
intan heran ,bukannya dia tadi hanya menyiapkan satu boxer untuk suaminya , ucapan itu membuat Johnny terkejut .
“ bentar bentar aku berubah , bentar bentar “ ucap Johnny bergegas menutup semua gorden dan berlari menuju ruang ganti .
“ nah gitu sip “ respon yang diberikan Intan saat Johnny keluar dari ruang ganti hanya memakai boxer dan bertelanjang dada , Intan memang sudah terbiasa .
“hahaha aku tahu ini kesukaan kamu kan , ayoo sini tidur sama om “ ucap Johnny tersenyum menyeringai dan mendorong pelan tubuh Intan untuk berbaring .
Intan hanya tertawa dan membalas pelukan Johnny sambil berbaring .
“ aku tadi habis nyuruh pak supri tutup semua pintu gerbang , sama kasih tahu bi sayu buat istirahat aja , karena kita juga udah capek kan , ya masa aku bagi bagi asset kamu , om cuma punya kamu “ ucap Johnny yang agak menggelikan .
“ jangan gitu ah babe” ucap Intan dalam dekapan Johnny .
“ emang iya kan , aku itu sugar daddy halalnya kamu , dan special banget anggep aja hadiah selama masa nifas kamu , kamu ratunya , jadi my queen , jangan kerja, di rumah aja , kalau bosen bilang kita jalan jalan , kamu fokus sama Key dulu , mungkin juga kamu bakalan nemu berbagai cara buat hadapin keadaan yang akan datang “ ucap Johnny seraya mengelus elus rambut Intan .
“ huuummm” jawab Intan yang hanya pasrah di beri perintah sedangkan ia dalam pelukan yang amat erat .
sebenarnya mereka tak langsung tidur , karena belum terlalu larut , Johnny memeriksa email lewat hp yang ia pegang diatas kepala intan dan Intan yang sedang menonton acara idola koreanya di dada Johnny .
“ babe kalo aku ketiduran , minta tolong matiin hpku yah “ ucap Intan dengan suara lemas setengah mengantuk .
“ hihihi huum iya “ ucap Johnny mengintip wajah istrinya yang terbaring di atas dadanya .
Pagi harinya
ini hari ketiga Intan di rumah itu sebagai seorang ibu , hanya saja pekerjaannya lebih ringan , bukan hanya karena kepindahan Cio yang hanya bersifat sementara sehingga mengurangi pekerjaan Intan .
tapi para pekerja Johnny yang sudah di pindahkan , juga sangat banyak meringankan pekerjaan Intan yang kemarin bahkan harus membuka pintu dan gerbang sendiri , hal yang membuat Johnny khawatir kini berkurang .
__ADS_1
“ babe sini bentar “ panggil Intan dari dapur .
Johnny tak menjawab panggian Intan , namun ia langsung bergegas menuju dapur , diikuti dengan bi Sayu .
“ ada yang perlu di bantu neng ?” tanya bi Sayu yang berfikir Intan kesulitan melakukan sesuatu di dapur .
“ enggak, bibi sama yang lain aja temenin key , bentar lagi kita sarapan “ ucap Intan .
“ babe cobain deh , pas nggak rasanya , ini makanan yang dari resto , sebenernya berkuah , cuman kuahnya udah ngga enak rasanya , tapi lauknya masih enak , gimana rasanya ?” tanya Intan yang memberi Johnny suapan lauk yang ia masak .
“ pas enak , kamu tambahin apa , rasanya jadi beda , tapi lebih enak “ ucap Johnny .
“ daun jeruk , sama merica , syukur deh nggak ke asinan “ ucap Intan memindah makanan ke mangkuk saji .
“ kok bisa nggak ke asinan , padahalkan tadinya berkuah , terus kamu anggetin kuahnya berkurang “ tanya Johnny .
“ aku buang , trus sisain dikit aja kuahnya , ya gitu biar ga asin , sama biar bau daun jeruknya kerasa “ jawab Intan .
“ beruntung kita pak punya majikan kayak neng intan sama tuan , berasa nggak kerja “ ucap bi Sayu .
“ iya bener , kita di anggep keluarga , malah bisa bisanya sama neng intan di naikin gajinya, katanya biar tambah betah “ ucap Pak Supri membenarkan ucapan bi Sayu .
“ karena itu sama Allah di bales , di kasih anak yang nggak rewel , anteng gini , saya denger juga perusahan tuan makin banyak kerja samanya , bisnis keluarganya neng intan lancar dan maju , kalau emang jodoh yah gitu , kita doain aja semoga rumah tangga mereka ngga ada yang ganggu , keluarga mereka harmonis , aamiin” ucap Pak Bambang yang di ikuti pak Supri yang bi Sayu , yang mengamini doa pak bambang untuk majikan mereka .
“”ding dong”” suara bel rumah .
Pak Bambang bergegas berlari untuk membukakan gerbang , ternyata Putra yang datang .
“ternyata lo , ada apa , entar aja ,sini sarapan dulu “ ajak Intan .
__ADS_1
“ hehehe udah tadi tan “ tolak Putra .
“ alah bujang lapuk kayak lo , sarapan apa sih paling roti ama selai , udah deh ga usah nolak “ ucap Johnny .
mereka semua pun berkumpul di meja makan untuk sarapan .
“ ini serusan makan kemarin lo angetin , beda banget rasanya , jadi lebih enak , gua sampe heran tadi “ puji Putra setelah menikmati sarapannya.
“ makasih , tenang aja kaga gua suruh bayar kok , ga usah gitu banget mujinya “ ucap Intan .
pujian yang di berikan Putra dan Johnny sebenarnya hampir sama , namun respons yang di berikan Intan sangat berbeda , Johnny juga menyadari itu dan ia sangat puas dengan respons Putra setelah Intan di beri apresiasi olehnya .
sarapan berakhir dengan para pekerja yang di beri perintah Johnny untuk berbelanja bulanan , karena tak mungkin juga mereka harus mengolah ulang makanan dari resto terus menerus . tersisa Johnny, Intan dan Putra yang kembali membicarakan perihal proyek yang menurutnya sangat cocok untuk Intan .
.
.
.
.
.
3 episode lagi tamat nih , ada yang mau di sampai in nggak hehe , see you hari Sabtu malam guys
kalau WA kan sifatnya pribadi , mungkin lewat telegram kita bisa chatting yuk , username nya
@cahynintan2
__ADS_1
yuk pencet tombol like nya...