CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
97. Dirga Membatasi Diri


__ADS_3

Malam hari Dirga yang kehauasan kehabisan air minum di teko yang berada di nakas kamarnya keluar kamar menuju kulkas di dekat dapur. Saat Dirga turun dari kamarnya ia melihat lampu dapur menyala. Ternyata Celia juga sedang menuangkan air minum ke gelasnya.


“Malam tuan maaf saya menganggu tidur anda. Anda pasti terganggu dengan suara daya di dapur.”


Dirga mematung di tempatnya melihat penampilan Celia yang hanya menggunakan kaos lengan pendek Vneck membentuk tubuh yang memperlihatkan kedua bolanya yangs sedikit menyembul ditambah celana hotpantsnya.


Dirga menelan salivarnya, ia laki-laki normal, naluri lelakinya mode on saat melihat pemandangan indah di hadapannya. Rambut tergerai indah, tubuh mungil putih yang berisi terutama di bagian bola da danya dan bo ko ng nya.


Saat bertemu Celia memang mengenakan pakaian seperti ****** hanya dress minim sepaha namun dengan bagian dada tertutup tanpa lengan tak memperlihatkan dua bola da danya yang ternyata cukup berisi.


“Tuan, “. Celia merasa heran Dirga hanya terdiam dengan wajah datar namun dengan ekpresi tak dimengertinya


“Saya hanya kehabisan minuman,” Dirga mengangkat teko minumnya berlalu masuk ke dapur mengambil air ke dispenser melewati Celia begitu saja. Mencoba mengendalikan perasaan aneh yang bersemayam di hatinya, apalagi jantungnya bertalu tak karuan.


“Iya tuan, saya permisi ke kamar dahulu.”


“Tunggu,”


Celia yang sudah berjalan menghentikkan langkahnya dan Dirga mendekati Celia.


“Iya tuan,”Celia berbalik berhadapan dengan Dirga. “Tuhan tampan sekali makhluk ciptaanmu di hadapanku ini.” Batin Celia


“Jangan mencoba menggoda saya dengan pakaianmu. Ini bukan rumahmu, gunakan pakaian yang pantas.” Dirga memperingati Celia di telinganya


Celia jelas merasa terintimidasi dengan suara pelan namun tegas di telinganya. Apalagi tatapan Dirga yang menatapnya tajam berlalu ke lantai atas. "Tampan tapi jahat." Suara hati Celia


Baru dua anak tangga Dirga injaki, suara Celia menghentikannya.


“Tuan maafkan saya, saya tak bermaksud menggoda anda namun pakaian saya selama di rumah seperti ini. Saya tak memiliki pakaian yang anda katakan pantas.” Celia menunduk takut memberanikan diri mengatakan hal sejujurnya


“To the poin saja jika maksudmu ingin saya belikan pakaian yang pantas itu.” Dirga salah paham jika Celia mengatakan hal itu karena ingin dibelikan pakaian padahal maksud Celia ia hanya memberitahunya


“Buk..,”


Punggung lebar Dirga sudah menghilang dari pandangan saat Celia memberanikan diri mendongakkan wajah dan berbicara kembali

__ADS_1


Ke esokkan harinya Celia sudah siap di depan meja makan dengan masakan buatannya sedangkan Dirga baru menuruni anak tangga duduk di hadapan Celia dengan makanan yang disediakan Bi Surti pelayan yang dipanggil setiap pagi hingga dirinya pulang kerja.


“Selamat makan tuan.”


Dirga tak merespon ucapan Celia ia langsung melahap roti berisi selai coklat dan susu hangatnya yang telah disiapkan Bi Surti. Namun makanan yang dilahap Celia menggugah seleranya, dalam diam ia menelan salivarnya melihat Celia memakan masakan rumahan yang sudah lama tak dinikmatinya saat dahulu di masakan oleh ibunya yang telah tiada.


Namun karena gengsi yang menggunung Dirga menatap ke arah lain menghiraukan Celia yang menikmati makanan buatannya sendiri.


“Apakah tuan mau mencoba masakan buatanku? Jika menurut tuan enak saya bersedia membuat sarapan untuk anda setiap hari.” Celia sempat memergoki Dirga yang menatap dirinya ia pikir Dirga tergiur dengan makanan buatannya


“Tidak, saya tak tahu bagaimana kamu mengolahnya bersih atau tidak. Saya masih banyak pekerjaan dan tak mau sakit hanya karena memakan masakanmu yang belum tentu terjamin kebersihannya.” Kilah Dirga dengan arogannya, wajah datar nan dingin selalu diperlihatkan di depan Celia yang ceria dan mudah tersenyum


“Baiklah, memang sebaiknya tuan tak memakan masakanku ini masakan rumahan biasa yang mendiang ibuku ajari. Pasti tuan biasa memakan makanan berkelas seperti roti, susu, keju dan daging.”


