
Sebuah keajaiban di mata Dirga, seorang Daniel membukakan pintu untuk seorang wanita. Tak pernah sekalipun Daniel melakukan itu pada wanita manapun. Dirga merasa takjub dengan perubahan sikap Daniel karena adanya Naynia.
Daniel menggenggam satu tangan Naynia memasuki halaman depan mansion yang dilengkapi dengan gazebo di atas kolam ikan.
“Mas mansion siapa ini?” Naynia mengulangi pertanyaan yang belum dijawab Daniel
“Mansion kita sayang.”
“Maksudmu?”
“Aku membeli mansion ini dan merenovasi mansion ini sesuai keinginanmu.”
“Benarkah?” Dari mana mas tahu aku ingin memiliki rumah bergazebo diatas kolam ikan?” Mata Naynia berbinar, tak menyangka Daniel mengetahui keinginannya. Karena hanya kedua sahabatnya yang tahu. Mereka pernah berbincang di grup aplikasi pesannya saja. Jadi Naynia cukup takjub dengan kemampuan Daniel yang mengetahui keinginannya
“Apa yang aku tak tahu sayang?” Jelas Daniel tahu ia menyadap semua pesan atau panggilan yang masuk di gawai Naynia. Namun Naynia tak terpikir jika Daniel menyadap gawainya.
“Mas tapi ini sangat berlebihan. Ini besar sekali.”
“Tidak sayang, mas membuat mansion ini untuk keluarga kita. Agar anak-anak kita puas bermain di halaman depan ataupun belakang. Untukmu wanitaku, calon ibu dari anak-anakku tak ada yang berlebihan untukmu. Ini tak seberapa dengan kehadiranmu di hidupku dan El sayang.” Daniel mengecup punggung tangan Naynia kembali
__ADS_1
“Terimakasih banyak mas.” Naynia meneteskan air mata dengan pipi yang memerah
“Hey mengapa menangis?" Daniel menghapus air mata di pipi Naynia
“Aku terharu mas, tangisku bahagia untuk mimpi masa depan kita. Dan kamu mau memiliki anak-anak dariku.”
Daniel menatap manik mata Naynia lalu membawa dalam dekapannya. “Dalam waktu dekat akan ku pastikkan mimpiku terwujud sayang. Setelah ikrar terucap. Mari kita memiliki anak-anak yang menggemaskan.”
Naynia hanya mengangguk di pelukkan Daniel
“Ayo kita masuk, sayang. Angin sore sudah semakin kencang tak baik untuk kesehatan. Apalagi untuk calon malaikat kita.” Daniel masih yakin dengan keyakinannya akan segera tumbuh malaikat kecil di rahim Naynia
“Mas,” Naynia hanya terkekeh.
Saat maid membukakan pintu jelas pemandangan di depan Naynia membuat mata Naynia terbelalak. Desain ruang tamu yang menghadap ke sebuah taman yang penuh dengan tanaman hias menyegarkan sang penghuni.
Ditambah barang-barang yang mewah berornamen emas dengan cat putih. Tak sampai disitu Daniel menuntun Naynia ke ruang keluarga dengan sofa-sofa yang cukup besar berbentuk kotak, meja berpondasi kayu jati dengan kaca transparan di tengah-tengah sofa. Televisi besar menempel di dinding menghadap langsung ke seluruh bagian ruang keluarga. Di sebelah kanan sofa ada sebuah piano besar. Daniel juga tahu Naynia ingin bisa bermain piano untuk menghibur diri atau sekedar bermain piano bersama keluarganya.
Jangan lupakan hal yang membuat Naynia tertegun sebuah foto besar, saat dirinya dilamar Daniel di atas rooftop. Menempel di dinding atas televisi.
__ADS_1
“Mas itu?”
“Momen terindah yang aku lakukan untukmu sayang. Akan banyak momen indah lainnya aku pasang khusus di sebuah ruangan setiap momen perjalanan cinta kita.” Kali ini Daniel menuntun Naynia ke sebuah ruangan sebelah kiri ruang keluarga, kamar yang cukup besar ada sebuah sofa lipat kasur, televisi dan piano di dinding sekililingnya menempel foto-foto yang telah dipasang dnegan figura sedang. Saat Naynia melihat ke dinding. Naynia kembali mengeluarkan air mata harunya.
Ternyata setiap kebersamaan dirinya dengan Daniel atau dirinya dengan El bahkan kebersamaan bertiga. Daniel memerintah para maid mengabadikannya secara diam-diam sehingga hasil foto-foto tersebut terlihat alami.
“Mas semua ini?”
“Aku ingin setiap moment berharga aku, kamu bersama El terekam sayang. Begitupun kelak saat anak-anak kita hadir. Aku ingin menyimpan moment-momen indah kita bersama mereka. Jika ada hal yang kurang baik terjadi dalam rumah tangga kita, foto-foto ini akan selalu mengingatkan kita setiap momen perjalanan kebersamaan kita.”
“Terimakasih banyak mas, kamu memikirkan banyak hal untukku, El dan keluarga kita kelak.” Naynia berterimakasih dengan memeluk Daniel dengan kepala bersandar di dada bidangnya.
“Berterimakasihlah yang benar sayang.”
“Harus bagaiamana memangnya mas?”
Daniel menunjuk bibirnya. Naynia tersipu malu.
“Ayo.” Pinta Daniel, Naynia pun memberanikan diri mengecup bibir tipis Daniel. Hanya sebuah kecupan. Namun saat Naynia memundurkan wajahnya Daniel menahan tengkuk Naynia menciumnya dalam. Sungguh candu bibir milik Naynia baginya. “Bukan kecupan sayang tapi ciuman seperti itu.” Ucap Daniel terengah karena ciuman rakusnya kepada Naynia. Naynia malah menyembunyikan wajahnya di dada bidang Daniel
__ADS_1
“Hahaha, kenapa kamu malu-malu sih sayang. Kita sudah melakukan lebih dari ini.” Ucap Daniel mengelus punggung Naynia. Dani tertawa renyah dengan tingkah malu-malu Naynia.
KENCENGIN LIKE, VOTE & Ramaikan komennya zheyenx 🙏🏻🤭