
Di Negeri Swiss sana dua insan sedang bahagia-bahagianya menikmati honeymoon. Tapi jangan dikirim kebahagiaan mereka tanpa warna karena sering kali hal – hal baru yang baru saling tahu dan tak sesuai keinginan menjadi perdebatan.
Seperti malam ini Naynia ingin keluar hotel melihat pemandangan malam di luar hotel. Namun Daniel dengan keras kepala melarangnya.
“Mas ini keinginan anak-anak kita ingin menikmati angin malam di sini.”
“Engga sayang pamali usia kandunganmu masih rentan.”
“Mas aku mohon anak-anak kita loh yang menginginkannya.”
Daniel yang cukup lelah dengan permintaan sederahana Naynia sejak pagi hingga menjelang sore membuatnya harus mengelus dada
“Tidak, sekali tidak tetap tidak. “
“Mas kamu tega ya?” Naynia dengan mata berkaca – kaca
“Dengar hmm, Daniel menyentuh satu pipi Naynia yang mulai berisi. "Tidak semua ngidam harus kamu turuti hal yang bisa membahayakan dirimu dan anak-anak kita harus diabaikan sayang.
Mungkin tidak boleh keluar malam memang mitos menurut orang jawa, tapi menurut bidang kesehatan. Angin malam tak sehat untukmu sayang, hmm mengertikan maksud mas? Semua demi kebaikanmu dan kedua anak kita di kandunganmu?”
“Hanya satu kali saja mas, sekali.”
“Begini saja, saat usia kandunganmu menginjak empat bulan kita ke sini lagi ya? Kandunganmu sudah masuk trisemester kedua.”
“Tapi aku maunya sekarang mas. Kamu jahat mas, nggak mau mewujudkan keinginan sederhanaku..” Naynia menangis terisak
Daniel mengusap wajahnya dengan kasar. “Astaga ini bagaimana susah sekali memberi pengertian wanita hamil.” Jerit batin Daniel. Tetiba terlintas ide.
“Sayang bagaimana sebagai gantinya kita ke negeri ginseng? Kamu mau kan ke negara sana? Melihat lelaki-lelaki bak porselain itu?”
“Beneran mas? Aku nggak salah dengarkan? Kamu mau ajak aku ke negara seoul melihat oppa-oppa Suju?”
“Iya sayang,”
__ADS_1
“Memang mas tak apa meninggalkan Perusahaan lama-lama? “
“Tidak apa sayang itu urusan mudah. Jadi deal ok kita ke seoul lusa? Dan besok hari terakhir di negara ini, mas ajak kamu ke sebuah tempat yang indah pagi hari.”
“Iya mas aku mau, terimakasih mas.”
Fuuh
“Akhirnya, untung tahu dia suka lelaki plastik di negeri ginseng, dengan mudah aku bisa membatalkan ngidam malam-malamnya.” Batin Daniel merasa lega
“Sekarang istirahat ya sayang, hmm.”
“Iya mas.”
“Jangan memunggungi mas sayang sini peluk.” Pinta Daniel kepada Naynia yang akan berbalik badan ke arah berlawanan
“Maaf mas, punggung ku pegal.”
“Sini mas peluk dan elus punggungmu. Anak kita semakin tumbuh ya membuat punggungmu tak berhenti pegal.”
Saat Naynia sudah terlelap satu tangan Daniel yang digunakan untuk mengelus Naynia mengambil ponsel di nakas sebelah dirinya. Daniel menekan tombol hijau menghubungi sang asisten
“Hallo tuan.”
“Ga, aku akan pulang tiga minggu lagi. Urusi urusan Perusahaan. Dokumen urgent yang perlu tanda tanganku seperti biasa kirim melalui jet pribadi. Aku akan menikmati waktuku bersama istriku selama satu bulan full.”
“Apaa?? Astaga? Tuan istri anda telah mengandung, tak puaskah membuatnya mengandung dan sekarang memperpanjang bulan madu anda?
Saya juga memiliki istri tuan, kapan saya punya kesempatan untuk jatuh hati padanya haah?” Bentak Dirga tapi hanya jeritan di hatinya
“Baik tuan.”
“Jangan lesu, aku berikan bonus dua kali lipat bulan depan, Ga. Jika kamu mau aku berikan pilihan beberapa wanita cantik juga untuk kamu nikahi.”
__ADS_1
“Eeh jangan sembarang tuan, aku sudah memiliki istri yang sangat cantik dan molek.” Masih suara hati Dirga.
“Terimakasih tuan untuk tawarannya. Saya hanya akan menerima bonus dari anda, untuk wanita tidak perlu tuan. Saya memiliki kandidat sendiri.”
“Hahaha akhirnya kamu mempertimbangkan ucapan saya. Bawa kabar bahagia untukku dan istriku Ga. Bahkan jika bisa ketika kami pulang berikan kami undangan pernikahan.”
“Baik tuan.” Jawab Dirga cepat. “Bahkan bukan kabar gembira tuan melainkan kabar mengejutkan karena aku telah menikahinya.” Hanya diucapkan dalam hati.
“Jika kamu menikah, ku beri satu mansion modern untukmu dan istrimu. Apartemenmu terlalu sempit untuk berdua. Kamu tak bisa bermain dengannya di segala penjuru tempat.” Ucap Daniel dengan tawa renyahnya menggoda Dirga
“Bermain di segala penjuru? Di satu tempat saja dia menolakku. Bagaimana bisa melakukannya di segala penjuru tuan?” Protes Dirga dalam hati
“Tuan maaf atas kelancangan saya, tuan Herry yang ingin bekerjasama sudah ada di ruang meeting. Saya pamit untuk menemuinya.” Dirga beralasan padahal sang klient belum datang
“Baiklah Ga. Cepat kau halalkan wanitamu. Karena kamu akan menyesal jika tahu rasanya setelah menikah.”
“Dasar tuan bucin bin mesum.” Umpat Dirga dalam hati. Si Dirga nggak belum tahu aja rasanya *** *** eeh da miss juga belum rahu deng Ga 🤣✌️
“Baik tuan.” Sambungan pun terputus.
"**** kerjaanku semakin banyak, bagaimana aku bisa mrmpunyai waktu jatuh hati pada istri mungilku. Ada apa denganku wajah manis cerianya selalu membayangiku. S ia lan kalau sampai aku dengan mudah jatuh hati pada gafis kecil.
Dia memang gadis kecil sih tapi tubuhnya sangat menggoda, aakh..., kenapa aku jadi terbayang molek tubuhnya." Gumam Dirga di kursi kebesarannya
Tak lama pintu diketuk.
Miss up DANIEL DIRGA nih
Jangan bikin miss sedih dong jadi pada kontra kisah Dirga nih 🤭
Miss akan selalu sisipin keduanya di setiap chapter ya biar kalian tak melupakan couple DANIA 🤭
Mohon drngan sangat KENCENGIN LIKE, VOTE BUNGA atau KOPI nya miss lagi pengen NGOPI nih 🤣
__ADS_1
angger malak si miss mah ✌️