CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
62. Mariana Mendatangi Fely


__ADS_3

Kan miss nggak up pada nungguin


Serius miss pundung nih banyak banget yang ngefavoritin kisah DANIA ini tapi VOTE & BUNGA nya sedikit sekali gimana ini?


Kalau mau miss lanjut semangatin miss dong dengan LIKE, VOTE, BUNGA dan ramaikan komennya untuk CRAZY UP COUPLE DANIA ini 🤭


Naynia bangun lebih pagi dari biasanya. Hal pertama yang ia lakukan melihat ponselnya. Pesan semalam masih ceklis satu pertanda sang pemilik ponsel tak mengaktifkannya.


Dengan hati yang gelisah dan tak karuan Naynia menenangkan dirinya dengan berendam di bathub padahal jam masih menunjukkan pukul empat pagi. Naynia menyalakan air hangat di bathub merealekskan tubuhnya dengan aroma vanilla lavender kesukaannya.


“Malaikat-malaikat kecil mommy sabar ya daddy sepertinya sangat sibuk. Kalian yang tenang anteng ya. Mari kita bekerja sama sampai daddy kalian pulang. Mommy mulai tak tahan dengan rasa mual – mualnya sayang-sayangnya mommy. Jika ada daddy kalian pasti aroma tubuhnya mengurangi rasa mual mommy.” Naynia menitikkan air mata


Hatinya jauh lebih sensitif. Naynia bukan gadis yang cengeng namun karena hormon kehamilannya membuat dirinya lebih sensitif dan melow.


Satu jam Naynia habiskan untuk merendam diri. Dirasa tubuhnya sudah segar Naynia menuju kamar El untuk mengecek. El masih terlelap di ranjangnya. Naynia pun memilih turun ke dapur memasak sarapan untuknya dan El. Tak lupa membuat kudapan yang ingin ia makan.


“Nyonya..,” panggil Viona kepala maid


“Iya bu.”


“Masih terlalu pagi biar saya bantu.”


“Tak usah bu saya bisa membuatnya sendiri.”


“Nyonya mau membuat kudapan lagi?”

__ADS_1


“Iya bu.”


“Maaf nyonya saya hanya ingin memberitahu jika tuan muda datang tuan tak suka melihat maid membuat kudapan. Apalagi ini nyonya yang membuat dan mengkonsumsinya.”


“Memang kenapa bu?”


“Tuan sangat menjaga kesehatan keluarganya, saya membiarkan nyonya, karena tuan tak ada. Tapi mungkin dalam waktu dekat tuan akan pulang.”


“Baiklah terimakasih infonya bu, aku akan membuat kudapan selama mas Daniel tak ada saja. Jangan katakan padanya aku mengkonsumsi kudapan-kudapan yang aku buat ya.”


“Baik nyonya.”


**


“Apa aku harus bekerja sama dengan Fely? Dia juga pasti menahan dendam kepada wanita si*lan itu.” Mariana tak tahu kelakuan Fely yang pernah hampit menjebak Daniel


“Iya benar aku akan menghubungi Fely sebelum ia pergi dari negara ini. Mungkin dia memiliki ide.” Mariana akan meminta ide kepada Fely walau dirinya tak akan menjadi menantu tapi Mariana yakin Fely akan membantu karena sama-sama merasa sakit hati oleh kehadiran Naynia


Mariana keluar mansion tanpa supir ia menggunakan taksi agar supirnya tak melaporkan kemana dia perg kepada Bernandez sang suami.


Satu jam waktu tempuh untuk ke apartemen Fely. Mariana mengetuk pintu berulang namun masih tak ada jawaban. Hari memang cukup pagi pukul sembilan namun Fely tak ada tanda-tanda akan membuka pintu. Mariana merogoh ponsel di tas brandednya mencoba menghubungi Fely.


Di kamarnya Fely yang tidurnya terganggu berbinar melihat sang mantan calon mertua menghubunginya


Dengan segera ia mengangkat telepon Mariana

__ADS_1


“Iya mah."


“Kamu di mana?"


“Di apartemen mah."


Mamah di depan pintu dari tadi cepat buka pintunya.


“Maaf mah Fely baru bangun."


"Dasar wanita malas untung tak akan jadi menantuku." Batin Mariana


Tak lama Fely membuka pintu masih dengan piyama tidur dengan rambut yang diikat asal


"Apa kabar mah? Maaf Fely masih seperti ini. Fely bahagia mamah masih menganggap Fely."


“Mamah ingin mengajakmu bekerja sama." Ucap Mariana to the poin


Fely seperti mendapat air minum di padang sahara yang panas. "Apakah mamah masih mau menjadikanku menantunya kah?” Batin Fely


“Mamah memang tak bisa menjadikanmu menantu mamah. Tapi mamah tahu kamu juga ingin membalaskan dendam dari sakit hatimu pada gadis miskin kampungan itu kan?”


“Iya mah aku memang ingin membalaskan dendam kepada gadis miskin kampungan tak berkelas itu.”


“Untuk itu mamah butuh bantuanmu.”

__ADS_1


__ADS_2