , ya gitu biar ga asin , sama biar bau daun jeruknya kerasa “ jawab Intan .


“ beruntung kita pak punya majikan kayak neng intan sama tuan , berasa nggak kerja “ ucap bi Sayu .


“ iya bener , kita di anggep keluarga , malah bisa bisanya sama neng intan di naikin gajinya, katanya biar tambah betah “ ucap Pak Supri membenarkan ucapan bi Sayu .


“ karena itu sama Allah di bales , di kasih anak yang nggak rewel , anteng gini , saya denger juga perusahan tuan makin banyak kerja samanya , bisnis keluarganya neng intan lancar dan maju , kalau emang jodoh yah gitu , kita doain aja semoga rumah tangga mereka ngga ada yang ganggu , keluarga mereka harmonis , aamiin” ucap Pak Bambang yang di ikuti pak Supri yang bi Sayu , yang mengamini doa pak bambang untuk majikan mereka .


“”ding dong”” suara bel rumah .


Pak Bambang bergegas berlari untuk membukakan gerbang , ternyata Putra yang datang .


“ternyata lo , ada apa , entar aja ,sini sarapan dulu “ ajak Intan .

__ADS_1


“ hehehe udah tadi tan “ tolak Putra .


“ alah bujang lapuk kayak lo , sarapan apa sih paling roti ama selai , udah deh ga usah nolak “ ucap Johnny .


mereka semua pun berkumpul di meja makan untuk sarapan .


“ ini serusan makan kemarin lo angetin , beda banget rasanya , jadi lebih enak , gua sampe heran tadi “ puji Putra setelah menikmati sarapannya.


“ makasih , tenang aja kaga gua suruh bayar kok , ga usah gitu banget mujinya “ ucap Intan .


pujian yang di berikan Putra dan Johnny sebenarnya hampir sama , namun respons yang di berikan Intan sangat berbeda , Johnny juga menyadari itu dan ia sangat puas dengan respons Putra setelah Intan di beri apresiasi olehnya .


sarapan berakhir dengan para pekerja yang di beri perintah Johnny untuk berbelanja bulanan , karena tak mungkin juga mereka harus mengolah ulang makanan dari resto terus menerus . tersisa Johnny, Intan dan Putra yang kembali membicarakan perihal proyek yang menurutnya sangat cocok untuk Intan .


.


.


.


.


.


3 episode lagi tamat nih , ada yang mau di sampai in nggak hehe , see you hari Sabtu malam guys


kalau WA kan sifatnya pribadi , mungkin lewat telegram kita bisa chatting yuk , username nya


@cahynintan2

__ADS_1


yuk pencet tombol like nya...


__ADS_2