CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)

CEO Duda & Pemimpi Besar (JOHNNY NCT)
Kavling Business


__ADS_3

Setelah sampai di kantor pak Supri langsung pulang meninggalkan johnny di kantor yang ingin menemui sekretaris nya


"bro ikut gua nanti ngecek cafe " ucap johnny pada sekretaris sekaligus sahabatnya


"lu kaga jadi ke kampus" tanya putra yang mengetahui semua jadwal johnny , karena ia yang menyusun jadwal untuk johhny dan ia juga mendapat panggilan dari kampus


" ga , ada deh alasannya , ikut apa kaga" tanya johnny untuk memastikan.


"maaf ga dulu bro, gua ada acara , oh ya besok gua izin ke kampus adek gua " jawab putra


"napa lagi si curut bikin ulah , yaudah bareng gua besok gua juga kesana" tawar johnny pada putra


" ok deh , lo ga cape apa ngurus bisnis sana sini , cafe , ngurus anak , sekarang lo masih mau jadi dosen , gila lu ya" ucap putra yang ikut memikirkan betapa sibuknya johnny yang sangat menjadikan waktunya adalah uang bahkan menurutnya emas .


" kalo anak kan udah kewajiban gua , gua kerja supaya anak gua hidupnya enak kaya gua dulu , yamasa bapanya dari kecil enak masa anaknya kaga enak, yaudah gua ke cafe dulu" ucap johhny


"gila sih yaudah gua juga mau pulang" jawab putra.

__ADS_1


Di Cattering


Setelah menemui pak wawan dan menyelesaikan urusan nya , intan mengantar pak edi ke tempat catering kakak nya


" mbak ismi ada bu lek?" Tanya nya pada karyawan yang bekerja di sana


" ada nduk di dalam " jawab seorang karyawan dengan segan padahal umurnya yang seumuran dengan ibu intan .


" mbak is , mbak ismi" panggil intan sambil memasukki tempat produksi


"iya mbak , itu pak edi di depan , sekarang pak edi yang bagian antar bahan ke sini , pak wawan udah ku kasih tugas lain " jelas intan pada kakaknya


"loh kamu habis dari rumahnya pak wawan astagfirullah tan ga cape kamu jauh loh dari kampus mu , shh akh!" ucap kakaknya yang tiba tiba meringis ke sakitan karena bayi dalam kandungan kakaknya menendang


" duh kenapa mbak , nendang lagi ? , oh ya mbak bu lek kok kayak takut liat aku sih" Tanya intan


" ya kalo aku ga kenal kamu sih udah takut tan , orang badanmu gede siapa yang ga takut , udah gitu kamu jarang ngomong juga , oh ya si riski tau kan adiknya mina itu kan pernah ga jadi deketin kamu atau kamu tolak itu mungkin ya karena itu juga bu lek takut kan riski anaknya bulek " jelas kakaknya pada intan

__ADS_1


"hahaha kakak masih inget sama si riski , gimana ya sekarang abis ku tolak kan dia nangis " ucap intan yang masih ingat kejadian saat SMA dulu


" udah tan ga boleh gitu , kakak mau minta tolong kalo kamu ga cape sih besok" ucap kakaknya mengingatlan intan


"kenapa mbak ?" tanya balik intan


" antarin pesenan ke kantor deket kampus mu " ucap ismi pada intan yang di jawab anggukan dan mendapat jempol dari intan yang tengah minum segelas air sambil mendengarkan kakaknya


"ciee ulang tahun cieee " ucap seorang gadis yang tiba tiba memasuki ruangan dengan membawa kue


" kenapa ga ganti dulu itu seragamnya " tanya intan pada gadis itu yang ternyata adiknya


" yeee ga makasih apa di kasih supries , malah di omelin " gerutu adiknya


" sabar nadia ya emang gitu mbak mu satu ini sangking sibukny sampe ga bisa kaget" ucap ismi yang sedikit menyindir adiknya


" iya iya udah yuk pulang kita makan kue nya sama ayah ibu di rumah" ajak intan yang langsung di setujui oleh kakak dan adikknya

__ADS_1


__ADS_2