
Ucapan Johnny seolah menegaskan kalau Intan telah menjadi Istrinya yang berarti Intan juga menjadi miliknya , itu juga menjadi perlawanan halus dari sikap Putra yang masih menyukai Intan . jelas ucapan Johnny akan di ingat Putra .
“ intan lagi mandi , trus katanya johnny juga mau mandi , trus mereka mandi bareng gitu , padahal itu impian gua dulu , ah elah jangan kan gitu gua kira bakalan bisa omong omongan sama intan aja ga terwujud “ gumam Putra menuruni tangga .
“ pssst “ kode Kevin untuk Angga karena Ia melihat Putra menuruni tangga dengan muka yang masam
namun sepertinya Angga tak mendengar kode dari Kevin , Kevin memutuskan menuliskan pesan di chat room game yang mereka mainkan bersama .
[eh tangga lihat tangga ] pesan dari Kevin .
Angga membaca pesan itu dan menoleh ke arah tangga , ia melihat Putra yang sedang mengomel .
[lah ia asem banget mukanya]
[kayak cenayang lo , bisa ngeramal]
[eh lo kenapa manggil gua tangga]
[yang boleh manggil tangga cuman nadia tau] pesan balasan dari Angga di chat room game .
[kalian kenapa ghibah di chat room game] pesan dari Nadia yang ternyata menjadi musuh mereka di game .
“jhahahaha” Kevin tertawa terbahak bahak membaca pesan di chat room gamenya dan juga tak lama karakter Angga mati dibunuh oleh karakter yang di mainkan Nadia .
“ngetawain gua lo ?” tanya Putra yang ternyata sudah duduk di sofa ruang tengah .
“kaga juga mangkannya jangan suka geer” ucap Kevin sekaligus menyindir Putra .
“bentar lagi ada pegawai resto yang dateng , kalian di suruh bantu dekor halaman belakang “ ucap Putra lalu pergi ke ruang tamu .
__ADS_1
[guys] chat dari Angga yang belum keluar dari game .
[ngapa lo, bukannya udah mati ] chat dari Kevin .
[numpang pengumuman , kita di suruh bantu orang resto sama dekor halaman belakang, jangan nge game mulu kalian] chat dari Angga menyampaikan ucapan Putra .
[bang ngalah dulu , biar gua bunuh, masih ada musuh ] chat dari Nadia lalu membunuh karakter yang di mainkan Kevin .
[eh anj , ya haha mati juga lo , ya udah rara bangunin ] chat dari Kevin yang melihat karakter Nadia juga mati di bunuh oleh team lain .
[susah banget rara bangunnya] chat dari Nadia masih di chat room game .
[masa perlu gua kiss dulu kaya putri tidur ya udah gua otw ke kamar] chat dari Kevin .
[heh ini bukan grup chat pribadi tolong, dah dah ayo kerja kerja] chat dari Angga .
“gua teriak manggil mbak intan dari kamar ampe berani masuk kamar loh” ucap Nadia sedikit teriak dari kamar .
Johnny sempat heran untuk apa Intan menelefon putra agar datang ke kamarnya , Johnny berjalan mendekat ke Intan dan melempar barang barang yang Ia ambil dari Putra tadi ke kasur .
“ eh babe udah selesai , kamu ga liat putra gak , tadi aku nelfon dia buat ngambilin barang , tapi kok belum kedengeran ketuk pintu “ ucap Intan menyiapkan perlengkapan untuk Key dan berbicara sambil tak melihat Johnny .
Johnny tertegun , sepertinya Intan bisa membaca pikirannya yang sedang mempertanyakan tentang untuk apa Intan menyuruh Putra ke kamarnya , ternyata masalah hanya ada pada Putra , Intan masih orang yang sama yang tak suka privasi kamarnya terganggu , buktinya Intan menunggu ketukan dari Putra saat datang , namun tadi Putra yang malah hendak langsung masuk ,
“(lihat kan mama kamu , belum juga papa tanya , udah bilang duluan , berarti mama cinta sama papa , atau papa aja yang cemburuan yah?)” batin Johnny mengelus pipi Key yang di tidurkan di box bayi .
“heum” gumam Key seperti mejawab pertanyaan dari batin Johnny .
“ eh iya ?” ucap Johnny .
__ADS_1
“ apanya ?” tanya Intan .
“ hehe gapapa , eum kamu perlu bantuan ?” tanya Johnny .
“ itu deh , kamu bisa kan siapan air anget buat key mandi , jangan sampe terlalu panas tapi , aku mau siapin baju buat kamu sama aku juga, sekalian kalo udah langsung mandi aja , nanti kalo kamu mau keramas , aku keramasin “ ucap Intan .
“siap “ ucap Johnny lalu pergi ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk Key mandi .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
__ADS_1
MAKASIH SEMUANYAAAA