CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)

CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)
Nekat


__ADS_3

“ oi pak , duluan yah “ ucap Mbak Ismi sedikit mengeluarkan kepalanya


Ia dengan santainya malah menyapa salah polisi yang berada sedikit di tengah karena sedang menilang seorang pengandara motor . dan yang membuat terheran polisi yang Mbak Ismi sapa merespon sapaan Mbak Ismi dengan lambaian tangan yang di sertai dengan anggukan kepala dan mempersilahkan Mbak Ismi untuk lewat .


“ WHAT!! , di sapa dong , udah gitu nyapa balik lagi “ ucap Nadia yang menoleh ke belakang karena masih terheran melihat kejadian tadi .


“ bisa gitu yah , emang mbak kenal sama polisinya “ ucap Rara kembali menoleh ke depan .


“ menurut lo “ tanya Mbak Ismi memberi tebakan


“ temen mbak waktu sekolah “ ucap Rara menebak .


“ boro boro inget kadang kalo di sapa di jalan baru ingetnya kalo di rumah “ ucap Mbak Ismi .


“ mana kenal mbak , sok kenal aja , ayah juga biasanya gitu “ ucap Nadia kembali menoleh ke depan .


“ lagian ngapain panik , orang STNK nya udah di kasi tadi sama supirnya “ ucap Mbak Ismi .


“ SIM ?” tanya Nadia .


“ ada , tapi di dompet yang di gantung di kunci mobil gua “ ucap Mbak Ismi .


“ lah itu ngawurnya , untung aja “ ucap Nadia .


“ ya Alhamdulillah dong , udah sih , tinggal dikit lagi sampe “ ucap Mbak Ismi .

__ADS_1


“ iya in “ ucap Nadia .


Perjalan dari tempat laundry ke rumah Intan memakan waktuyang cukup lama karena rumah Intan yang berada di ujung utara kota dekat dengan pantai dan pelabuhan , sedangkan tempat laundry yang berada di kota bagian selatan dan masih cukup dekat dengan dataran tinggi .


beberapa kali mereka melewati oprasi lalu lintas dengan cara yang sama , Nadia yang sudah lelah dengan kenekatan kakak pertamanya memilih tidur sama seperti Rara , namun Rara bukan seperti Nadia , mungkin Rara terlalu terlarut dengan kesenangannnya hingga terbawa kealam mimpi .


beruntung saat sampai di rumah Intan gerbangnya tidak ditutup jadi Mbak Ismi dapat dengan mudah memasukkan pickupnya ke halaman rumah . Mbak Ismi melihat Nadia dan Rara yang tertidur saling berpangku kepala tak tega membangunkannnya , ia juga lelah menyupir cukup lama , Mbak Ismi memilih turun terlebih dahulu untuk memberi tahu pada orang yang ada di dalam rumah yaitu , Adi suaminya , Angga dan Kevin .


“ assalamualaikum “ ucap Mbak Ismi masuk ke dalam rumah .


“ waalaikum salam “ jawab Mas Adi , Angga dan Kevin yang sedang menghias kemasan berisi baju yang akan di gantung di sepanjang tali yang telah mereka gantung .


“ eh aku sangka tukang paket , soalnya lihat mobil pick up berhenti di depan “ ucap Mas Adi .


“ hehe maaf “ ucap Mas Adi.


“ iya deh , udah masang stiker dinding buat kamar bayi “ ucap Mbak Ismi.


“ udah baru aja , mangkannya ini masang pita buat baju bajunya , di atas juga tinggal nata perabotan “ ucap Mas Adi .


“ eh astaga , heyy cewe cewe lo masih di pick up tidur “ ucap Mbak Ismi yang baru ingat kalau kedua adiknya ia tinggal di pickup .


Angga dan Kevin bergegas keluar rumah , benar saja Nadia dan Rara masih tertidur di dalam pick up . Kevin dan Angga masih berdiri di depan pick up memandangi kedua tunangan mereka masing masing , yang bisa bisanya tertidur pulas di dalam pick up .


“ ya elah , kok malah lomba ngelamun sih , itu adik gua dua di biarin gitu , gendong kek , bangunin “ tegur Mbak Ismi yang baru saj keluar rumah dengan Mbak Ismi karena hendak mengusung barang barang yang ada di atas pick up .

__ADS_1


“ iya cepetan , abis itu cepet balik lagi ke depan bantuin , angkatin barang barang yang ada di atas pick up masih banyak , trus lanjut dekor kamar “ ucap Mas Adi yang masuk ke dalam rumah lagi membawa troli bayi .


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


FAVORIT boleh


VOTE boleh


HADIAH boleh


MAKASIH SEMUANYAAAA

__ADS_1


__ADS_2