
Intan mengecek hpnya dan ternyata terdapat pesan dari Rara
[mbak katanya dari cabang winongan , belum dapat pemasukan ] pesan dari Rara
[ bukannya setiap jatah pemasukan , udah di kasih ke pak bambang , kenapa ga minta sama pak bambang . kan biasanya juga mibta langsung ke pak bambang , di perjanjiannya dulu juga gitu ] pesan balasan Intan .
[ itu mbak , anaknya pak bambang habis nantangin orang suruhan dari cabang winongan waktu ke sana , istrinya pak bambang juga ikut campur ] pesan dari Rara .
"ck , ternyata satu keluarga sama aja , istri yang mana tuh yang ikut campur “ gerutu Intan yang kesal dengan tingkah laku Pak Bambang sekeluarga .
beruntung Intan sekarang sudah tidak berada di samping Johnny .
[jadi gimana mbak , mas kevin lagi ikut ayah , bentar lagi aku juga ada kelas , apa aku kesana aja , nanti biar minta materinya sama angga ] pesan dari Rara .
[ ga usah ra , kamu jangan ke sana sendirian , kamu ke kampus aja , bilang bentar lagi pak bambangnya mbak telfon ] jawab Intan .
Intan menoleh kearah Johnny yang sedang sangat serius memberikan materi pada para mahasiswa yang ia ajar , jika ia menelefon di sana , ia takut akan mengganggu kelas yang berlangsung .
Intan memutuskan keluar kamar , Johnny yang melihat Intan tiba tiba keluar dari ruangan itu dengan wajah yang kesal dan tanpa berbicara apapun ke padanya , Johnny ingin bertanya kenapa namun ia masih mengajar .
Johnny percaya Intan dapat mengatasi masalahnya , Intan juga berulang kali meyakinkan kepada Johnny , ia pernah menghadapi hal yang lebih sebelum bersama Johnny , Intan juga berjanji akan selalu terbuka , dan mereka selalu memiliki waktu untuk bertukar cerita .
__ADS_1
Hingga siang hari Intan masih berada di halaman belakang untuk menyelesaikan masalah pekerjaannya , lewat telepon dan seperti biasa Pak Bambang yang mati kata jika berbicara dengan Intan .
“ saya tegaskan sekali lagi pak , saya masih memegang kuasa keputusan di bisnis ayah saya , jadi perjanjian masih sama , dan system kerja saya juga sama dengan ayah , hanya saya lebih mematuhi hukum , mungkin jika bapak dengan ayah saya masih dapat menegokan untuk beberapa kali , dan saya hanya berdasarkan bukti tertulis berupa surat perjanjian , dalam surat perjanjian hanya tertulis yang menjadi subject , saya , bapak dan ayah saya , semua sudah bertanda tangan , jadi bapak di harapkan menyelesaikan sendiri tanpa melibatkan keluarga “ tegas Intan pada seseorang di balik telfonnya , tak lain dan tak bukan , siapa lagi kalau bukan pak Bambang .
Intan tak menyadari sudah beberapa menit Johnny berdiri di pintu belakang dan memperhatikan percakapan telfon .
“ minum dulu “ ucap Johnny menyodorkan jus alpukat buatannya tadi .
Intan menerimanya dan segera meneguknya . Johnny memperhatikan Intan dan tersenyum , seraya tangan mengelus kepala Intan .
“ udah masuk waktunya makan siang yah , kamu laper yah , ayo ke dalem “ ucap Intan menarik tangan Johnny yang menggenggam tangannya .
“ masih bisa di tanganin lah , iya nanti , kan sekarang bukan waktunya , kalo aku cerita sekarang ga puas ga bisa sambil peluk kamu , yang ada waktu aku peluk , perut kamu bunyi , kan ga asik aku cerita yang nanggepin ceritanya suara perut kamu “ ucap Intan yang sekarang di peluk oleh Johnny .
“ iya deh tau nyonya intan seo yang super patuh waktu , ayo aku bantu masak “ ucap Johnny melepas pelukan dan menarik tangan Intan untuk masuk .
“ bentar aku mau ke kamar mandi dulu “ ucap Intan lalu pergi kamar mandi di kamarnya .
cukup cekatan Johnny menyiapkan makan siang yang simple hanya untuk ia dan Intan , sehingga saat Intan turun Johnny sudah menata 2 porsi makanan di meja makan .
“ cepet banget kamu babe , mana yang lain ?” tanya Intan menghampiri Johnny di ruang makan .
__ADS_1
“ cuma buat 2 orang gimana gak cepet , cobain deh” ucap Johnny menyuapkan satu sendok makanan ke mulut Intan . Intan hanya mengangguk dan memberikan jempol .
“ nanti sore , kita jemput cio pulang sekolah yuk babe , aku tadi buatin cio dessert kesukaannya “ ucap Intan setelah menghabiskan makanannya .
“ gimana cio mau betah di sana , cio juga ga bakal ngerasa terpisah dari orang tuanya , kalo mamanya aja begini , aku juga percaya waktu recovery kamu bakalan lebih cepet , semua kan kembali dalam waktu cepat “ ucap Johnny menggenggam kedua tangan intan .
“ iya , aku percaya kita bisa lewatin ini “ ucap Intan .
ya cukup mudah mereka melewati ini , tak terasa sudah hampir dua bulan berlalu , lusa nanti waktu Intan dan Johnny menjemput Cio untuk kembali ke rumah , mereka bahkan sudah mulai bekerja di kantor .
.
.
.
.
.
jika mempunyai masalah , atau keraguan dalam memilih jalan jangan di pendam , lihat sekeliling sebelum meledak dan menyakiti bukan hanya diri sendiri tapi orang lain juga
__ADS_1