CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
19. Harapan atau Bualan


__ADS_3

Dengan refleks Naynia mendorong Daniel sekuat tenaga karena terkejut dengan pernyataan Daniel.


**


Daniel sama terkejutnya dengan Naynia. Jika Naynia terkejut dengan pernyataan Daniel. Daniel terkejut dengan dorongan Naynia yang membuat pintu ruang ganti terbuka.


“Niel apa yang kamu lakukan di dalam?” Tanya Adelia yang baru saja datang bertepatan dengan dorongan Naynia


“Tidak ada, bungkus semua pakaian yang cocok untuknya tan. Dan kirimkan ke mansionku.” Ucap Daniel sambil berlalu dari ruang pakaian wanita. Daniel cukup malu dan terkejut akan kehadiran Adelia, namun bisa dikendalikan dengan perubahan ekspresi wajahnya yang datar dan tanpa ekspresi.


Dengan kikuk Nayla keluar dari ruang ganti. Tersenyum kaku. Adelia tersenyum dengan mata berbinar.


“Tante juga pernah muda Nay, jadi tak usah malu.” Adelia menduga telah terjadi hal yang diinginkan di dalam karena melihat body language Daniel keponakannua dan Naynia yang terlihat malu dengan pipi merona


“Saya pamit, tante. Terimakasih tante.”


“Sama-sama Nay. Nanti lain waktu main ke mansion tante ya.” Adelia mengundang Naynia dengan ramah


Naynia pun mengikuti Daniel masuk ke mobil. Selama di perjalanan Daniel tidak membahas lamarannya kembali. Keduanya terdiam hingga sampai ke mansion Daniel.


Baru saja Daniel masuk ke mansionnya Daniel dikejutkan dengan kehadiran Evelyn.


“Sayang aku merindukanmu.” Evelyn menabrak tubuh Daniel memeluknya dengan erat. Daniel yang tak siap tak bisa menolak tapi tak membalas pelukkan Evelyn. “Siapa dia honey?” Evelyn melepaskan pelukan karena melihat Naynia berdiri di belakang Daniel.


“Pelayan baru, kapan kamu sampai di Indonesia?” Tanya Daniel dengan dingin. Daniel tidak mendapat informasi bahwa Evelyn akan datang ke Indonesia.

__ADS_1


“Tengah malam aku baru sampai, dan langsung ke hotel untuk beristirahat. Aku menunggumu dari tadi. Dirga bilang kamu sedang meeting dengan klient jadi aku menunggumu di sini.”


“Masuklah terlebih dahulu ke ruang kerjaku.”


“Ok, sayang.” Evelyn berjalan dengan pongkahnya menuju lift dan berlalu ke ruang kerja Daniel.


Naynia yang mengikuti Daniel dari belakang cukup tertegun dengan pemandangan di hadapannya. Baru saja Daniel memintanya menjadi istri dan ibu sambung untuk baby El tapi di hadapannya ada seorang wanita blasteran yang cantik, tinggi dan seksi memeluk Daniel seperti sepasang kekasih. Musnah sudah harapan Naynia. Ditambah pernyataan Daniel yang memperjelas kedudukannya lagi bahwa Naynia hanya seorang pelayan. Sudah cukup untuk semua praduga Naynia selama di perjalanan. Daniel hanya sembarangan berbicara, tidak serius saat melamarnya. “Tuan hanya terbawa suasana setelah mengambil ciuman di bibirku. Dia tak bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Sadar Nay untuk ke sekian kalinya di depan orang lain kamu hanyalah seorang pelayan Nay, hanya pelayan.” Naynia dalam hati


“Urusanku denganmu belum selesai. Lakukan tugasmu menjaga El.”


Naynia hanya mengangguk walau tak tahu urusan mana yang belum selesai. Naynianpun masuk ke ruang bermain baby El.


“Mo..mmy...,” panggil baby El yang melihat Naynia masuk


“Hello baby, sudah makan sayang?”


