
Johnny teringat pesan yang di tinggalkan Nadia . Johnny belum mengetahui apakah sekarang waktunya key untuk berganti baju .
“ key , belum pup kan , atau belum waktunya ganti baju kan , soalnya aku belum sempet beli baju buat key “ ucap Johnny .
“ belum kayaknya , ini dia masih tidur , mungkin nanti sore baru ganti “ ucap Intan .
" maaf yah , key kayaknya harus pakai baju dari rumah sakit dulu , soalnya kita kan belum nyiapin apapun , sekarang juga mau beli tapi yang tau kan kamu " ucap Johnny mengikuti pesan yang di tulis Nadia .
" iya ga papa , pakai baju dari rumah sakit dulu , kata susternya juga masih baru , udah di cuci juga , ada satu laci bajunya , kayaknya kalo di bawa pulang cukup satu Minggu hehe , lagian key juga masih tidur " ucap Intan
“ key lagi sama kamu babe , aih lucu keliatan itu tangannya pegang baju mamanya , kaya ga mau di tinggal , mana sini liat “ ucap Johnny yang melihat tangan Key yang memegangi kerah baju Intan .
“ ih pake baju dulu , malu heheh , kamu habis mandi “ ucap Intan .
“ iya ini lagi cari baju , eh babe lihat deh “ ucap Johnny
Johnny berdiri membekangi kaca , dan mengarahkan kamera HPnya ke kaca untuk memperlihatkan punggungnya .
“ astaga babe merah banget ternyata , kaya tato alami hihi , eh bentar itu kok lima se ingetku mama sama ibu mukul masing masing 2 kali satu nya dari siapa babe “ tanya Intan .
“ dari nadia pas di depan parkiran tadi nyapa kayanya pake tenaga “ ucap Johnny memelas .
“ hihi yang sabar babe emang gitu anaknya , masih sakit nggak , kalau masih nyeri , aku punya salep buat penghilang nyeri , nanti aku minta tolong nadia atau orang rumah buat nganterin , soalnya salepnya di rumah ayah “ ucap Intan .
“ iya deh , yaudah aku mau ganti baju trus makan , habis itu aku mau ke kantor “ ucap Johnny
“ ya udah see you babe “ ucap Intan .
“ see you babe , bentar mau lihat key “ ucap Johnny .
__ADS_1
“ nih , see you papa semangat kerjanya “ ucap Intan menirukan suara anak kecil .
“ siap komandan kecilnya papa , wasalamulaikum “ ucap Johnny mematikan telefon .
“ eh bentar percuma juga ada salep , kan gua ga bisa ngasihnya ke punggung gua sendiri , ya udah lah , biar nanti minta pasangin intan “ ucap Johnny .
Di sebuah cafe .
Nadia sedang menikmati sarapannya dengan Angga , Angga menyuapi Nadia karena Nadia sedang asik bermain HP , kebetulan makanan Angga juga belum datang .
“ ngapain sih yang ?” tanya Angga mengintip apa yang sedang Nadia lakukan pada HPNya .
“ diskusi , sama mbak , sama rara “ ucap Nadia sambil masih berdiskusi .
“ oh , ya udah aa , biar cepet selesai , pesenan ku juga belum dateng , bukannya jam 8 harusnya loundryannya udah harus buka “ ucap Angga masih menyuapi Nadia , namun Nadia yang sulit membuka mulutnya karena ia terlalu focus dengan HPnya .
“ mau nambah apa lagi ,kak “ tawar barista tersebut .
“ ini aja dulu , nanti saya panggil lagi kalau mau nambah “ ucap Nadia .
"ya sudah saya permisi dulu “ ucap barista pamit pergi ke tempat kerjanya lagi .
“ ya udah kamu makan aja , itu santai aja , punya nomornya , bang kevin ngga ?” tanya Nadia .
“ ga punya , buat apa ?” tanya Angga balik .
“ suruh jemput rara “ ucap Nadia memakan makanannya sendiri karena Angga sudah berhenti menyuapinya .
“ ga jadi ke laundry , kenapa ga minta ke rara , rara pasti punya kan , bang kevin kemarin malem deket sama rara “ ucap Angga memakan makanannya .
__ADS_1
“ oh iya si bodo , ok deh “ ucap Nadia mengatai dirinya sendiri .
Nadia kembali mengangkat HPNya dan mengabaikan makanannya lagi, Angga yang melihatnya hanya bisa geleng geleng .
“ halo ra , hari ini sampe rabu tutup aja yah laudrynya , trus lo kesini café deket mall , mau bicarain soal kado buat key,minta anterin bang kevin “ ucap Nadia kepada Rara di balik telefon .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
MAKASIH SEMUANYAAAA
__ADS_1