CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
20. Tunggu Aku, Ini Perintah Bukan Permintaan


__ADS_3

Setelah Daniel menyuruh Nayla keluar ruangannya, tak lama Daniel pun meminta Evelyn keluar. Daniel membutuhkan waktu sendiri. Untuk menyelami perasaannya kepada Naynia. Daniel pun merutuki diri saat pintu tak terkunci dan Naynia menyaksikan adegan yang tidak Daniel nikmati sama sekali. Sejak Daniel tahu Evelyn menjadi ja**ng rasa cinta dan hormatnya terhadap Evelyn sudah pupus dan tergantikkan oleh wanita yang selalu ada di sisinya. Melayani dan memperhatikkannya walau dengan sebuah aturan namun kehadiran Naynia membuat sedikit hati Daniel mencair untuk memanusiakan manusia.


Daniel yang frustrasi mengusap wajahnya dengan kasar. Memijit pangkal hidungnya. “Apakah Naynia akan menganggapku mempermainkannya? Belum sempatku katakan dengan jelas perkataanku siang tadi. Tapi sebelum itu akan ku selesaikan dahulu urusanku dengan Evelyn.” Daniel dalam hati


“Dirga persiapkan satu ruangan VVIP di sebuah restoran, aku akan mengakhiri hubunganku dengan Evelyn besok. Siapkan dokumen dan bukti kelakuan Evelyn selama di Paris.” Daniel menelefon Dirga meminta mempersiapkan segalanya untuk mengakhiri hubungan dengan Evelyn


“Baik tuan. Apakah besok nona muda hanya bertugas menjaga tuan muda?”


“Ya aku akan menyelesaikan hubunganku dengan Evelyn terlebih dahulu. Lusa baru Naynia mendampingiku kembali bekerja.”


“Baik tuan.” Dirga pun menutup telefon Daniel.


**


Keesokan harinya Naynia terbangun masih dengan keadaan mata sembab. Karena menangis semalaman. Naynia membersihkan diri untuk berisap melayani Daniel. Berat rasanya untuk melakukan tugas yang berhubungan dengan Daniel langsung, tapi pekerjaan ini sudah menjadi pekerjaan utama. Mau tidak mau Naynia harus bersabar dan bisa menahan perasaannya untuk Daniel. Berusaha biasa saja, tidak terlalu berperasaan untuk menghadapi sikap labil Daniel.


Setelah selesai dengan kegiatannya Naynia membangunkan Daniel. Daniel sejak tadi sudah terbangun, dia sengaja menunggu Naynia masuk ke kamarnya. Baru saja Naynia mendudukan di sisi ranjang Daniel dan mengelus bahu Daniel. Daniel menarik Naynia ke pelukannya.


“Tuan, bisakah tidak seperti ini. Saya memang wanita miskin dan tak berpendidikan, tapi tubuh saya tidak bisa anda gunakan semau anda.” Daniel tak meyangka Naynianya yang polos berkata seperti ini, rahang Daniel mengeras, melepaskan pelukan dan bangun dari ranjangnya. Berlalu ke kamar mandi untuk menetralkan hatinya terlebih dahulu. Daniel tidak ingin Naynia berpikir macam-macam kembali jika Daniel berbicara dalam keadaan marah dan mengeluarkan kata yang tanpa sadar menyakiti Naynia kembali.


“Jangan berani-berani kamu keluar dari kamar saya sebelum saya selesai membersihkan diri.” Ucap Daniel berbalik sebelum masuk kamar mandi

__ADS_1


Daniel menyalakan shower membasahi tubuhnya. Dengan menyiram air ke tubuhnya mungkin bisa membuat sedikit emosinya reda karena ucapan Naynia. Daniel paham maksud Naynia mengatakan hal tadi, Naynia berpikir Daniel mempermainkannya dengan selalu mengambil kesempatan menikmati bibir ranum Naynia


Hanya lima belas menit Daniel membersihkan diri, Daniel keluar dengan handuk melilit di tubuhnya dan handuk kecil di gosokkan ke kepalannya.


“Mengapa diam saja di situ. Keringkan rambutku.” Titah Daniel. Naynia mendekat dan mengeringkan rambut Daniel dengan perlahan.


