
“ eh bi jangan , emang di situ tempatnya , barang barangnya taruh aja di kamar tamu bi “ ucap Nadia .
“ eh lampunya “ ucap Mbak Ismi .
lalu Kevin menekan saklar ,seketika suasana rumah menjadi gelap . Bi Sayu di bantu dengan Pak Supri sebisanya berjalan dengan pandangan gelap karena lampu di matikan . setelah sampai di kamar dan menaruh barang bawaannya , Pak Supri seperti mendengar suara isakan tangisan dari arah kamar mandi .
“ bi denger kan , ada suara dari kamar mandi “ ucap Pak Supri .
“ iya pak , mana sepi lagi , ini kamar kan belum pernah di tempati , rumahnya kan baru pak , walau pun udah dapet 8 bulanan tapi jarang di tempati , non intan jarang di sini waktu hamil “ ucap Bi Sayu .
Pak Supri pun memberanikan diri membuka pintu kamar mandi yang memang tidak tertutup dengan benar . di ikuti bi sayu yang membuntuti Pak Supri . mereka berdua melihat bayangan anak kecil laki laki yang duduk di closet .
“tanya aja pak siapa “ ucap Bi Sayu .
“ kalo setan gimana bu “ ucap Pak Supri .
“ ya kan setan juga bisa ngomong , non intan aja sering ngomong sendiri , tapi kata tuan non intan lagi ngomong sama setan “ ucap Bi Sayu .
“ ya kan non intan emang luar bisa orangnya “ ucap Pak Supri .
“ ya coba aja pak , biar jadi luar biasa “ ucap Bi Sayu .
“ ga ada yang bisa luar bisa kayak mama tau “ ucap Cio menoleh ke arah Bi Sayu dan Pak Supri .
“ oh ternyata den cio , hehe iya den , emang ga ada yang bisa niruin non intan , tapi den cio kok disini “ ucap Bi Sayu belutut di samping Cio .
__ADS_1
“ gapapa bi , ini aja , jasnya minta tolong bersihin , tadi kena es krim , ya udah cio mau ke kamar aja “ ucap Cio memberikan jasnya pada Bi Sayu lalu pergi keluar kamar mandi .
“ kenapa den cio pak ?” tanya Bi Sayu pada Pak Supri .
“ ngga tau bu , tanya aja , lagian bukan setan kan “ ucap Pak Supri menyusul Cio .
“ mmm den cio nggak ikut ngasih kejutan ke mamanya , itu kayaknya udah dateng lampunya udah nyala juga” ucap Pak Supri membujuk Cio yang duduk memeluk lututnya di kasur .
“ ga cio ga ganteng lagi , sana bibi sama pak supri aja “ ucap Cio lirih namun dapat di dengan oleh Pak Supri dan Bi Sayu .
“ turutin aja pak dari pada tambah ngambek “ bisik Bi Sayu pada Pak Supri
Pak Supri hanya mengangguk lalu mengajak Bi Sayu keluar kamar . beberapa menit sebelumnya , Intan sudah datang dengan Pak Slamet dan Bu Yuli dalam satu mobil . saat mereka datang gerbang depan sedang di tutup namun tidak di gembok , mereka juga melihat banyak mobil ada di sana , bahkan ada juga mobil pick up .
“ biar bapak yang turun buat buka gerbangnya “ ucap Pak Slamet lalu membuka gerbang
“ padahal rame , kok gerbang depan di tutup, emang mereka udah selesai pestanya “ ucap Johnny .
“ pada nginep mungkin , jadi gerbangnya belum di buka , mungkin pada baru bangun semua “ ucap Bu Yuli memanasi Intan , karena sebenarnya Bu Yuli dan Pak Slamet tau rencana Nadia , dan mereka juga ikut berperan khususnya memberikan makan malam untuk orang orang yang lembur mempersiapkan kejutan .
“( itu ada mobil mama , seru banget mereka kayaknya pestanya sampe malem )” batin Intan yang sedari tadi hanya diam .
saat sampai di teras depan Intan langsung turun , Johnny yang hendak menurunkan semua barang bawaan yang berada di bagasi di cegah oleh Pak Slamet .
“ kamu bantu istri kamu kasian itu , masih rada nyeri “ ucap Pak Slamet .
__ADS_1
“ oh iya yah , ya sudah saya bawa ini saja “ ucap Johnny mengambil tas yang berukuran kecil .
“biar ibu yang bawa , cepet temenin intan sana , kayaknya dia badmood“ ucap Bu Yuli .
“ eh , ya udah bu , makasih yah bu “ ucap johnny lalu sedikit berlari menyusul intan .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
__ADS_1
HADIAH boleh
MAKASIH SEMUANYAAAA