
“ gini deh , aku ambil tengah babe yah , kembali lagi kan keputusan kamu sebagai kepala perusahaan , udah fiks , kalau tidak ada proyek baru selama kerja di rumah , itu juga udah di perhitungin , dan emang perusahaan bakalan baik baik aja walaupun ga ada kenaikan , tapi kondisi perusaan juga masih sangat optimal…” ucap Intan yang membuat Johnny merasa lega.
“ tapi ada benarnya juga kata bang putra , kalo penolakan kerja sama mungkin akan ber efek pada nama baik perusahaan , atau peluang partnership kedepannya …” lanjut Intan yang sekarang membuat Putra merasa senang.
“ sekarang solusinya bukan cuma di terima namun proyek nganggur , bukan juga sekedar di tolak , kita bisa kasih penolakan secara halus , atau istilahnya penawaran , kita bakal adakan seminar perusahaan calon partnership mungkin 2 bulan lagi , dan perusahaan perusahaan di harapkan mempersiapkan perusahaannya dan proyeknya secara maksimal , jadi selama 2 bulan ini bang putra bilang aja , sementara ini perusahaan hanya menerima perusahaan yang mengikuti seminar 2 bulan lagi , perusahaan bapak ibu bisa mempersiapkan untuk seminar ,jadi bukan sekedar nolak , tapi seminar alasannya “ jelas Intan lalu menggerakan kedua alisnya mengisyaratkan meminta pendapat .
Johnny dan Putra terdiam dalam beberapa waktu , dan akhirnya Putra memberi respon dengan mulai menggelengkan kepala dan bertepuk tangan kagum , tiba tiba notif di HP Intan yang berasal dari kamar Key berbunyi .
“ eh anak gua , lanjutin deh “ ucap Intan lalu bergegas menuju kamar .
“ gila beruntung banget lo “ ucap Putra sambil masih bertepuk tangan dan menggelengkan kepala .
Johnny juga kagum dengan solusi yang di berikan Intan , namun reaksinya tak seheboh Putra .
“ terima proyek yang kemarin lo bicarain , lo kumpulin data datanya , dan gua serahin ke lo gimana ngomongnya , pokoknya proyek produktif setelah Intan balik ke kantor , gua mau ke kamar dulu , oh ya... , gua emang beruntung!! “ ucap Johnny lalu meninggalkan Putra juga di ruang tengah .
meninggalkan Putra yang sudah menahan rasa jengkel , apalagi dengan kata terakhir yang di katakan Johnny .
“ gua emang beruntung , paan bossy banget jadi suami , tau dah “ gerutu Putra membereskan barangnya dan berjalan keluar rumah itu .
tepat saat putra sudah berada didalam mobilnya , sebuah senyum penuh arti terlukis dari wajah putra .
beralih dari pengusik pagi yang harmonis di rumah Intan , Johnny kembali ke kamar dan melihat Intan sedang memberi ASI pada Key dengan di box bayi .
Johnny yang masih terbawa kesal memilih diam dan membuka laptopnya untuk mengerjakan pekerjaannya , Johnny juga mempunyai kelas yang harus ia ajar secara online sebentar lagi , ia pun memutuskan untuk mengganti bajunya agar terlihat lebih formal .
Tepat saat Intan turun dari box bayi setelah menidurkan Key , Intan tak menemukan Johnny , namun hanya laptopnya yang menyala . Intan memeriksa jadwal Johnny yang ada pada hpnya .
“ oh mungkin ganti baju , oh yah berkas ini , di laci kayaknya “ ucap Intan berbicara sendiri .
Intan mengambil berkas yang harus di kerjakan Johnny , setelah menemukan berkas yang ia cari , Intan menaruhnya di meja dan menatanya dengan rapi agar memudahkan Johnny saat bekerja .
__ADS_1
tak lama Intan mendengar suara mobil yang di kendarai Pak Supri memasuki halaman rumah , Intan pun turun untuk membantu bi satu menata barang belanjaan yang telah di beli .
