
Hari SENIN nih
Ayo pakai VOUCHERNYA untuk VOTE Novel ini đź¤
Kencengin juga LIKE, BUNGA dan ramaikan komennya đź¤
"Hallo nyonya" Erin menghubungi No Mariana
"Hallo Erin infomrasi apa yang kamu dapatkan?”
“Nyonya muda sedang mengandung anak tuan Daniel, nyonya. Tuan Daniel juga sedang memepersiapkan pernikahannya bersama nyonya Naynia.”
“Apa??? Daniel benar-benar sudah tak menganggapku ibunya bahkan dua hal besar tak sama sekali memberitahuku. Ok Rin kamu harus terus laporkan yang terjadi di mansion. Jangan samapi kedokmu terbongkar apalagi sampai menyerat namaku.” Ucap Mariana kepada Erin
“Baik nyonya.”
“Aah Fely si*l*n dia belum memberikan ide apapun untuk menyingkirkan Naynia sebelum pernikahan ini terjadi."
Mariana mencoba menghubungi Fely. Panggilan kedua baru terjawab Fely
“Hallo Felly.”
__ADS_1
“Hallo mah."
“Mana idemu untuk menyingkirkan si kampungan itu."
“Maaf mah aku lupa mengabarinya, rencananya aku akan beraksi setelah Daniel pulang dari Amerika.”
“Daniel hari kemarin sudah pulang lebih cepat damri yang diperkirakan.”
“Baiknya aku lakukan rencanaku dua atau tiga hari dari kepukangan Daniel mah agar dia tak curiga.”
“Tidak bisa Fel. Daniel sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Naynia. Mamah tak ingin rencana kita gagal menyingkirkan si kampungan itu. Pokonya mamah ingin dia tersingkir sebelum Daniel menikahinya.”
“Mah malah ini kesempatan sangat baik untuk kita. Rasa sakit yang kita rasakan akan sebanding saat si kampungan itu telah menjadi istri Daniel. Kita akan membuat dia terusir dan terbuang oleh kebencian Daniel. Itu akan lebih membuatnya terisksa dan menderita karena menjadi istri yan terusir suaminya.” Ucap Fely tertawa renyah membayangkan permintaan Fely
Fely menjelaskan detail rencana liciknya untuk mengusir Naynia dari mansion dan kehiduoan Daniel.
“Lihatlah j*l*ng tak lama lagi Daniel akan mengusirmu, walau telah ada janin yang hidup di rahimmu. Aku yakin Daniel akan tetap menyingkirkanmu dari hidupnya.” Ucap Mariana setelah menutup sambungan telepon dan mengetahui rencana Fely
**
Siang hari Daniel membawa Naynia ke rumah sakit ibu dan anak. Dokter obgyn yang dipilihkan Dirga merupakan salah satu dokter obgyn terbaik di Jakarta tentunya Daniel yang posesif memilih dokter obgyn wanita.
__ADS_1
“Aku sangat tak sabar melihat anak kita sayang.” Ucap Daniel mencium punggung Naynia yang duduk di bangku penumpang sebelahnya saat diperjalanan menuju rumah sakit. Dirga yang mengendarai mobil mereka
“Iya mas aku pun sama.” Ucap Naynia dengan tersenyum manis
Tak butuh lama mereka sampai di rumah sakit ibu dan anak. Dirga membawa Daniel dan Naynia ke dokter obgyn yang telah direservasinya. Tak perlu menunggu antrian atau mendaftar Naynia dan Daniel sudah ditunggu sang dokter bernama Arini.
“Selamat siang tuan dan nyonya.”
“Siang dok,” jawab keduanya bersamaan
“Silahkan duduk.”
Daniel mendorong kursi ke belakang untuk Naynia duduk lalu dirinya duduk di sebelah Naynia.
“Sebelum diperiksa kapan nyonya terakhir menstruasi?”
“Kurang lebih lima minggu lalu dok,itu pun hanya flek.”
“Ok, apa ada keluhan selama ini nyonya?”
“Saya merasakan mual dan memuntahkan makanan saat mencium aroma tertentu. Dan terkadang perut bawah saya kram dok.”
__ADS_1
“Ok silahkan naik ke ranjang pemeriksaan Nyonya." Perawatan yang bernama Ariana membantu Naynia naik ke ranjang mengoleskan gel di perut Naynia yang sudah menyembul. Daniel ikut di samping Naynia menggenggam tangan Naynia