“Cukup, hentikkan.” Daniel membawa satu pasang pakaian kerja yang telah disiapkan Naynia dan memakainya di walk in closet. Saat keluar Daniel memegang dasinya. “Pakaikan dasiku.” Naynia menerima dasi dari tangan Daniel. Naynia naik ke kursi biasa untuk memakaikan Daniel dasi, baru saja Naynia mensejajarkan diri. Daniel menarik tubuh Naynia menempel di tubuhnya dengan melingkarkan tangan ke pinggang Naynia


“Tuan, saya mohon tidak seperti ini.,” ucap Naynia dengan lirih sambil menundukkan wajah Naynia tak akan goyah kembali oleh sikap dan ucapan Daniel. Satu tangan Daniel memegang dagu Naynia untuk menatapnya


“Lihat aku Nay, jangan pikir yang macam-macam atas apa yang kamu lihat kemarin. Apa yang aku katakan untuk menjadi ibu sambung El dan menjadi istriku, aku serius mengatakannya. Bukan bualan ataupun harapan palsu. Aku ingin kamu menjadi pendampingku. Tapi ada hal yang aku selesaikan dahulu. Jadi aku mohon bersabarlah menungguku.” Daniel memperhatikkan wajah Naynia dengan mata sipit yang sembab. Mengelus pipi Naynia.


“Tapi tuan wanita kemarin? Aku tak pantas untuk menjadi istri anda dan ibu bagi El.”


Naynia sungguh malu, dia menundukkan wajah dengan pipi yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


“Lihat aku sayang.” Daniel mengangkat wajah Naynia dengan memegang dagunya. “Maafkan aku yang sering berbuat semaunya, tidak pernah sedikitpun aku menganggapmu wanita yang bisa aku gunakan kapanpun. Kamu wanitaku, matamu, hidungmu, bibirmu, tubuhmu semua milikku. Kamu hanya perlu menjaganya untukku. Bersabarlah aku akan segera menikahimu.”


Blush lagi-lagi Daniel membuat Naynia terharu pipi Naynia sudah merah sekali. Daniel yang melihat itu menangkup kedua pipi Naynia dan menciumnya kembali walau tidak lama. “Maukah kamu bersabar menungguku sayang?”


“Iya tuan, aku akan menunggumu.”

__ADS_1


“Jangan panggil aku tuan, panggil aku mas atau sebutan apapun yang membuatmu nyaman.”


“Iya tu maksud saya mas.” Daniel membawa Naynia kepelukannya mengelus lembut punggung Naynia. Setelah Daniel bersiap mereka turun bersama menggunakan lift. Seperti biasa Naynia menyiapkan makanan ke piring Daniel. Dan sarapan El disuapi baby sitter. Sedangkan tugas Naynia harus melayani Daniel. Baru saja Naynia akan mengambil makanan untuk dirinya tangan El mencekal.


“Jangan, aku ingin makan berdua di piring yang sama.”


Lagi-lagi Daniel membuat Naynia tersipu malu. Seluruh maid yang berdiri di ruang makan terkejut, namun tidak menampakannya. Mereka tidak bergerak sama sekali. Daniel menyuapi sendoknya ke mulut Naynia, lalu ke mulutnya. Saat di bibir bawah Naynia ada satu nasi menempel dengan tidak sungkannya Daniel mengecup bibir Naynia dan melahap nasinya. Naynia yang terkejut membelalakan mata.


“Mas..,” ucap Naynia setelah Daniel melepas kecupannya


“Butakan mata kalian walau mampu melihat, tulikan telinga kalian walau bisa mendengar.” Kode etik di dalam mansion Daniel yang hanya dipahami para maid saat pertama masuk ke mansion. Arti kalimat tersebut para maid yang melihat ataupun mendengar apa yang dilakukan ataupun didengar majikannya harus menutup rapat mulutnya. Aturan mutlak para pekerja di mansion Daniel.


“Baik tuan," jawab semua maid yang berada di situ dengan kompak. Naynia sendiri tidak paham maksud Daniel. Karena dari awal masuk ke mansion Naynia bukanlah maid yang harus tahu seribu satu aturan dimansion. Melainkan hanya tau seratus aturan khusus Daniel dan El. Sejak Daniel bertemu Naynia pertama kali, Daniel telah tertarik dengan tampilan Naynia yang sederhana dengan sikap yang menurutnya cukup berani.


Daniel diantarkan hingga pintu depan oleh Naynia. Lagi-lagi Daniel mencium Naynia di depan para penjaga keamanan dan Dirga. Dirga membelalakan mata, dia belum mengetahui ada apa antara tuan dan nona mudanya. Tapi Dirga menetralkan kembali wajah terkejutnya.


“Tunggulah di sini, jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi hubungi nomorku atau Dirga. Dan jika kamu mau keluar pergilah bersama mang Jajang dan hubungi aku sebelumnya.”


“Iya mas, hati-hati.”


Miss up lagikan miss nepati janji miss mulai up di sini dan di novel pertama "Suami Penggantiku Masih Beristri."

__ADS_1


JANGAN LUPA KENCENGIN LIKE, VOTE, ramaikan KOMEN dan hadiah 🌹🤭


__ADS_2