
Mereka menemukan Solusi bahkan untuk masalah yang belum terjadi , sangat benar jika mengatakan mereka hanya membutuhkan waktu untuk bertukar kata .
“iyaaa, babe jam take off mama sama papa , jam berapa , bukannya bentar lagi yah “ tanya Intan .
“ yah padahal lagi posisi enak , udah deh ayoo babe “ ucap Johnny mendorong pelan tubuh Intan untuk beralih posisi bangun.
Pesawat yang akan di tumpangi Mama dan Papa Seo sebenarnya masih 2 jam lagi , jadi mereka dapat bersantai dan menyempatkan untuk makan siang bersama. Mereka masih setia menemani Mama dan Papa Seo sampai pesawatnya benar benar lepas landas ke Chicago .
dalam satu hari Intan dan Johnny harus rela melepas dan berpisah dengan orang yang di sayang, yah walaupun bukan untuk selamanya , tapi itu akan menjadi cukup berat .
malam ini menjadi malam pertama Cio tidur di kamar Intan di rumah Pak Slamet . tapi mereka juga mendapatkan kembali kedua pekerja rumah tangganya , Pak Supri dan bi Sayu , mungkin juga lusa pak bambang satpam rumah Johnny akan menyusul ke rumah itu juga .
Kini intan telah selesai mengganti baju Key , karena tadi sore Key sudah di mandikan oleh neneknya , yaitu Mama Seo .
“ aduh cantiknya anak mama , sekarang kita siapin baju buat papa “ ucap Intan berjalan menuju ruang ganti . Intan hanya menyiapkan handuk untuk mengeringkan rambut dan celana pendek .
“ eh eh udah ngantuk nak , mau tidur sekarang hmm , capek yah habis nganterin kakak , terus nganter oma sama opa “ ucap Intan yang melihat Key dalam gendongannya sedang menguap .
__ADS_1
Intan memberi Key ASI dan setelah dirasa Key cukup kenyang , Intan menimang nimangnya , sembari berjalan ke kamar Key. Ia juga menutup jendela dan memeriksa alat pengawas yang terhubung dengan hpnya berfungsi dengan baik .
Johnny yang keluar dari ruang ganti melihat siluet Intan yang berada di kamar Key , ia memutuskan untuk kembali ke ruang ganti untuk mengambil kaos , karena ia hendak menemui bi Sayu dan Pak Supri .
Johnny menemui kedua pekerjanya, untuk memberi tahukan pada mereka segera menutup semua pintu dan pagar yang mengelilingi rumah mereka . Johnny juga bertanya jam berapa Pak Bambang akan datang besok .
saat hendak kembali ke kamar Johnny menerima telepon dari Putra , Putra menawarkan sebuah proyek yang mungkin menjadi impian Intan , sebenarnya Putra sudah memberi tahu Intan terlebih dahulu , karena itu Intan sekarang melamun menatap layar hpnya .
Putra tahu Johnny tak akan setuju namun ia tetap memastikan ulang dengan menelefon Johnny .
Johnny mau saja menerimanya hanya dengan alasan Putra juga sahabatnya , namun yang menjadi topik mereka tak seharusnya di bicarakan dijam istirahat.
Putra tau proyek ini memiliki proses yang cukup mudah , dan kedepannnya hanya perlu persetujuan satu kali saja dari kepala perusahaan , tak lain adalah Johnny , dan hanya akan di kerjakan pada pemegang proyek dan sekretaris ,jika pemegang proyek adalah intan maka hanya sisa satu sekretaris di perusahaan Johnny .
“ tapi ini sesuai banget sama pashion intan , katanya lo mau dukung apapun mimpi intan , lo tau ini cocok banget sama pola pikir intan , mungkin cuma butuh satu dua pertemuan clientnya setuju , gua yakin intan sanggup nanganin ini “ Putra yang kembali menyakinkan Johnny .
“ se tau mana lo sama pola pikir intan , gua emang bersedia wujudin mimpinya , tapi gua juga punya kewajiban buat arahin , Intan sendiri yang buat keputusan buat close sementara proyek baru , bro dia punya keluarga , gua harap lo juga sadar itu ,gua tutup” ucap Johnny dengan wajah yang menahan emosi mendengar ucapan Putra . Johnny segera meredam emosinya saat membuka pintu kamarnya .
__ADS_1
Suara pintu kamar yang terbuka dan kembali tertutup oleh Johnny , menyadarkan lamunan Intan yang spontan menoleh kearah pintu .
“ loh kok pake baju “ ucap Intan memicingkan satu alisnya
.
.
.
.
.
gua kan pernah bilang kalau next episode bakal ada konflik , udah tau kan masalahnya siapa , siap siap yah hihi
jangan lupa di like yahh
__ADS_1