CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)

CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)
Di Evakuasi


__ADS_3

“lah gua , wee lah “ ucap Kevin yang sebelumnya hanya tersenyum miris melihat perkelahian antara Johnny dan Putra seperti anak kecil padahal masing masing sudah berkepala 3.


kini Kevin tidak bisa berkutik karena Angga dan Mas adi yang tiba tiba menggotongnya atas perintah Johnny seperti seorang asisten algojo karena perawakan mas Adi yang tinggi besar dan Angga yang tak kalah tinggi , Kevin menjadi terlihat kecil ketika di gotong oleh mereka .


“ra boleh kan ?” tanya Intan yang sedari tadi tersenyum puas dengan kejadian di depannya.


“gapapa mbak , silahkan belum resmi kok “ ucap rara mengangguk memberi izin pada intan .


Nadia tau akan ada keributan yang lebih besar jika Intan sudah turun tangan , sang ibu hamil yang memang sudah ahli dalam bidang baku hantam sejak gadis , di tambah jelas masih ada rasa jengkel pada Kevin yang kini menjadi samsak dadakan .


“ OKEEE, ayoo ayoo anak anak semua , kamu juga , ikut kakak oke , sekalian nanti nginep di apartement dulu yah , tolong di ijinin yah para ortu , nanti kita party yah , oke anak anak , ayo lo ikut temenin gua ngurus para krucil “ ucap Nadia


Nadia menggusur semua anak kecil yang hadir pada piknik dan berbicara pada para orang tua , setelah mendapat izin nadia mengajak angga untuk ikut dengannya . Nadia mau mengamankan anak anak dari tontonan yang tak seharusnya .


“ nad tunggu “ ucap Pak Slamet berdiri dari duduknya dan merogoh saku celananya .


Pak Slamet melemparkan kartu debit , untuk di gunakan Nadia menyewa apartement dan melanjutkan party untuk anak anak yang ia ajak .


“ aihh baru yah , makasih my bruh “ ucap Nadia menangkap kartu debit yang di lemparkan Pak Slamet lalu memberikan salam manis berupa kecupan udara pada ayahnya sebagai tanda terima kasih .


“ eh nadia sini dulu “ panggil Papa Seo .


“ bentar pa , lo duluan dulu , parkiran pakai mobilnya mbak ismi biar muat anak anak , mas kuncinya “ ucap Nadia pada Angga untuk mengajak anak anak ke parkiran terlebih dahulu karena ia di panggil Papa Seo .


Nadia juga mengkode Mas Adi untuk memberikan kunci mobil pada angga karena tipe mobil Mas Adi adalah tipe mobil keluarga .

__ADS_1


“ ini kartu cek in , lantai 7 , kamar 710 paling ujung , di apartement depan “ ucap Papa Seo memberikan kartu untuk masuk ke apartement yang Papa Seo miliki di dekat rumah sakit .


“ makasih papa , eh mbak pamit dulu , monggo di lanjut “ ucap Nadia menegur Intan dan mendapat anggukan .


Di sisi lain , Johnny , Putra , dan Kevin saling pukul , walaupun dengan di campuri sedikit tawa , tapi pukulan itu cukup kuat terutama Johnny yang memberikan paling banyak bogeman mentah .


“” buagh buagh buagh “”


Suara pukulan mereka bertiga , namun saat kevin hendak memukul Johnny , Kevin menarik lagi tangannya .


“ apa mau mukul !!” ucap Johnny penuh penekanan .


“hehe ga deh udah dong weee kan gua punya salah paling banyak sama intan “ ucap Kevin mengeles untuk menghentikan pukulan .


“ bagus sadar “ gumam Intan lalu tersenyum licik .


“ ditaa dit” ucap Intan sambil menoleh ke kanan kiri untuk mencari sesuatu .


“ nyari apa lo ? , gua disini “ ucap Dita .


“ emm anu , ada CCTV gak ?” tanya Intan .


“ ga “ jawab Dita singkat


Jangan heran saat Dita hanya pasrah menjawab pertanyaan Intan dengan pasrah , karena sebenarnya saat pukulan pertama tadi , orang orang yang datang hendak memisah , namun oleh Pak Slamet dan Mama Seo di cegah , mereka meyakinkan orang orang kalau ini akan baik baik saja , beberapa orang mungkin berfikir saat para orang tua mencegah karena itu sudah biasa pada keluarga mereka .

__ADS_1


“ekhem babe , BABE!” ucap Intan memanggil Johnny untuk menggendongnya .


“ siap tuan putri “ ucap Johnny lalu berlari menuju Intan dan menggendongnya .


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


FAVORIT boleh


VOTE boleh


HADIAH boleh

__ADS_1


MAKASIH SEMUANYAAAA


__ADS_2