
Setelah mandi mereka turun untuk makan malam , Intan kembali ke kamar terlebih dahulu setelah selesai makan .
Johnny dan Cio belum kembali kekamar hingga hampir tengah malam . Intan memutuskan keluar kamar untuk mencari mereka .
Tapi saat keluar kamar Intan melihat mansion sepi dan hampir semua lampu mati . Intan mengecek ke kamar Cio namun tak menemukan keberadaan Cio dan Johnny .
Di tempat lain semua orang berkumpul di pantai belakang rumah . Intan lupa akan hari ulang tahunnya sendiri .
“ ini beneran intan lupa sama ulang tahunnya sendiri , ga keluar keluar perasaan “ ucap Mbak Ismi .
“harus ada yang mancing nih “ ucap Nadia .
“ oke ,MAAAA TOLONGIN CIO MAAA TOLONG MAA “ ucap Cio yang tiba tiba teriak untuk memancing Intan keluar .
“good boy” ucap Johnny.
Intan yang sekarang mengecek ke kolam renang yang berbatasan dengan pantai mendengar teriakan Cio , menjadi sangat panik Ia berlari dan dengan cepat membuka gerbang belakang yang menghubungkan rumahnya dengan pantai .
“SURPRAIIIIISEEE” teriak semua orang .
Johnny dan Cio menghampiri Intan dengan membawa kue ulang tahun . Intan baru mengingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya . matanya mulai berkaca kaca karena semua orang mengingat ulang tahunnya .
“ tiup lilinnya dulu jangan lupa make a wish “ ucap Johnny .
Intan berdoa dan memejamkan matanya , lalu meniup lilin . Johnny memberikan kuenya pada Nadia , lalu memeluk intan . air mata Intan tak mampu tertahankan lagi .
“mama jangan nangis hiks hiks hiks” ucap Cio tiba tiba ikut menangis . intan berjongkok lalu memeluk cio .
“ mama khawatir tadi “ ucap Intan .
“ maaf in cio , cio tadi di suruh tante nadia hiks hiks “ ucap Cio .
“loh kok gua “ ucap nadia .
Lalu semua orang kembali ke rumah setelah merayakan ulang tahun intan .
“ maaf in cio ya ma , ga bisa ngasih kado mama “ ucap Cio yang kini tidur di antara Intan dan Johnny .
“iya gapapa ,mama Cuma mau cio jadi anak yang nurut , terbuka dan sayang sama mama papa , udah yuk tidur katanya besok mau ke Chicago” ucap Intan .
Cio pun tidur memeluk Intan , Johnny diam diam mengelus pipi Intan . Intan yang belum sepenuhnya kehilangan kesadarannya , memegang tangan Johnny yang mengelus pipinya .
__ADS_1
Ke esokan harinya , semua saudara Intan pulang ,siang harinya mereka bersiap untuk pergi ke Chicago , yang ikut hanya keluarga inti saja . setelah sampai di chicago mereka langsung beristirahat .
“ babe aku boleh minta kado khusus dari kamu nggak ?” Tanya Intan .
“kenapa masih nanya , langsung minta aja , aku juga maaf ga kasih kamua kado , mau minta apa?” ucap Johnny .
“ aku mau kamu berhenti ngerokok, bisa kan “ ucap Intan.
“ aku usaha in yah , bantuin aku , mudah mudah han gampang , lagi pula aku juga jarang ngerokok , kamu Cuma mau itu?” Tanya Johnny .
“ emmm satu lagi , boleh nggak cio ketemu dinda “ ucap Intan ragu .
“minta yang lain aja yah , kamu tau kan cio hampir trauma sama perempuan gara gara dia , cio koma juga gara gara dia “ ucap Johnny .
“ tapi itu bukan sepenuhnnya salah dinda , dinda juga korban , gimana pun cio harus inget ibu kandungnya “ jelas Intan .
“ cio ga harus nginget orang buat dia sakit “ ucap Johnny sedikit menaikan nada bicaranya .
“aku juga ga berhak buat dia lupa dari mana dia berasal , aku juga sayang cio , tapi kalau cio ga nyoba hadepin ini , itu akan jadi kesakitan cio selamanya “ jelas Intan .
“ kamu kenapa sih , cio itu masih kecil untuk nerima ini semua “ ucap Johnny beranjak dari ranjang .
“aku yakin cio bisa kok “ ucap Intan .
Intan senang dengan persetujuan Johnny , namun Intan juga merasakan tak enak telah meminta hal yang juga luka lama Johnny , tapi Intan juga tetap yakin dengan apa yang ia lakukan .
ke esokan harinya , Intan mengajak Cio menemui Dinda , namun Intan belum membicarakan ini pada Cio .
“kamu yakin sama yang kamu lakuin?” Tanya Johnny .
“ percaya aku , yaudah aku mau turun dulu ,kamu ngga ikut “ ucap Intan .
“ga , kebencianku masih cukup kuat untuk melihatnya, aku tunggu di sini “ucap Johnny.
“ kita mau kemana ma ?” Tanya Cio .
“ cio kan belum ngasih mama kado , boleh nggak mama minta kado khusus dari cio” tanya Intan sambil menggandeng Cio berjalan menuju suatu ruangan di Rumah sakit jiwa .
“ boleh , mama mau minta apa?” Tanya Cio .
“sini “ ajak Intan memasuki ruangan Dinda . Cio melihat Dinda dan sedikit ketakutan .
__ADS_1
“gapapa , mama dinda ga jahat lagi kok , cio juga harus inget dari mana cio berasal , gimana pun surga cio di kaki mama dinda , coba say hai ke mama dinda , cio harus bisa melawan luka cio , biar sembuh ok “ ucap Intan .
cio menurutinya dan duduk di samping Dinda .
“ hai ma” ucap Cio .
Dinda melihat Cio lalu memeluknya . Cio takut dan tak membalas pelukannya .
“ cio udah maaf in mama, tapi menurut cio surga cio yang lebih baik ada di kaki mama cio yang baru “ ucap Cio .
dinda tak meresponnya , karena gangguan kejiwaannya yang belum sembuh . Intan dan Cio pun keluar dari ruangan dinda .
“ maafin mama udah ngajak kamu kesini yah , makasih cio udah mau sama kado yang mama minta “ ucap Intan .
“ cio tau cio bukan dari perut mama , tapi tetep mama cio Cuma satu , cio Cuma sayang mama” ucap Cio memeluk Intan .
“ good boy “ ucap Johnny mengelus kepala Cio .
“kamu disini babe “ ucap Intan .
“ iya , anak aku aja berani hadepin ini , aku juga harus berani , makasih udah buat cio inget dari mana asalnya , tanpa menyakitinya , kamu mama yang hebat buat cio babe , aku beruntung punya kamu “ ucap Johnny mencium kening Intan .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
__ADS_1
HADIAH boleh
TERIMA KASIH:)