
Pukul 1 dini hari .
Intan ambruk diatas tubuh johnny .
“ udah ah babe , sakit semua badan aku “ ucap Intan .
“ iya iya hihi bener kata aku hormone kamu akhirnya tersalurkan hihi” ucap Johnny memeluk Intan .
“iya sih , tapi kamu mah emang tujuannya ngajak aku ke rumah baru , yang jauh dari rumah lama biar bisa puas puas in” gerutu Intan .
” udah yuk bangun,aku mau bersihin selimutnya bekas kamu” ucap Johnny membaringkan tubuh intan di sampingnya .
“ ga mau… cape , masih sakit” rengek Intan .
“yaudah , bentar naik dikit “ ucap Johnny sambil menarik selimut yang terdapat bercak darah perrawan Intan .
Intan menaikkan tubuhnya dan membenamkan wajahnya di bantal .
“(gua bener bener jadi yang pertama , kasihan dia kecapean )” batin Johnny melihat tubuh Intan yang masih tak berbusana meringkuk di tengah kasur dengan ukuran yang cukup besar .
“hmm mini…” gumam Johnny .
“udah jangan liatin aku mulu “ ucap Intan .
“ hihi kenapa sih orang udah aku liat setiap incinya juga” ucap Johnny .
“ ihhh ya udah deh , aku mau ke kamar mandi … AKHH!!” ucap Intan yang mencoba berdiri namun kembali ambruk karena merasakan nyeri di bagian kewanitaannya.
“tau ah ga jadi “ ucap Intan cemberut .
“ hihihi yaudah , aku ke kamar mandi dulu, jangan lupa pake baju “ ucap Johnny lalu pergi ke kamar mandi .
Pipi Intan memerah karena perkataan Johnny dan Ia teringat kejadian kemarin malam di mana mahkotanya benar benar di ambil oleh orang yang memang berhak mendapatkannnya .
Intan mencoba duduk dan mencoba mencari sesuatu yang dapat Ia pakai . Ia melihat baju tidurnya yang sudah terlempar jauh karena ulah Johnny.
Hanya ada kemeja Johnny yang lokasinya cukup mudah untuk Intan gapai , Intan mengambilnya lalu memakainya . kemeja johnny menjadi drees yang menutupi hingga atas lututnya .
“ uh 1 jam lagi harus masak buat sahur , tidur bentar deh “ ucap Intan memasang alarm di HP nya .
Johnny keluar dari kamar mandi melihat Intan tertidur dengan sangat pulas , dengan posisi tengkurap dan tangannya masih memegang HP .
Johnny mengambil HP milik Intan dan membukanya . Johnny melihat Intan sudah memasang alarm dan 10 menit lagi akan berbunyi .
“ kasihan my baby , biar gua masak sendiri aja buat sahur “ ucap Johnny .
Akhirnya Johnny pun turun untuk memasak , Ia juga membersihkan baju baju yang berserakan di kamar dan juga memberi Intan selimut .
Intan terbangun dan menemukan tubuhnya sudah di selimuti , Ia mencium bau salep dari tubuhnya .
Rupanya Johnny mengoleskan salep pada bekas kemerahan yang Johnny tinggalkan di leher Intan , namun Intan tak melihat Johnny di kamar saat bangun.
“ waduh udah jam 3 , gua belum masak, keburu imsyak” ucap Intan setelah melihat layar HPnya .
Intan mencoba bangun dan berjalan menuju kamar mandi . walaupun agak kesulitan akhirnya ia berhasil turun ke dapur setelah mendengar suara dari dapur saat setelah mandi .
Disana Ia melihat Johnny yang sudah makan yang rupanya hasil masakannya sendiri .
__ADS_1
“kenapa kamu gak bangunin aku , kamu masak apa babe “ Tanya Intan duduk di depan Johnny .
“ kamu kenapa bangun , kamu ga usah puasa aja dulu “ ucap Johnny .
“ ngga ah , aku udah keramas kok , minta dong “ ucap Intan mengambil sendok dan menyendok makanan Johnny .
“hmm enak , maaf yah aku ga sempet masakin kamu “ ucap Intan .
“pelan kalo makan ,kaya anak kecil” ucap Johnny mengusap pipi Intan yang terkena caos .
“ udah ?” Tanya Johnny lalu mengambil piring Intan dan memberinya minuman .
“ makasih , enak masakan kamu babe , kamu mau nggak ngajarin aku masak , aku bisa masak sih Cuma ada beberapa masakan yang pingin aku coba “ ucap Intan .
“masakan kamu juga enak kok , nanti kalo kamu ada resep baru , kita nyoba buat bareng bareng oke” ucap Johnny sambil mencuci piring .
“ okee “ ucap Intan kegirangan .
“ udah yuk balik ke atas bentar lagi subuh “ ucap Johnny .
“ gendong” ucap Intan merentangkan kedua tangannya .
“ tadi bisa jalan sendiri, yaudah sini loncat sendiri” ucap Johnny membelakangi Intan .
“ ga bisa babe ga nyampe” ucap Intan .
Intan memang paling tinggi di keluarganya , Ia hanya selisih 2 cm dari adiknya . namun tinggi Intan yang hanya 165cm menjadi sangat mungil jika dibandingkan dengan Johnny yang memiliki tinggi 185cm .
“haha dasar pendek “ ejek Johnny .
“enggak aku tinggi tau , aku paling tinggi di keluarga aku “ ucap Intan yang kini di gendong Johnny .
“tinggian aku , 2 cm itu penting tau” ucap Intan .
Setelah sholat
Mereka berdua bersantai di atas kasur , cuddle yang sangat pas dengan udara pantai saat subuh .
Intan terus mencoba membenamkan wajahnya di tubuh Johnny . kaki Johnny menghimpit kedua kaki Intan.
"Ah you are so small" ucap Johnny mendekap erat tubuh intan
(ah kamu tubuhmu sangat kecil-artinya).
"No!, im a big" ucap Intan mendongak
(nggak , aku besar-artinya).
" what to big?" tanya Johnny menoleh ke bawah
(apanya yang besar-artinya).
"Im to big than they are , u know" ucap Intan
(aku lebih besar dari pada mereka , kau tau-artinya) .
"But you small" ucap Johnny
__ADS_1
(tapi kamu kecil-artinya) .
"No no no" protes Intan tak terima
(tidak tidak tidak-artinya) .
"Ok ,they just very smoll , we are big" ucap Johnny
(oke , hanya mereka yang kecil , kita besar-artinya) .
"Hahah okok" ucap Intan setuju.
"My mine, smaller" ucap Johnny lalu mengecup kening Intan
(milikku ,kecil-artinya) .
"I mind you over big , but i like it" ucap Intan
(aku pikir kamu yang terlalu besar, tapi aku suka-artinya) .
"You like big ?" ucap Johnny
(kamu suka yang besar?-artinya) .
"Yeah you a mine" ucap Intan
(ya , kamu milikku-artinya).
" Forever i can hug you , hold you , dont go babe ,luvyou" ucap Johnny semkin mendekap Intan
(selamanya,aku bisa akan memelukmu ,mendekapmu , jangan pergi babe -artinya).
" Many luv luv you to" ucap Intan membalas pelukan Johnny
(banyak cinta cinta kamu juga-artinya) .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
__ADS_1
TERIMA KASIH:)