
Di rumah salsa adik Intan yang paling kecil sudah menunggu ," hepibesdey mbak intaaann " ucap salsa sambil berlari menuju intan dan langsung di tangkap dan di gendong intan
" nginep sini kamu hmm , eh ini siapa yang ngajarin pake lipstik ,mbak nad yaah?" tanya intan yang di jawab anggukan dari salsa
" udah adikmu jangan di omelin terus baru sampe rumah juga cape dia pasti " ucap bu yuli , ibu intan.
Hubungan intan dengan ibunya memang sedikit ada jarak , karena saat dulu ayahnya hampir tergoda orang ke tiga karena ibu nya yang terus menumpuk hutang demi teman temannya ,menurut ibunya intan tidak membelanya , namun saat itu intan mencoba berfikir netral dan tau semua orang punya kesalahannnya sendiri, sebenarnya intan sangat sayang pada ibunya , namun hanya karena kesalah pahaman yang kadang di ungkit ibunya
"kamu kapan kerja ?" tanya bu yuli ,
" tapi kan dek , intan juga ngurusi bisnis sama tanah tanah kita " ucap pak slamet membela intan
" kan itu masih menggantung ke keluarga namanya mas , intan belum ngerasain gimana capenya kerja ikut orang " sangkal bu yuli
"wihh ga cape apa , kasian mbak intan dong bu " ucap nadia yang walaupun sering bertengkar dengan intan tapi dia juga sangat tahu bahwa kakaknya nya sangat menyayanginya
" kamu ga usah ikut ikut , kamu bentar lagi UN kan fokus itu buat masuk SMA favorit kamu" ucap bu yuli , ucapan ibunya membuatnya berfikir lagi
keesokkan Pagi
__ADS_1
"pak ini pesanan nasinya " ucap Intan pada pak satpam suatu perusahaan
" pak ini lowongannya masih baru pak " tanya intan pada satpam
" iya mbak tapi besok pagi sudah tutup mbak " jawab satpam itu " oh , terima kasih infonya pak" ucap intan
Di dalam kantor
"bro liat sini bentar" ucap johnny pada putra
"napa hah" ucap putra beranjak dari duduknya lalu menghampiri johnny di dekat Jendela yang sedari tadi melihat sesuatu di bawah sana dari balkon ruangannya
" bro lu masih normalkan , ya kali lu suka sama kang paket njir" ucap putra sedikit meledek.
"gua kemarin ketemu sama cewek naik begituan baik banget tapi gua kaga tau mukanya soalnya pake helm dia" ucap johnny pada putra yang masih tidak percaya temannya akhirnya ada niatan untuk menyukai seorang gadis lagi
" bentar kok tiba tiba curhat nih , kok bisa lu langsung suka tanpa harus kenal lama " tanya putra pada johnny
" yah gua selama ini kaya ngerasa kenapa sih cewek itu kaya takut sama gua sekalinya ada malah murahan , emang seserem apa sih gua " ucap johnny sambil merenung
__ADS_1
"jiyahh kaga nyadar , ya lu sering senyum dong biar dapat jodoh , biar orang kaga takut lagi , udah ga usah ngelamun ayok katanya mau ke kampus " ucap putra mengingatkan johnny yang langsung bergegas memakai jasnya lagi
Di kampus
Intan di panggil oleh dosennya karena kejadian kemarin , namun intan tidak merasa gugup sama sekali karena ia dapat menjelaskan semuanya dan dia tidak mendapat hukuman
" mita ayo ke kantin gua udah selesai " ajak intan
" ga ah gua malu tau sebenernya punya temen kaya lo buat onar mulu , kasihan kevin tau " ucap mita yang tiba tiba menjadi berbeda
"lo kenapa mita ha?" tanya intan dengan halus
" udah lo gausah deketin gua lagi " ucap mita sambil mendorong intan dan mengenai seorang laki laki
" maaf pak yah " ucap intan lalu berlalu menuju kamar mandi
Di kamar mandi intan mulai melamun dan memikirkan banyak hal dan semua masalah yang ia pendam , mulai dari ibunya yang menuntutnya mencari kerja , temannya yang tiba tiba berubah , dan tuntutan mantu dari ayahnya , namun dia mencoba membangunkan semangatnya
" semangat intan lo harus berubah , stop jadi terlalu keras , lo bisa tanpa temenlo lo bisa sendirian , oke intan lowongan kerja harus lo ambil " ucap intan pada dirinya sendiri.
__ADS_1