CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
58. Aku Hamil???


__ADS_3

LIKE, VOTE, BUNGA nya dong misstizen


Nih miss CRAZY UP


Detik-detik menuju klimaks siap dinantikan


Tapi eits jangan DI SKIP LIKE SEMUA EPISODENYA


SEMANGATIN miss dengan BUNGA dan VOTE nya ok 🤗🥰..


Kalau semua episode belum muncul refresh atau belum lulus review mohon bersabar ya misstizenku tersayang 🤗


Hari ini demi hari masih Naynia lalui tanpa keberadaan Daniel di mansionnya. Sudah dua minggu mereka LDR. Selama itu juga Naynia mulai merasakan keanehan perubahan di tubuhnya.


Naynia semakin merasa aneh dengan perubahan tubuhnya di bagian tertentu. Payudara yang selalu terasa kencang dan perut yang mngencang bahkan terkadang ngilu. Dan satu lagi perutnya terlihat sedikit membuncit, Naynia pikir karena nafsu makan yang bertambah dan sering lapar per dua jam sekali membuat perutnya membuncit.

__ADS_1


Naynia juga sering merasa mual ingin muntah mencium aroma-aroma tertentu seperti ikan. Untuk itu ia meminta maid tak menyediakan ikan mentah di kulkasnya. Tiap kali Naynia merasa mual ia akan kembali ke kamar utama menghirup aroma maskulin Daniel yang tertinggal atau menciumi pakaian Daniel yang menyisakan aroma tubuhnya. Sama seperti sekarang.


“Kenapa aroma buah pepaya yan dikupas bu Viona seperti bau bangkai yang membuaku sangat mual. Uwoek..,uwoek..," Naynia berlari ke kamar mandi memuntahkan semua makanan yang dimakannya, perutnya seperti diaduk-aduk.


“Ada apa dengan indera penciuman dan perutku akhir-akhir ini?” Pikir Naynia, ia langsung keluar kamar mandi menuju walk in closet membawa satu kemeja yang pernah Daniel pakai


“Mas aromamu selalu menenangkan perutku yang mual. Aku sangat merindukanmu mas.” Dirasa sudah membaik Naynia bangun dari rebahannya di sofa berencana memasukkan persediaan alat-alat mandi yang baru saja datang dari hasil belanja maid.


Saat Naynia menyimpan persediaan alat-alat mandi di ruangan sebelah walk in closet ia melihat stok pembalutnya yang masih utuh. Semenjak Daniel meminta tidur satu kamar kebutuhan pakaian dan lain Naynia berada di walk in closet yang sama dengan Daniel.


Naynia ingat ia sudah lama tak menggunakan pembalut itu terakhir saat ada flek dan itu kurang lebih tiga minggu lalu, sbeleum kepergian Daniel.


Naynia mengelus perutnya yang sudah sedikit menyembul. “Jika memang kamu ada di rahim mommy, sungguh ikatanmu dan daddymu sangat kuat. Apakah kamu tumbuh telah lama sayang, mengapa perut mommy sudah menyembul?” Tanya Naynia pada perut yang sedang ia elus.


Naynia berinisatif untuk memastikkannya dengan membuka kotak P3k di kamar Daniel, ada beberapa merk testpeck. Di kotak P3K Daniel memang lengkap. Dan karena jam masih pagi. Naynia memberanikan diri mengetest alat kehamilan tersebut ke urinnya. Naynia masuk ke kamar mandi meninggalkan kemeja Daniel.

__ADS_1


Saat empat alat testpeck tersebut memperlihatkan hasilnya, Naynia menangis haru. “Mas anak kita sudah tumbuh di rahimku. Hallo malaikat kecil kami, daddymu pasti senang kamu sudah hadir di rahim mommy. Feeling daddy benar-benar kuat sayang, kalian sudah tumbuh di rahim mommy.” Ucap Naynia kepada dirinya dan bayi di kandungannya dengan mengelus lembut perut yang sedikit menyembul


Naynia berencana akan memeriksakan diri tanpa diketahui siapapun karena ingin memberi kejutan Daniel. Untuk itu ia harus sedikit melakukan sandiwara. Satu lagi selagi Daniel dua hari ke belakang hanya menghubunginya di jam satu siang waktu Indonesia. Naynia punya waktu untuk keluar.


Daniel juga berpesan boleh keluar mansion selama itu hanya ke mall atau ke rumah ibunya. Untuk itu setelah urusan di mansion Daniel selesai Naynia meminta supir menemaninya ke rumah orang tuanya. Naynia tak mungkin meminta supir pribadi yang dikhusukan dirinya mengantar ke dokter kandungan yang ada kejutannya gagal karena supir pribadinya yang melaporkan terlebih dahulu kepada Daniel sebelum dirinya.


Setelah sampai di kediaman ibunya. Naynia menyapa ibunya yang berada di rumahnya, hanya sebentar lalu meminta izin kepada ibunya untuk keluar bertemu sahabatnya, dalihnya. Dan meminta ibunya jangan mengatakan kepada sang supir karena rumah sahabatnya tak jauh dari rumah Naynia.


“Bu Nay minta tolong jangan bilang pada supir Nay ya jika Nay ke rumah sahabat Nay. Nay hanya sebentar, jika ia mencari Nay katakan Nay sedang beristirahat sebentar di kamar Nay.”


“Kenapa tidak boleh ibu katakan nak?”


“Nanti mas Daniel mengkhawatirkanku bu. Aku hanya sebentar merindukan sahabat-sahabatku saja.”


“Baiklah, hati-hati. Jangan terlalu lama.”

__ADS_1


“Baik bu, terimakasih ya. Nay pamit.”


"Iya sayang.”


__ADS_2