Dirga bukan lelaki kejam ia merasa bersalah dengan ucapannya tapi Dirga tetaplah Dirga yang tak bisa menurunkan wibawanya sebagai asisten Daniel yang harus ditakuti banyak orang termasuk wanita di hadapannya yang telah menjadi istrinya.


“Hmm..,” Dirga hanya mengiyakan dengan berdehem. “Saya pergi pulanglah sebelum pukul tujuh. Saya tak ingin menjadi sorotan para penghuni lain jika melihat seorang wanita masuk ke apartemen saya.


Pernikahan ini belum diketahui siapapun jadi jaga nama baik saya dan dirimu sendiri."


“Eeh siapa yang perhatian.” Batin Dirga yang tak merasa memperhatikkan. “Bukan saya memperhatikanmu saya tak ingin nama baik saya tercoreng oleh wanita yang tak jelas asal usulnya sepertimu.”


Wajah Ceria Celia berubah sendu dengan perkataan Dirga yang menyinggung asal usulnya yang tak jelas.


“Tuan saya memang hampir dijadikan wanita malam, saya bukan gadis yang terlahir dari darah biru seperti anda tapi saya terlahir jelas dari orang tua sederhana yang bisa membesarkan saya hingga jenjang Sekolah menengah atas.


Jika anda merasa terbebani dengan status kita saat ini, saya bersedia jika anda ingin membuat surat kesepakatan seperti di novel-novel romance sampai kapan status pernikahan ini berlangsung dan kapan akan berakhir. Saya pamit tuan.” Celia yang tersinggung dengan ucapan Dirga berbicara lantang tanpa menunggu resoon Dirga Celia pergi keluar apartemen menuju rumah yayasan panti asuhan di dekat rumah tante dan omnya terdahulu.


Dirga hanya mematung di kursinya. Merasa sebilah pisau menusuk relung hati nuraninya. Ia tak habis pikir seorang gadis yang baru beranjak dewasa bisa mengatakan hal yang membuatnya tercengang dengan lantang. Secara tak langsung memberinya perintah untuk membuat kesepakatan.


Bukan hanya ucapan Celia yang membuatnya tercengang penampilan Celia yang terlihat seperti lelaki tomboy pun membuatnya melihat sisi lain Celia. Memakai kaos kebesaran dengan jeans robek di bagian lututnya dengan topi yang menggulung rambut indahnya.


“Ku pikir dia wanita polos yang menurut apa kataku. Ternyata ia wanita liar berkedok wajah lugu dan polosnya dengan berani berkata lantang di hadapanku..” Gumam Dirga


“Ikuti wanita yang aku kirim fotonya, apa yang ia lakukan di luar sana.” Dirga menelepon anak buahnya untuk mengikuti Celia. Dirga ingin memastikkan kebenaran penilaiannya.

__ADS_1


Karena sang tuan, Daniel sedang menikmati honeymoon bersama istri barunya Dirga benar-benar disibukkan dengan pekerjaan Daniel yang tak ada habisnya. Hingga melupakan makan siang.


Tok


Tok


Tok


“Masuk..,”


“Sudah ku kira kamu tak istirahat, pasti Niel melimpahkan segalanya padamu.”


“Seperti yang kamu lihat.” Ucap Dirga dengan dingin kepada wanita cantik semampai di hadapannya yang bernama Cinthya. Cinthya merupakan sekretaris Daniel sekaligus sahabat Daniel dan Dirga.


“Ini untukmu saat makan siang di luar aku sengaja membelikannya karena pasti seperti in. Kamu tak sempat makan siang."


“Thanks Chin.”


“Welcome Ga, makanlah dahulu tinggalkan pekerjaanmu sebentar.”


“Baiklah. Temani aku makan.”Pinta Dirga


“Dengan senang hati, Ga.” Cinthya duduk di sebelah Dirga


“Jika pekerjaan deadline untuk besok tak selesai akan aku bawa ke apartku.”


“Jika kamu butuh bantuan dengan senang hati aku akan menemanimu bekerja lembur di sini atau di apartmu.”


“Thanks Chin selalu bisa aku andalkan.”


“Welcome Ga selama aku mampu, aku akan memberikan yang terbaik untukmu. Kalimat kedua hanya suara hati Cinthya yang tak bisa diutarakan kepada Dirga


Telah lama Chintya memendam rasa kepada Dirga, lebih tepatnya saat Dirga pertama kali menjadi asisten Daniel dan diperkenalkan oleh Daniel. Dirga cinta pada pandangan pertama Cinthya yang tak bisa ia raih karena sikap dingin dan datar Dirga kepada wanita. Dirga memang membatasi diri kepada wanita bukan tak normal namun Dirga tak ingin urusan perempuan memporak porandakan kehidupannya hingga melalaikan kewajibannya sebagai asisten Daniel.


Coba mana tangannya tekan KOPI atau Bunga nya zheyenk

__ADS_1


Kencengin LIKE DAN VOTENYA JUGA 🤗🤭


__ADS_2