Intan dan johnny tanpa sengaja seperti kucing kucingan , Johnny keluar dari ruang ganti dan tak menemukan Intan di ruangan itu , saat ingin memulai pekerjaannya , Johnny baru menyadarinya , Intan sudah menyiapkan berkas berkas yang telah tertata dengan rapi .
“ proffesionalnya ga mengenal tempat , padahal kerja di rumah tujuannnya biar dia ga terlalu cape “ ucap Johnny dengan tersenyum .
Cukup lama Intan meninggalkan kamar , Key bergerak gusar di box bayi , padahal 5 menit lagi ada kelas yang harus Johnny ajar , Johnny memutuskan untuk menggendong Key .
di dapur bukan tanpa alasan Intan menghabiskan waktu yang cukup lama di sana . Intan membuatkan cemilan untuknya dan Johnny agar tak bosan bekerja di kamar . ia juga membuat dessert yang niatnya nanti akan diberikan kepada Cio .
“ cah siap di nikmati , yang ini taro kulkas dulu “ ucap Intan menaruh dessertnya di freezer lalu membawa cemilan juga coffe ke kamar .
“ babe , oh” panggil Intan saat memasuki kamar , namun terputus karena melihat Johnny sedang ada kelas .
begitu pula Johnny yang sebenarnya ingin bertanya pada intan kemana saja ia pergi meninggalkan Key , namun juga terjawab dengan apa yang Intan bawa di tangannya .
“ hihihi , kamu gapapa gitu “ tanya Intan dengan suara pelan dan menggunakan isyarat tangan .
Johnny mengangguk menjawab pertanyaan Intan . Intan tersenyum dan menyisir rambut Johnny ke belakang . meskipun Johnny menjawab bahwa dia tidak keberatan dengan posisi itu , Intan tetap mengangkat Key .
“ permisi yah kakak kakak” ucap Intan .
“ iya kak “
“ halo dedek”
“ eh itu kayak kating yah “
“ pak dosen dapat mahasiswa sendiri “
begitu lah macam macam sahutan dari para mahasiswa yang Johnny ajar.
__ADS_1
“ pak boleh say hi in istrinya ke kita nggak ?” sahut ketua kelas di dalam kelas video yang berlasung .
“ boleh ?” tanya Intan .
“siapa yang ngelarang ?” ucap Johnny yang malah bertanya balik sambil menarik Intan pelan untuk duduk di sampingnya .
“ hallo , hihi semangat yah pembekalannya , pak dosen ngajarnya baikkan? , jangan sungkan sampain pendapat atau pertanyaan ke pak dosen yah , ajak debat aja gapapa , dulu saya sering kok debat waktu di ajar pak dosen , semangat semua “ ucap Intan mengucapkan beberapa kata penyemangat .
itu juga membuat Johnny mengingat masa lalunya saat masih masa pendekatan dengan Intan yang juga mahasiswi yang ia ajar saat itu .
“ iya istri saya dulu mahasiswi saya , udah kan kenalannya , kalo mau tau namanya cari aja di buku tahunan perpustakaan pasti ada , ayo kita lanjut pembekalannya , supaya kalian mateng berangkat kkn nya , kalian di sana jangan kabur kalo ngga kuat atau ada masalah , yah jangan sampai ada masalah juga di tempat orang yang mau kalian datangin” ucap Johnny yang juga mengingatkan masa lalu Intan .
sebenarnya dulu Intan bukan kabur , apa yang cocok untuk menjuluki itu , mungkin
“ di culik dengan persetujuan”
mari lupakan pembodohan oknum bernama dimas dulu.
.
.
.
.
.
detik detik nih , gimana perasaan kalian udah nyampe di tahap akhir ini
makasih ya udah baca sampe sini , lanjut yuk kurang dikit lagi
__ADS_1