
Intan yang mendengarnya menjadi malu dan membuat pipinya memerah , Johnny yang melihatnya tersenyum karena gemas , Johnny mengecup pipi Intan lalu menggendong Intan hingga kedepan kamar Key .
“ turunin babe , udah nyampe “ ucap Intan , Johnny menurunkan Intan dari gendongannya
“ makasih babe “ ucap Intan mengecup pipi Johnny .
“ sama sama “ucap Johnny lalu membalas kecupan Intan dengan mengecup bibir Intan .
“ heh banyak anak kecil juga” ucap Mama Seo menegur pasutri di depannya .
“ hehe , astaga , ini beneran dari depan sampe sini udah kaya tali jemuran , nadia lo bener emang “ ucap Intan yang masih melihat tali di kenop pintu kamar Key .
“ tapi seru kayaknya babe , setiap mau pake bajunya buat key tinggal ngambil “ ucap Johnny .
“ iya tinggal pake kok , karena udah di cuci kok “ ucap Nadia membuat Intan hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya yang selalu totalitas kalau soal mengusilinya .
“ ini kan kamarnya key , jadi biar key yang pertama masuk , sini mah “ ucap Intan meminta Key dari gendongan Mama Seo .
“ mana kuncinya “ tanya Johnny , lalu Nadia memberikan kunci yang sudah di hiasi dengan pita .
Johnny membuka kunci pintu dan memutar kenop pintu sehingga membuatnya terbuka sedikit , Intan melanjutkan mendorong pintu dengan lengannya , pintu terbuka memperlihatkan kamar bayi dengan tema yang tidak begitu feminim dengan perpaduan warna putih , coklat dan cream namun tetap ada sedikit warna merah muda sebagai ciri khas bayi perempuan .
“ya udah mama sama yang lain turun aja yah , kamu kasih ASI key , terus tidurin , habis itu kamu istirahat aja yah , john temenin istri kamu “ ucap Mama Seo lalu mengajak orang orang untuk kembali turun
__ADS_1
Intan pun memberi ASI hingga di rasa Key benar benar terlelap dalam tidurnya .
” ini babe , kamu timang timang terus taruh aja di box bayi kalo udah , aku lihat kamar dulu “ ucap Intan menyerahkan Key kepada Johnny .
“ oke siap , kamu bisa kan ?” tanya Johnny .
“ bisa , lagian kamar kita kan di sebelah “ ucap Intan .
kamar Key terhubung langsung dengan kamar Intan dan Johnny , hanya di batasi dengan dinding kaca yang di selimuti kelambu yang tidak begitu tebal.
Intan pun pergi ke kamar dan mengecek kamarnya , ia juga beristirahat dengan merebahkan diri di ranjangnya .
“” tok tok tok”” suara ketukan pintu mengagalkan Intan untuk memasuki alam mimpi
“ ini bi sayu neng , nyonya seo tanya kunci cadangan buat buka kamar tamu yang di bawah , soalnya kamarnya yang bisa di buka cuma satu , sama minta kunci kamarnya den cio , kata nyonya seo mau nidurin den cio “ uca bi Sayu ,
bi Sayu dan pegawai Johnny yang lain sangat menghargai dan mematuhi omongan Intan soal privasi kamar Intan dan Johnny , malah bi Sayu yang kadang merasa tak enak sendiri , karena ia bekerja di sana namun Intan sangat meringan kan pekerjaannya , dan juga gaji yang justru di minta Intan pada Johnny untuk para karyawannya cukup tinggi, mereka juga di anggap seperti keluarga sendiri oleh majikannya , terutama Intan , itu juga yang menyebabkan Intan sangat di sayangi oleh para pegawai .
“ bentar bi” ucap Intan lalu perlahan berjalan ke arah lemari laci kecil yang erletak di atas meja riasnya dan mengambil kunci.
“ ini bi , salsa sama anaknya mbak ismi suruh tidurin di kamarnya cio juga aja , kasur nya cio yang bawah kan bisa di tarik , api bilangin jangan rame yah , oh yah bi , mulai sekarang saya minta tolong yah , bantuin saya bersihin kamarnya cio “ ucap Intan setelah membuka pintu kamarnya dan memberikan kuncinya pada bi sayu .
“ kenapa harus minta tolong neng , kan itu dari awal memang pekerjaan saya , saya yang makasih , kerja saya dikit , tapi sama neng intan di minta naik gaji ke tuan johnny “ ucap bi Sayu yang menjadi tidak enak hati .
__ADS_1
“ iya bi gapapa , kan itu udah rejekinya bi sayu sama yang lain , saya ga mau jadi majikan yang keras bi , ga cocok buat saya hihi , ya udah bi saya istirahat dulu “ ucap Intan .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
__ADS_1
MAKASIH SEMUANYAAAA