
“Kenapa tidak bisa mas?” Fely sengaja terus mengajak Daniel berbicara agar seolah dirinya tak tahu apa-apa.
“Nyalakan Ac di sini mengapa panas sekali? Shiit.” Daniel melempar dasinya sembarang, mulai membuka kancing kedua kemejanya.
“Ini sudah nyala mas. Aku turunkan kembali.” Fely bangun dari duduknya di sebelah Daniel ia berjalan berlenggok seolah menggoda Daniel. “ Aku juga merasa panas mas.” Fely membuka handuk kimono tidurnya dan itu membuat Daniel terbelalak. Fely menggunakan lingerie yang menampilkan lekuk tubuhnya yang sintal
“Shit, kurang ajar kamu Fely.” Daniel mulai merasa semakin panas dan hasratnya semakin tak bisa ditahan apalagi dengan pemandangan di hadapannya
“Kenapa mas? Apakah kamu tak tahan melihat tubuhku yang jauh lebih sempurna daripada babumu itu?” Fely mulai menampakkan wajah liciknya. Wajah pucatnya hanya olesan make up untuk menarik simpati Daniel saja. Ia bersekongkol dengan ibunya.
“Apa yang telah kamu masukkan di dalam minumanku?”
“Apalagi mas jika bukan obat peran *gsa* ng tingkat tinggi. Hanya itu yang bisa membuatmu takluk dan mau menyentuhku."
"Kurang ajar.” Rasa panas semakin menjalar di seluruh tubuhnya hingga ubun-ubun Daniel
Prang
__ADS_1
Daniel melempar gelas ke lantai dan menekan tombol di samping jam tangannya sebagai kode darurat untuk Dirga yang di luar sana. Ia bangun dari duduknya, Fely dengan segera mendekat ke tubuh tinggi, tegap dan atletis Daniel. Meraba dada bidang Daniel yang telah membuka kemejanya.
Daniel semakin tak tahan dengan godaan. “Shit...” Daniel hanya bisa mengumpat menikmati sentuhan Fely. “Bodoh cepat kemari.” Batin Daniel mengumpat Dirga yang tak juga datang
Daniel hanya menikmati sentuhan Fely sebentar karena ia tak ingin memberikan tubuhnya untuk Fely apalagi menyentuh wanita picik yang jelas sudah tak pera* wan. Sekuat tenaga Daniel mendorong Fely hingga Fely tersungkur di lantai. Bersamaan itu Dirga berhasil membuka pintu apartemen.
Dirga sempat kesulitan membukakan pintu apartemen karena ternyata Fely sengaja mengganti password yang diketahui Daniel. Dengan alat canggih milik Daniel yanga selalu ada di mobil Dirga segera membuka pintu setelah mendengar suara gelas dipecahkan Daniel.
Fely bangun kembali dan akan menyentuh Daniel kembali namun tangan besar Dirga menghempaskan tangan Fely. "Hentikkan nyonya, anda tak bisa menyentuh tuan saya. Anda tahu sedang berurusan dnegan siapa? Tunggu apa yang akan saya lakukan.”
“Jangan banyak bicara bawa aku Ga.” Titah Daniel
“Baik tuan.”
“Ga hubungi orang mansion bawa Naynia ke hotel M yang dekat-dekat dari sini pastikkan 10 menit sampai dengan selamat. Bawa aku ke sana, aku ingin mencoba mendinginkan dahulu di bawah air mengalir. Shit..”
“Baik tuan.” Dirga menghubungi pelayan di mansion Daniel untuk segera membawa Naynia ke hotel yang diperintahkan Daniel. Meminta pelayan di mansion untuk mengatakan keadaan Daniel kurang baik. Dirga juga melajukan kemudi di atas rata-rata untuk segera sampai ke hotel M.
__ADS_1
“Nona, tuan menyuruh saya mengantar anda ke hotel M.” Ucap salah satu pelayan
“Mengapa harus ke sana?”
“Tuan Dirga bilang tuang kurang sehat.”
“Apa? Baiklah saya mengganti pakaian dahulu “ Karena Naynia sudah menggunakan pakaian tidur ia bergegas mengganti pakaian. Lalau turun menuju mobil yang sudah disiapkan. Sang supir membawa Naynia dnegan kecepatan di atas rata-rata. “Mang bisa pelan sedikit, rasanya jantungku mau copot.”
“Maaf noma ini atas perintah tuan ia benar-benar menantikkan nona.”
“Ada apa dengan kamu Niel?" Batin Naynia tanpa menjawab respon sang supir
Hanya sepuluh menit Naynia sampai di hotel tujuan, sang resepsionis mengantar Naynia ke ruang suite teratas. Daniel sudah sampai dua menit lebih cepat dari Naynia. Daniel sudah berada di bawah kucuran air shower di kamar hotel suite tersebut. Namun tak berarti apa-apa.
Sssrt, suara pintu hotel bergeser. Daniel yang membasahi tubuhnya masih lengkap dengan pakaiannya yang sudah berantakkan langsung keluar dari kamar mandi.
“Mas kenapa basah-basahan? Wajahmu kenapa merah sekali?” Tanya Naynia yang melihat seluruh pakaian Daniel basah, ia mendekat ke arah Daniel
__ADS_1
“Sayang bantu mas.” Wajah Daniel sudah memerah bagai kepiting rebus. Daniel langsung menarik Naynia menyentuh satu pipi Naynia dengan tatapan sayu menahan gejolak hasratnya.