
Setelah selesai bersiap siap mereka pun berangkat ke rumah Pak Slamet untuk mengantar kan Cio yang akan menginap , sekalian juga papa mama Seo akan berpamitan pada besannya.
“ babe aku mau ngomong sama ayah dulu yah “ ucap Intan setelah sampai di rumah Pak Slamet .
Intan dan Pak Slamet berbicara empat mata di tempat duduk berbahan dasar bambu yang tersedia di halaman belakang .
“ yah , udah lama aku eggak bicara kayak gini ke ayah , biasanya ayah juga suka curhat “ ucap Intan bersandar pada bahu ayahnya .
“ iya ayah juga lupa terakhir kali ayah kepancing curhat sama kamu , ayah tahu kan anak ayah udah punya keluarga dan pasti sekarang lebih sering jadi pendengar buat keluarganya “ ucap Pak Slamet mengelus rambut Intan .
“ intan kangen bisa gini sama ayah , tapi bukan berarti aku capek sama kewajiban aku , ga salah kan yah , bahu ayah masih kuat kan buat intan jadiin senderan , aku emang punya suami , tapi ayah tau kan , ayah selalu punya tempat khusus buat curhatan aku “ ucap Intan .
“ kamu ga salah kok, kalau pun bentar lagi anak ayah semuanya bakal di minta orang , ayah tetep jadi tempat kembalinya para princessnya ayah , kalaupun bahu ayah udah gak sekokoh dulu , anak anak ayah pasti bakal jadi penopangnya , ayah juga punya ibu kamu , kenapa? kamu ada masalah sama suami kamu “ ucap Pak Slamet .
Intan menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan terkait hubungannya dengan suaminya , Pak Slamet dapat merasakan bahunya mulai basah , karena Intan secara tak langsung mengusapkan bulir beningnya pada baju ayahnya itu .
“ waktu acara ngunduh mantu dulu , acara penyerahan kamu ,ayah bilang kalau emang suami anak anak ayah udah ga sanggup sama kalian , boleh di kembaliin ke ayah , ayah tahu betul kamu selalu bisa atasin masalah kamu , kamu cuma butuh temen buat renungan aja , kamu selalu ninggalin ayah dengan sejuta pertanyaan , tapi ayah juga selalu lega setiap kamu berhasil lewatin masalahnya “ ucap Pak Slamet , ia tau kini Intan tak bisa mengungkapkan apa apa lagi .
“ayah tinggal ke dalem yah , kamu diem di sini aja kalo mau “ ucap Pak Slamet yang merasa harus memanggil Johnny , karena harus membiasakan Intan untuk terbuka pada suaminya juga .
“ehem babe , aku boleh cemburu nggak?” tanya Johnny yang tiba tiba datang setelah Pak Slamet memanggilnya .
“ heum , cemburu , boleh , sama siapa ?” tanya Intan yang sedikit tersentak dari lamunannya .
__ADS_1
“sama ayah , kita kayaknya butuh waktu cuddle lebih lama lagi , aku maunya juga sih gitu , aku juga tau kamu bersedia banget dengan keadaan sekarang , dengan posisi sebagai ibu , maaf kalau aku ada salah yah , tapi kamu inget kan , kita sepakat buat selalu saling cerita , supaya masalahnya ga langsung meledak “ ucap Johnny sambil menatap Intan yang hanya tertunduk .
Johnny perlahan naik ke atas tempat duduk dan menarik Intan ke pelukannnya .
“ eum babe , maaf “ ucap Intan yang akhirnya berbicara dalam pelukan Johnny .
“ iya , aku bakal dengerin “ ucap Johnny mengelus rambut Intan .
“ mungkin aku perlu sedikit adaptasi , aku mau jujur , kamu tahu aku kan yang punya banyak keinginan dan banyak pikiran di kepala , kamu juga tahu aku orangnya kuat banget sama tekad buat mimpi aku , saat kamu bilang aku harus merhatiin key dan secara gak langsung sampingin kerjaan aku yang juga mimpi aku , aku sedikit kurang terbisa , aku emang salah , tapi apa kamu masih mau dukung aku sama mimpi aku atau mungkin kamu bisa pilihin jalan buat aku kedepannnya “ ucap Intan .
“ pikiran kamu , diri kamu itu unik , aku gak mungkin bisa pilihin jalan buat kamu , caranya yang baik dengan kamu cerita mimpi dan jalan kamu ke depannya , aku sebagai imam kamu bakalan mertimbangin itu , aku yakin kamu juga tahu mana yang baik , aku dukung asalkan baik , semua masih bisa di bicara in kan “ ucap Johnny mempererat pelukannya .
“ jadi aku masih bolehkan capai mimpi aku yang lain atau aku masih boleh kan kerja di dua tempat , aku pasti bicarain semua ke kamu “ ucap Intan ragu .
“ iya , kerjaan aku di bisnis ayah juga udah mulai ringan , rara sama kevin udah mulai bisa handle semua , mereka cuma kasih ke aku cuma yang penting aja , kayak perjanjian gitu , nanti kita ambil proyek lagi kalau udah masuk kantor aja “ ucap Intan dalam pelukan erat Johnny .
Johnny hanya mengangguk untuk membalas ucapan Intan , Johnny lega bisa mendengarkan keputusan yang Intan ambil terhadap apa yang mengganjal di pikirannya .
Intan dapat merasakan anggukan kepala Johnny dan ia terlanjur nyaman berbaring di dada bidang suaminya itu .
“kamu udah nyaman kan sama posisi ini haha “ ucap Johnny .
“ heem , udah ga cemburu lagi kan sama ayah “ ucap Intan .
__ADS_1
“ iya udah ga lagi kok “ ucap Johnny .
“ aku lebih nyaman pelukan sama kamu dari pada sama ayah kok“ ucap Intan .
“ kenapa , kamu cuma yakinin aku biar ga cemburu lagi “ ucap Johnny .
“ yah kalo aku gini sama ayah , ibu cemburu lah gimana sih , kan ayah punya ibu “ ucap Intan .
“ hahaha , iya juga sekarang tau kan , aku punya kamu , kamu punya aku “ ucap Johnny mencubit pipi Intan .
.
.
.
.
.
Haii guys jumpa lagi setelah sekian lama hihi , udah masuk episode episode akhir nih hihi
jangan lupa di like yah , see you
__ADS_1