“Ok baby waktunya kamu mandi sore.” Naynia membawa baby El ke bathub khusus baby memandikan baby El dengan hati-hati. Seperti biasa setelah kegiatan mandinya Naynia memakaikan pakaian tidur yang nyaman untuk baby El. Dan membuatkan susu formula untuk menghangatkan tubuhnya yang dingin karena mandi.


Baby El yang sejak siang belum tidur, tertidur saat diberi susu formula oleh Naynia. Biasanya baby El tidur pukul delapan malam. Namun karena melewatkan tidur siang karena menunggu kehadiran Naynia yang bersama Daniel akhirnya tertidur di pangkuan Naynia.


**


“Kenapa tak mengabariku jika kamu mau ke sini?”


“Aku hanya mau memberimu kejutan honey. Apa kamu tak suka aku berada di sini?”

__ADS_1


“Bukankah pekerjaanmu di sana lebih penting dibanding menghabiskan waktu bersama di sini bersamaku?”


“Honey apa yang salah denganmu mengapa kamu sedingin ini. Tidakkah kamu merindukanku?” Evelyn duduk di pangkuan Daniel, menyentuh dada bidang Daniel yang tertutup kemeja dan menyentuhnya dengan sensual naik ke rahang tegas Daniel. Daniel sengaja tidak menolak sentuhan Evelyn. Evelyn mendekatkan wajah mencium bibir Daniel. Daniel pun tidak menolak cumbuan Evelyn. Tak berselang lama suara pintu terbuka.


Naynia yang mengetuk pintu daritadi tidak terdengar, karena hal urgent bersandar di pintu ruang kerja Daniel. Daniel mengubah mode silent suara di ruangannya agar tidak ada yang menganggu, lupa mengunci pintu. Sehingga saat Naynia bersandar pintu terdorong. Naynia dikejutkan lagi dengan adegan panas di depannya. Sesak sangat sesak hati Naynia saat ini. Semakin kuat niat Naynia untuk mengakhiri diri berada di sangkar sang tuan yang mempermainkan hatinya. Telah mengambil ciuman pertama Naynia dengan kenyataan masih memiliki kekasih yang jauh lebih cantik dan pantas bersanding dengan Daniel. Daniel yang sama terkejutnya mendorong bahu Evelyn agar menjauh. Evelyn berdiri dari pangkuan Naynia.


“Pelayan tidak sopan, masuk ruang majikan seenakmu. Bukankah kamu memliki tangan untuk mengetuk.”


“Maafkan saya nyonya, daritadi saya mengetuk pintu namun tidak ada jawaban.”


“Banyak alasan, keluar kamu.” Bentak Evelyn dengan mendorong tubuh Naynia dengan keras hingga membentur dinding


“Hentikkan Evelyn, itu salahku yang tidak mengunci pintu.”


Deg


“Apakah tuan terbiasa mencumbu wanita sesuka hati atau aku yang terlalu murahan menerima perlakuan lembutnya?” Batin Naynia dengan menunduk


“Keluarlah Nay.”


“Baik tuan,” jawab Naynia setenang mungkin padahal sejak tadi Naynia menahan air matanya agar tidak terjatuh


Naynia masuk ke kamar miliknya. Dan bersandar di belakang pintu. Tangisnya pecah. “Mengapa hatiku sesesak ini, aku sadar aku siapa dan aku memang tak pantas untuk seorang tuan Daniel. Tapi mengapa dia memperlakukanku layaknya pasangan kepadaku. Kuatkan aku Tuhan untuk tak berharap lebih kepadanya. Beri aku kesehatan dan kekuatan untuk menyelesaikan kerugian akibat keteledoranku.” Naynia bergumam lirih dengan terisak.


Miss double up nih 🤭

__ADS_1


Khilafkan miss


Sok sok kencengin LIKE, VOTE, & KOMENNYA 😊


__ADS_2