
“Sayang hari ini mas pulang larut malam, kamu istirahat lebih dulu ya tidak usah menunggu mas.” Daniel memeluk Nayla dari belakang. Nayla yang sedang memilihkan pakaiannya untuk pergi bekerja.
“Iya mas jangan lupa makan siang dan malamnya ya jangan terlalru memforsir dirimu.” Nayla memakaikan kemeja ke tubuh Daniel yang hanya dililit handuk bagian bawah saja. Nayla mulai terbiasa dengan kebiasaan Daniel yang memperlihatkan dada bidangnya.
“Iya sayang,” Daniel malah menangkup pipi Nayla dan mencium bibir candu Naynia, bukan sebuah kecupan namun ciuman dalam dengan *******. Nayla yang terkejut membelalakan mata dan mencoba memberontak memukul dada bidang Daniel. Namun tangan Daniel malah menekan tengkuk leher Naynia memperdalam ciumannya dan tak memberi uadara hntuk Naynia bernapas. Semenjak ciuman dalam teeakhir kalj di rooftop Daniel belum pernah mencium dalam lagi Naynia. Biasanya hanya kecupan kilas. Namun kali ini Daniel tak bisa menahan diri untuk tidak mencium Naynia.
“Mas,” Naynia kesal dengan Daniel yang mencuri kesempatan. Kesal namun wajahnya merah padam karena ulah Daniel
“Aku merindukan bibirmu sayang.” Daniel mengusap bekas ciumannya di bibir Naynia
Naynia memutar bola malasnya, melangkah keluar walj in closet karena Daniel akan memakai celananya.
“Mas pergi dahulu ya, istirahat duluan. Jangan menunggu mas.”
“Iya mas.”
Cup
Lagi-lagi Daniel mencuri kecupan di bibir Naynia yang membuatnya candu.
“Mas...,” Naynia memelototkan matanya sangat merasa malu oleh para penjaga di luar pintu mansion Daniel
Daniel malah tertawa kecil dan mengecup kening Naynia. “Bye sayang.” Dan masuk ke mobil yang dibukakan Dirga.
__ADS_1
“Tuan nyonya Fely sakit, ibunya meminta anda sekali saja menjenguk nyonya Fely.”
“Bukan urusanku Dirga. Jika sakit ya ke rumah sakit kenapa menghubungiku. Dipikir aku dokter.”
Dirga hanya diam menanggapi tuannya. Karena ia sudah menduga respon Daniel.
Suara gawai Daniel tak berhenti bergetar, dari mulai meeting hingga jaman meeting berjalan. Walau panggilan tersebut terjeda beberapa kali. Daniel juga tak mengangkatnya karena memang sedang meeting dengan klient penting.
Baru saja meeting selesai dan Daniel duduk di kursi kebesaran di ruangannya. Gawai Daniel berbunyi kembali. Nama ibu Fely yang muncul. Karena kesal akhirnya Daniel pun mengangkatnya.
“Hallo Niel.”
“Hallo tante.”
“Niel tante mohon jenguk Fely untuk terakhir kalinya saja. Dia juga telah menerima keputusanmu yang akan menikahi pelayanmu. Fely hanya ingin nertemu denganmu sekali saja. Sebelum dirinya pulih dan kembali ke Paris.”
“Dia ngeyel ingin segera pulang dan sekarang sudah ada di apartemennya.”
“Ok tan, sepulang kerja saya akan menengok Fely.” Daniel terpaksa menuruti keinginan Fely karena Daniel sudah tak ingin dipusingkan dengan apapun yang berhubungan dengan masa lalunya
“Terimakasih banyak ya Niel.”
“Sama-sama tante.” Daniel pun berpamitan mengakhiri sambungan telefon untuk melanjutkan kerjaannya.
__ADS_1
“Baru beberapa jam aku sudah merindukan Nayniaku.” Daniel yang baru menandatangani beberapa dokumen menghentikkan aktifitasnya dan melakukan Video Call.
“Hallo sayang. Kamu sedang apa?” Naynia mengarahkan layar yang dipenuhi wajahnya ke bagian bawahnya terlihat El dipangkuan Naynia menggunakan gendongan
“Hallo mas, aki sedang menimang baby El mas. Mas ko nggak kerja?”
“Lagi kerja sayang, mas merindukanmu jadi mencuri waktu menghubungimu.”
“Mas tadi pagi kita baru ketemu, ini baru beberapa jam kamu pergi loh.”
“Memang mas tak boleh merindukanmu sayang? Kamu tidak merindukan mas?” Daniel benar-benar menjadi sosok lain di depan Naynia. Bahkan Naynia tertawa geli menggelengkan kepala dengan sikap manja Daniel. Bagaimana tidak geli Daniel yang berwibawa dan cukup kejam menjadi bucinnya.
“Bolehlah mas, aku juga rindu kamu mas. Hanya saja aku bisa menahannya toh sore juga kita bertemu. Sana bekerja kembali, jangan jadikan aku alasan untuk menghindari pekerjaanmu mas. Nanti pulang semakin larut.”
“Iya, iya sayang. I love you calon istriku calon ibu dari anak-anakku.”
“Makasih mas.”
“Ko jawabnya makasih ? Bukannya dibalas juga sayang.”
“Ya ampun mas, I love you too mas, makasih sudah memilihku menjadi calon istri dan calon ibu dari anak-anakmu.”
“Mas yang terimakasih sayang kamu telah hadir di kehidupan mas “
__ADS_1
Setelah drama bucin Daniel pun mereka mengakhiri telefonnya. Naynia melanjutkan aktifitasnya di mansion Daniel. Jika ketika dahulu status Naynia sebagai asisten Daniel dan baby El Naynia bekerja seperti seorang pelayan. Setelah menjadi calon nyonya di mansion Daniel. Daniel hanya mengizinkan Naynia mengurusi dirinya dan El saja, Daniel melarang keras Naynia melakukan pekerjaan pelayan lainnya, ataupun membantu mereka. Naynia benar-benar diperlakukan bak ratu di mansion Daniel. Daniel tetaplah Daniel yang kejam
Jika Naynia melanggar larangannya membantu pelayan di mansionnya, Daniel tak segan memecat pelayan tersebut. Hal itu Daniel lakukan karena Naynia adalah calon nyonya yang akan mengatur segala urusan di mansionnya nanti. Daniel tak ingin ada satu pun pelayan yang berani atau tak menghormati Naynia karena kebaikan Naynia.