CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
56. Larangan Daniel


__ADS_3

Naynia terlihat salah tingkah ia terciduk berbohong


“Katakan ada apa sayang? Apa mamah menyakitimu?”


“Tidak mas mamah hanya tak sengaja saja. Di sana pasti masih waktu fajar sana istirahat lagi mas. Besok kamu harus bekerja kembali.” Naynia memilih mengalihkan pembicaraan tak ingin Daniel marah kepada mamahnya


“Ok jika kamu tak ingin bicara sayang. Akan mas pastikkan apa yang terjadi kepada kalian.”


“Mas aku mohon jangan marah kepada mamah aku sungguh baik-baik saja.”


“Iya sayang, mas akan pertimbangkan tergantung aoa yang mamah lakukan padamu."


Setelah sambungan panggilan terputus. Daniel memanggil Dirga ke kamarnya. Kini Dirga dan Daniel tinggal di apartemen milik Daniel yang baru dibeli beberapa hari lalu setelah kerja sama dengan Orion karena apartemen miliknya di sana cukup jauh dari perusahaan. Untuk itu ia membeki apartemen baru yang lebih dekat dengan perusahaannya.


“Ada yang bisa saya bantu tuan?”


“Mintalaj kepala maid mengirimkan rekaman CCTV seminggu ke belakang. Aku ingin tahu apa yang dilakukan mamah kepada Nayniaku.”


“Baik tuan.”


Dalam sepuluh menit Dirga sudah mendapat salinan rekaman CCTV. Daniel memundurkan rekaman seminggu lalu dan mempercepatnya, saat di hari kemarin mata Daniel membola, tangan mengepal dan rahang yang mengeras


“Dirga katakan kepada semua orang di mansion untuk tak menerima mamah masuk ke mansionku selama aku tak ada di mansion. Aku akan melarang mamah untuk datang ke mansionku selama aku tak ada.

__ADS_1


Aku tak habis pikir mamah melakukan hal kejam seperti itu. Apa tadi bilang Naynia hanya pemuas nafsuku cih.., mamah seorang wanita dengan tega mengatakan hal menyakiti Nayniaku..,” Daniel menutup kasar macbook miliknya. Daniel juga mengusap kasar wajanhnya yang mencoba melakukan paggilan video kembali Naynia namun tak ada balasan.


“Tanyakan kepada kepala maid kemana dia saat insiden Naynia terluka mengapa tak ada yang melapor padaku?” Bentak Daniel dengan emosi


“Baik tuan.” Dirga memberi waktu sang tuan untuk menenangkan dirinya.


Naynia yang baru memandikan sore baby El melihat gawainya ada panggilan video tak terjawab dari Daniel.


Naynia memanggil Daniel, tak lama Video panggilan Naynia dijawab Daniel


“Sayang kamu sedang apa?”


“Maaf mas aku tadi memandikkan baby El.”


“Sayang kenapa wajahmu sangat pucat?”


“Pergilah bersama kepala maid ke rumah sakit, obati luka di bahumu.”


Deg


Naynia terkejut Daniel tahu ia terluka di bahunya.


“Tak apa mas hanya sedikit sakit saja. Tak perlu ke rumah sakit.”

__ADS_1


“Bukalah pakaian atasmu.”


“Untuk apa mas?”


“Hanya sebatas bahu sayang aku ingin melihat seberapa parah luka dibahumu.”


“Mas aku sungguh tak apa-apa. Aku baik-baik saja.”


“Dorongan mamah sangat kuat sayang. Pasti ada memar di bahumu.”


“Jika memang ada memar aku akan meminta bantuan kepala maid mengoles obat di bagian bahuku. Tenanglah mas. Tak usah khawatir. Di sana pagi dan kamu pasti belum sarapan kan mas?


“Tak usah mengkhawatirkan ku sayang. Di sini semua diurus Dirga. Kamu yang harus menjaga dirimu. Aku tak ingin sedikitpun tubuhmu terluka.”


“Iya mas aku janji menjaga diriku dengan baik.”


“Jika hal kemarin terulang kembali jangan menyembunyikannya sayang. Mas tak bisa menjagamu di situ. Mas akan segera selesaikan pekerjaan disini paling lama dua minggu ke depan. Jika bisa lebih cepat mas akan segera pulang.”


“Iya mas.”


“Ya sudah jaga dirimu baik-baik. Mas sebentar lagi ada meeting “


“Iya mas.”

__ADS_1


“I love you.”


“I love you too mas.”


__ADS_2