
“ aku tadi khawatir ga nemuin kamu di kamar , kenapa kamu turun sih , bukannnya kamu masih agak kesusahan jalannnya kan jahitan yang di bawah belum kering babe , kalo masak kan bisa aja aku panggil bi sayu nanti “ ucap Johnny membalik tubuh Intan agar menghadapnya .
“ kalo ga di latih juga bakalan kaku terus , toh aku gapapa kan , terus kalo nunggu bi sayu , anak kita mau di kasih sarapan apa , kan cio sekolah babe , sekolah di sini beda sama di luar yang jam masuknya agak siang , kasihan juga bi sayu harus kerja 2 rumah , riwa riwi juga “ ucap Intan mencoba membuat Johnny mengerti dan meyakinkannnya kalau ia baik baik saja .
“ ya udah deh , key udah mandi key “ ucap johnny mengelus lengan Intan .
“ iya lihat aja udah wangi , udah cantik gitu anaknya “ ucap Intan melanjutkan pekerjaannya .
sementara Johnny sedang bermain dengan Key sambil sekali kali mengajaknya berbicara , Intan hanya memperhatikan dari dapur , kini Intan hanya tinggal menata beberapa piring di atas meja makan .
“ pa , mama mana “ tanya Cio yang baru saja turun dari tangga dan menghampiri Johnny , karena orang pertama yang ia lihat adalah papanya .
“ di dapur tadi , udah di cek lagi bawaannya “ tanya Johnny balik melihat Cio yang sudah memakai seragamnya .
“ pa mau cium adek dong “ ucap Cio menarik narik lengan kaos yang di pakai Johnny .
Johnny menurutinya dan menurunkan sedikit gendongannya agar memudahkan Cio untuk memberi ciuman kepada adiknya .
“ cio udah selesai siap siapnya?” tany Intan yang melihat Cio di ruang tengah bersama Johnny .
“ udah mah , ini cio minta tolong , gimana caranya besarin ukuran topinya , soalnya ga muat di kepala aku “ ucap Cio .
“ mana papa lihat “ ucap Johnny menaruh kembali Key pada ayunan bayi .
“ aku ga tau babe , kok susah yah “ ucap Johnny setelah berusaha mengotak atik topi yang di berikan Cio .
__ADS_1
“ coba sini , sayang “ ucap Intan memanggil Cio ke ruang makan .
sepertinya penglihatan antara ayah dan ibu itu berbeda , menurut Johnny sebagai ayah Cio , Cio hanya memkai seragam seperti biasa , namun berbeda seperti yang Intan lihat , bagaimana pun Cio masih anak anak yang masih membutuhkan bimbingan di setiap apa yang ia lakukan .
“ astaga , anak mama pinter banget berusaha pakai baju sendiri , mama rapihin dulu , baru sekarang mana topinya “ ucap Intan melihat seragam Cio yang kurang rapi karena atasan yang masih sedikit kurang di masukkan ke dalam celana , dan cio juga memakai outher yang terbalik .
“ ini itu cuma gini , gampangkan , besok besok cio bisa coba sendiri “ ucap Intan membenarkan ukuran topi sambil memperlihatkan kepada Cio .
“ wah gampang , papa aja kurang pinter ga kayak mama huuu “ ucap Cio mengejek Johnny .
“ papa kan emang belum tahu , soalnya dari dulu seragam papa mesti cukup tuh , kepala kamu aja kebesaran “ ejek Johnny balik .
“ udah kamu duduk di sana “ ucap Intan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah ayah dan anak itu .
“ oek oek oek oek “ tangisan Key membelah keributan ayah dan anak itu .
“ sini in babe , sekalian kamu sarapan “ ucap Intan .
“ hayoo papa nakal sama adek , huu papa nakal huu “ ejek Cio .
“ udah ayo makan “ ucap Johnny tegas .
“ cio habis makan naik ke atas buat ambil tasnya yah , trus pakai sepatu di depan , naik ke atasnya pelan aja jangan sambil lari nanti perut kamu sakit , cio mau bawa bekal dari rumah ?” ucap Intan sambil memberikan Key ASI agar berhenti menangis .
“ boleh deh mah , eh tapi kan di sekolah udah di sediakan makan siang , tapi cio pengen bawa cemilan dari rumah “ ucap Cio .
__ADS_1
“kalo cemilan mama lagi ga buat , kalau cio nunggu juga nanti telat ke sekolahnya , jadi maaf yah hari ini ga bisa bawa bekal cemilan dulu mungkin besok mama siapin , maaf yah “ ucap Intan .
“ gapapa kok mah , lagian di sana juga banyak makanan “ ucap cio .
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
FAVORIT boleh
VOTE boleh
HADIAH boleh
__ADS_1
MAKASIH SEMUANYAAAA