
Tiba tiba Johnny berdiri dan menaruh Key di Ranjang , lalu ia juga pergi ke ruang ganti tanpa berbicara apa pun pada Intan . Intan yang melihatnya heran namun , tak begitu memikirkan juga , lantas Ia menggendong Key .
“ kasian di tinggal papa , emang dasar papa “ ucap Intan menimang nimang key .
Intan hendak menujukan kepada Key pemandangan dari balkon kamarnya yaitu suasana pantai saat menjelang sore , walaupun pengelihatan Key pastinya masih belum terlalu jelas untuk bayi yang baru lahir seperti umumnya .
namun saat berjalan menuju pintu kaca yang menjadi akses ke balkon , Intan di kejutkan dengan kain putih sedikit tebal menutupi matanya .
“ babe kamu ngapain “ ucap Intan , namun tidak mendapat balasan dari Johnny yang malah mengambil Key dari gendongannya .
“ lah babe ?” ucap Intan bertambah bingung , justru Johnny keluar kamar dan memanggil Mama Seo yang sudah sedia di depan kamar .
“itu ma , udah aku tutup matanya cepetan , tadi hampir aja lihat keluar balkon “ ucap Johnny sedikit pelan.
“ dia belum lihat kan “ ucap Mama Seo juga ikut mengecilkan suaranya .
dan entah saking bingungnya Intan tak memiliki pikiran untuk melepas penutup matanya padahal tak ada orang lagi di kamar itu. Mama seo pun masuk ke kamar dan langsung menggandeng Intan
“ loh mah , suami aku mana ma “ ucap Intan yang langsung mengenali telapak tangan Mama Seo .
“ kok kamu tahu sih , udah ayo ikut mama “ ucap Mama Seo menuntun Intan keluar kamar .
“ ma lepas dulu penutup matanya , ini mau turun kan “ ucap Intan .
“ percaya mama “ ucap Mama Seo .
Mama Seo membawa Intan ke halaman belakang yang telah di hias , lalu mendudukan Intan di ayunan yang terletak dekat dengan kolam renang .
“ mau ada apa ma di halaman belakang “ ucap Intan yang hanya duduk menuruti Mama Seo .
__ADS_1
“ kok kamu tahu lagi “ ucap Mama seo .
“ dari angin ma , bau laut juga , tuh ada suara ombak jelas “ ucap Intan .
“ kamu diem sini dulu “ ucap Mama Seo lalu meninggalkan Intan sendirian disana .
“ loh mah “ ucap Intan bertambah kebingungan .
“ perasaan bukan ulang tahun aku , hari ibu juga masih lama , aniv nikahan juga masih lama , belum setahun juga , kenapa di tinggal” gerutu Intan sendirian sambil menggerak gerakkan ayunan .
“ kok sepi banget yah rasanya ,ini beneran aku sendirian “ ucap Intan yang hanya mendengar suara ombak dan beberapa burung pantai .
“ babe kamu bawa key kemana , cio anak mama temenin mama yuk , babe nanti key nangis loh , mah kok lama sih ninggalinnya , ayaahh orang orang pada kenapa sih , kata mas johnny mama ayah sama ibu tidur di pavilion , masa ga kedengeran , masa masih tidur , bu ada apa sih bu “ omel Intan yang mulai memanggil orang orang terdekatnya .
“ tuh mulai ngabsen “ ucap Mama Seo berbisik .
“ eh mba santi , dah lama ga ketemu , jangan ganggu saya dulu , mbak lagi ga mau ribut “ ucap Intan yang malah menyapa suara kuntilanak , karena ia mengira itu berasal dari sosok kuntilanak yang kerap menampakkan diri sejak ia kecil di rumahnya dulu .
“ siapa santi “ tanya Mama Seo .
“ kuntilanak kenalannya intan “ ucap Johnny menanggapi pertanyaan Mama Seo dengan datar .
” eh beneran , baru tau gua “ ucap Putra yang mengaku kaget dengan pernyataan Johnny terkait istrinya .
“ emang , udah jangan di bahas , kata intan kalo di bahas sama aja manggil “ ucap Johnny .
“ emang intan bener bener bisa lihat ?” tanya Kevin .
“ nggak , katanya seringnya cuma siluet , jarang sih pikirannya juga otomatis gambarin sosoknya “ ucap Nadia .
__ADS_1
“ kok bisa langsung nebak si itu “ ucap Putra yang enggan menyebut nama sosok kuntilanak .
“ bestie mungkin “ ucap Nadia singkat .
“ oh “ ucap orang orang pelan namun serempak dan mempercayai omonngan Nadia dengan mengangguk angguk kan kepala , lalu mereka melanjutkan pekerjaan mereka sambil mengawasi Intan .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
MAKASIH SEMUANYAAAA
__ADS_1