CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
28. Hanya Kamu Yang Kuinginkan


__ADS_3

“Bantu apa mas.”


“Fely memasukkan obat peran*gsang agar akau menidurinya. Tapi aku tak ingin menye* tubuhinya. Izinkan aku menyentuhmu, calon istirku. Aku tak tahan dengan efek obat itu.” Daniel susah payah menjelaskan kepada Naynia yang telah berada di dekapannya dengan tangan Daniel yang mengelus punggung Naynia dengan sentuhan penuh gairah. Suara Daniel terdengar serak menahan hasratnya.


Naynia mencoba melepaskan dekapan lalu menatap Daniel “Tak bisakah tanpa menyentuhku?”


“Tak bisa aku sudah mencoba mendinginkannya dibawah air. Aku mohon.” Daniel meminta dengan sorot mata memohon ada air mata di ujung pelupuk matanya. “Kita akan segera menikah, hanya kamu yang ingin aku sentuh.”


Naynia tak tega melihat keadaan Daniel. Naynia mengangguk tanda mengizinkan ia pikir tak masalah memberikan mahkota kepada sang calon suaminya, karena sebentar lagi ia akan menikah. Walau berat namun Naynia merasa sesak melihat keadaan Daniel seperti di hadapannya. Tanpa menjawab Daniel langsung melahap bibir ranum Naynia dengan rakus. Naynia jelas terkejut. Untuk pertama kalinya ciuman Daniel sangat rakus dan kasar. Namun perlahan melembut mengabsen seluruh mulut Naynia. Tangan Daniel tak tinggal diam, menyentuh tubuh bagian atas Naynia. Membuka resleting yang dikenakan Naynia.

__ADS_1


Naynia hanya bisa men* de* sah tertahan karena bibirnya tak dilepaskan oleh Daniel. Daniel mengangkat kedua kaki Naynia untuk melingkar di pinggangnya. Ciuman turun ke leher jenjang putih Naynia, menghisapnya memberi tanda kepemilikan. Naynia me* len* guh dengan apa yang dilakukan Daniel. Daniel jelas lebih berpengalaman. Naynia hanya bisa meremas kemeja belakang yang masih menempel di tubuh Daniel.


Sedangkan bagian atas Dress Naynia sudah turun, dengan dua bola sintal yang masih tertutup kainnya. Daniel menyentuh dan meremasnya. Daniel semakin tak tahan, ia membawa Naynia ke atas ranjang king sizenya. Menurunkan Nayla perlahan, lalu menindihnya.


“Bolehkah?”


“Sayang Mas masukkan ya?” Tanya Daniel dengan tatapan penuh hasrat dengan suara serak


“Iya mas.” Setiap obrolan singkat dalam pergulutan Naynia dan Daniel mereka bersuara serak menahan hasratnya masing-masing. Naynia yang lertama kali disentuh merasa melayang tak tahan dengan setiap sentuhan Daniel bahkan kamar rahasia miliknya sudah semakin lengket.

__ADS_1


Daniel memasukkan senjata pamungkasnya perlahan, Naynia jelas menjerit karena ini pertama kalinya. Daniel membungkam bibir Naynia dengan bibirnya, setelah Daniel merasa. Hingga sang senjata benar-benar memasuki ruangan rahasia yang tertutp rapat itu hingga membobolnya membuat ruangan mengeluarkan cairan merah.


“Mas bergerak ya? Cakar punggung mas saja jika sakit.” Tanya Daniel kembali dengan menatap mata Naynia yang sudah basah dengan air mata. Daniel menghapus air mata Naynia dan memangut bibirnya kembali Naynia untuk mengurangi rasa sakitnya. Daniel mulai menggerakakan senjata di dalam ruangan Naynia perlahan hingga tempo yang cukup cepat mengocok adonan hingga cairan hangat menghangatkan tempat adonan yang akan matang pada waktunya dan menjadi apa yang mereka inginkan. Daniel benar-benar membuat Naynia kelelahan.


Mereka berteriak bersama dengan saling memanggil masing-masing sebutan. “Naynia sayangku aaakh, maaas aakh..," Teriak Daniel dan Naynia saat keduanya mencapai pelepasan hingga kesekian kalinya. Efek obat pera*ng*sang tersebut benar-benar membuat Daniel menuntaskan hasrat yang tertahan selama beberapa tahun menduda. Daniel bukan seorang pengusaha yang menuntaskan hasrtnya dengan memajai wanita bayaran. Untuk itu Daniel merasa Naynia sangat memuaskan dan menuntaskan hasratnya selama ini. Hingga tubuh besar Daniel ambruk di samping Naynia.


“Terimakasih sayang, kamu sangat nikmat. “ Daniel mengecup kening Naynia lama dan mendekap tubuh polos Naynia ke dalam dekapnnya. Daniel terdiam melihat tersenyum menatap Naynia yang sudah terlelap kelelahan karena ulahnya.


“Terimakasih telah menjaga kesucianmu, mas pastikkan dalam waktu dekat kita akan menikah sayang. Mengapa rasanya kamu sangat nikmat, walau aku pernah melakukannya dengan mantan istri pertamaku. Milikmu lebih nikmat sayang. Aku harap akan ada El kedua segera dari rahimmu. Ada atau tidak ada malaikat kecil di rahimmu aku akan pastikkan kita bersama di atas ikrar yang Tuhan izinkan.” Batin Daniel menatap wajah polos nan damai Naynia yang terlelap tak lama Daniel pun terlelap dengan mendekap erat Naynia.

__ADS_1


__ADS_2